
"Alina" ucap Ansel dan menatap ke arah Alina
Citt
Alina menghentikan mobilnya dan menatap ke arah Ansel dengan tersenyum.
"Kau tidak apa apa?" tanya Ansel dengan menangkup kedua pipi Alina. Menatap netra Alina dengan lekat
"Aku baik baik saja" ucap Alina
Ansel langsung memeluk tubuh Alina. Dirinya sangat bersyukur karena tidak terjadi sesuatu pada wanitanya. Mencium sekilas kening Alina kemudian memeluknya lagi dengan erat
"Kau khawatir padaku?" tanya Alina dengan menatap mata Ansel mencari ketulusan di mata itu
"Tentu saja. Hampir saja jantungku berhenti" ucap Ansel
"Jika jantungmu berhenti lalu bagaimana denganku" ucap Alina
Ansel terkekeh dan memeluk lagi tubuh kecil itu. Sangat bersyukur karena ternyata pisau itu menancap pada bagian sandaran mobil hampir saja terkena bahu Alina.
Tok..tok..tok..
Alina menoleh saat ada seseorang yang mengetuk jendela kacanya. Alina menurunkan kaca dan ternyata Chen yang mengetuk dengan wajah cemas.
"Apa terjadi sesuatu dengan kalian" tanya Chen
"Hanya sedikit. Tapi kami baik baik aja" ucap Alina
"Ah syukurlah. Aku sempat kehilangan jejak mobil kalian. Dan benar kecurigaanku dia berhasil menyelinap" ucap Chen
__ADS_1
"Lupakan" ucap Alina
"Aku akan mencari tau siapa yang menyuruh orang itu" ucap Ansel
Alina menatap ke arah Ansel dan menganggukkan kepalanya. Ansel dan Alina bertukar tempat duduk. Pria itu menyetir mobilnya sendiri menuju mansion yang baru ia beli.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di mansion Ansel. Alina keluar dari dalam mobil dan menatap mansion yang akan ia tempati.
Para pengawal dengan memakai seragam berwarna hitam menunduk saat Alina menatap mereka.
Ansel menggandeng tangan istrinya masuk ke dalam mansion itu. Mansion yang tampak mewah dan megah terpampang nyata di depan mata Alina.
"Tuan" sapa kepala pelayan
"Siapkan makanan untuk kita" ucap Ansel datar
Kamar yang berukuran sangat luas dengan ranjang king size yang ada di tengah kamar tersebut.
"Semua pakaianmu sudah ada di walk in closet" ucap Ansel
"Kau tau seleraku" tanya Alina
Ansel menutup pintu kamar dan duduk di sofa. Menatap ke arah Alina dengan satu kaki yang ia letakkan di kaki yang lain.
"Tentu saja melihat bagaimana caramu berpakaian dalam pertemuan beberapa kali aku mengetahui semua seleramu" ucap Ansel sombong
Alina mendengus sebal. Meletakkan tas nya di atas nakas dan merebahkan tubuhnya sambil bersandar.
__ADS_1
"Sayang" panggil Ansel
Alina membuka matanya dan terkejut saat tiba tiba wajah Ansel sudah berada tepat di depan matanya
"Astaga Ansel" pekik Alina
"Dokter akan kesini untuk memeriksa kamu" ucap Ansel
"Emang aku kenapa" tanya Alina
"Kamu sedang hamil" ucap Ansel
"Ansellll" ucap Alina menahan kesal
"Gak perlu dokter kesini kita yang ke rumah sakit" ucap Alina
"Kenapa begitu?" tanya Ansel
Alina menggaruk pelipisnya yang tidak gatal bagaimana bisa dia menjelaskan pada suami tampannya ini
"Sudahlah dengarkan aku dan nurut" ucap Alina
Turun dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi. Tak lama Alina kembalu dan duduk di sofa
"Aku tadi duduk di sofa kau di ranjang dan sekarang aku di ranjang kau di sofa. Bilang saja jika kau sedang menghindariku" ucap Ansel kesal
Alina menatap Ansel dengan dahi mengkerut. Hanya tempat duduk dan dia sangat sensi sekali.
.
__ADS_1
*Like dan Komen*