Istri Pertama Atau Kedua (?)

Istri Pertama Atau Kedua (?)
69.


__ADS_3

"Soal Jack aku tidak yakin jika dia seorang diri" ucap Chen


"Maksudmu" tanya Alina dengan menatap Chen lekat


"Aku selalu mudah mencari sebuah informasi tapi untuk kasusmu ini aku bahkan tidak mengetahui jika Jack lah yang meneror dirimu selama ini" ucap Chen


"Aku yakin ada orang lain. Bukan hanya Jack. Dan Jack lah yang mengaku jika dirinya yang meneror dirimu. Tidak ada seorang penjahat yang mengakui kejahatannya tanpa maksud tersembunyi" lanjut Chen


"Ansel mengatakan hal yang sama. Tapi entah ada orang lain atau memang hanya Jack" ucap Alina sambil memutar bulpoint yang ada di tangannya.


"Aku akan mencari taunya lagi nanti" ucap Chen


"Aku pergi dulu jika kau butuh sesuatu hubungi aku" ucap Chen


"Tentu" Chen meninggalkan mansion dan kembali ke perusahaan


Sebuah panggilan masuk di ponsel Alina. Dengan cepat Alina menjawab panggilan yang ternyata dari Ansel.


"Apa kabarmu" ucap Ansel dengan senyum tipis


"Baik kau bagaimana" tanya Alina balik


"Aku juga baik tapi..." ucap Ansel


"Tapi apa"


Aku merindukanmu batin Ansel

__ADS_1


"Tapi apa Ansel tidak terjadi sesuatu kan disana" tanya Alina


"Tidak ada" ucap Ansel


"Syukurlah aku kira terjadi sesuatu padamu"


"Tidak kau tenang saja"


"Kapan kau akan kembali" tanya Alina


"Sudah satu minggu kau ada disana memang apa yang kau lakukan" tanya Alina penasaran


"Hanya suatu hal kecil mungkin satu minggu lagi aku akan pulang" ucap Ansel


Alina hanya menarik nafas pelan kemudian menganggukkan kepala


"Besok aku hubungi lagi papa memanggilku" Ansel mematikan sambungan telepon secara sepihak


"Apa yang di lakukan Ansel"


"Kenapa selama itu ada di Sydney" ucap Alina bertanya tanya pada dirinya sendiri


Keesokan harinya


Alina keluar dari dalam kamar dengan pakaian lengkap dan rapi. Menuju ruang makan untuk sarapan


"Selamat pagi nyonya" sapa Butler Frans

__ADS_1


"Pagi" Alina duduk dan memakan sandwich yang sudah tersedia di atas piringnya.


Setelah menghabiskan sandwich nya Alina menegak susu khusus untuk dirinya hingga habis. Melirik ke arah jam tangan satu jam lagi dirinya ada pertemuan penting.


Alina menyambar tas nya dan pergi keluar dari area mansion.


"Aku pergi dulu Frans" ucap Alina


"Hati hati nyonya" Alina masuk ke dalam mobilnya yang sudah siap di depan pintu utama.


Mengendarai dengan kecepatan sedang menuju perusahaannya. Di tengah perjalanan Alina terjebak macet karena di jam jam segini banyak orang yang keluar untuk berangkat bekerja dan sekolah.


Tiga puluh menit kemudian Alina sampai di perusahaannya. Masuk ke dalam gedung pencakar langit itu dan menuju lantai paling atas.


"Nona sebentar lagi ada pertemuan penting dengan para direktur" ucap Raisa mengingatkan


"Iya aku mengingatnya" Alina masuk ke dalam ruangannya dan meletakkan tas nya. Kembali keluar dan masuk ke dalam lift untuk menuju lantai bawah.


Alina dengan di dampingi oleh Raisa di belakangnya masuk ke dalam ruang meeting yang berada satu lantai di bawah lantai ruangan Alina.


Para pejabat perusahaan itu seketika berdiri saat melihat kedatangan pemilik perusahaan itu.


"Selamat pagi nona muda" sapa mereka serentak


"Pagi" Alina duduk di bangku utama dan para pejabat perusahaan itu ikut duduk setelah Alina duduk.


Meeting di mulai dan suasana tampak serius. Selama satu jam meeting dimulai. Alina keluar dari ruang meeting setelah meeting selesai

__ADS_1


.


*Like dan Komen*


__ADS_2