Istri Pertama Atau Kedua (?)

Istri Pertama Atau Kedua (?)
72.


__ADS_3

Setelah dua hari di rawat di rumah sakit, Alina di perbolehkan oleh dokter untuk pulang. Chen membantu Alina untuk turun dari ranjang.


"Aku bisa sendiri" ucap Alina


"Kau yakin?" tanya Chen


"Yakin" Alina berjalan mendahului dan Chen berjalan di belakang Alina berjaga jaga takut jika wanita itu terhuyung dan jatuh.


Dan selama dua hari ini ponsel Ansel masih mati dan tidak bisa di hubungi. Hal itu tentu membuat banyak pertanyaan di benak Alina. Apa yang terjadi sebenarnya hingga Ansel mematikan ponselnya selama dua hari.


Alina masuk ke bangku penumpang sebelah kemudi dan Chen duduk di bangku pengemudi. Melajukan dengan kecepatan sedang menuju mansion Ansel.


Alina terus saja menatap ke arah kaca jendela dengan beberapa bayangan di matanya. Jawaban Chen waktu itu semakin membuat banyak pertanyaan di otak Alina. Belum lagi dengan menghilangnya Ansel selama dua hari dan tidak bisa di hubungi.


Tanpa sengaja mata Alina menatap ke arah restaurant yang beberapa hari lalu ia kunjungi yang sekarang sudah tutup.


"Apa kau..."


"Iya" jawab Chen langsung seolah tau pertanyaan apa yang akan di lontarkan oleh Alina.


"Aku tidak akan membiarkan siapapun yang berani membuatmu hampir saja keguguran hidup dengan tenang" ucap Chen


"Tapi aku yakin ada orang yang menaburkan racun di makananku"


"Tetap saja kejadian itu ada di restaurant itu kan. Itu artinya mereka lalai. Dan aku akan tetap menuntutnya" ucap Chen


"Terserah dirimu saja" Alina menatap ke arah depan dengan pandangan kosong


"Jangan terlalu banyak pikiran. Itu akan mempengaruhi janinmu" ucap Chen

__ADS_1


"Ya"


Tak lama kemudian mereka sampai di mansion Ansel. Alina turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam mansion.


"Alina jika kau butuh sesuatu hubungi aku" ucap Chen dan Alina mengangguk


"Mulai saat ini jika kau keluar ke manapun itu aku akan mengantarkanmu" ucap Chen


"Itu tidak perlu aku bisa jaga diriku sendiri" ucap Alina


"Kau ingin kejadian yang sama terulang?" tanya Chen


"Tentu tidak" ucap Alina


"Maka dengarkan ucapanku" ucap Chen


"Hm"


"Tuan Chen" Butler Frans menunduk hormat saat Chen memasuki area dapur.


"Aku harap kau menjaga Alina. Hubungi aku jika terjadi sesuatu" ucap Chen


"Baik tuan" ucap Butler Frans.


Chen keluar dari mansion dan pergi ke perusahaan. Selama dua hari dirinya tidak menginjakkan kakinya di kantor karena menjaga Alina.


Alina merebahkan tubuhnya di atas kasur. Menatap langit langit kamar dengan pandangan kosong.


"Aku yakin ada sebuah rahasia di belakangku" ucap Alina

__ADS_1


"Jika tidak ada yang mau mengatakan maka aku akan membongkarnya sendiri" ucap Alina


.


Malam harinya


Alina turun ke bawah untuk makan malam. Hanya sendiri. Ya tentu saja karena Ansel belum pulang juga.


"Butler Frans" panggil Alina


"Iya nyonya"


"Mmm aku ingin bertanya sesuatu" ucap Alina


"Ya?"


"Kau menyembunyikan sebuah bangkai?" tanya Alina


Butler Frans mengernyit tak paham dengan apa yang di katakan oleh nyonya nya ini.


"Apa maksud nyonya" tanya Butler Frans


"Ah begini kau tau dimana Ansel tinggal dulu sebelum berada di sini" tanya Alina


"Saya tidak tau nyonya karena seringkali tuan Ansel berpindah tempat tinggal" ucap Butler Frans


Alina menatap dengan intens dan terlihat sekali jika Butler Frans sedang berbohong


.

__ADS_1


*Like dan Komen*


__ADS_2