Istri Pertama Atau Kedua (?)

Istri Pertama Atau Kedua (?)
25.


__ADS_3

Dokter yang telah memeriksa Alina beranjak hendak keluar dari ruangan itu. Namun sebuah tangan menahan lengannya mencegah dirinya agar tidak pergi.


"Apa yang terjadi padaku" tanya Alina yang ternyata sudah siuman


"Kau baik baik saja itu hal biasa yang terjadi pada ibu hamil" ucap sang dokter


"Aku hamil?"


"Ya sudah empat minggu" ucap dokter itu


"Aku memintamu untuk jangan katakan ini pada siapapun" ucap Alina dan dokter itu hanya mengangguk kemudian pergi


Saat keluar dari ruangan dirinya langsung di todong pertanyaan oleh Ansel.


"Bagaimana keadaan Alina" tanya Ansel


"Dia baik baik saja tidak ada yang perlu di khawatirkan" ucap sang dokter


"Lalu kenapa dia bisa pingsan" tanya Ansel


"Mungkin dia hanya kelelahan" ucap dokter itu. Ansel hanya mengangguk membiarkan dokter itu pergi.


Ansel bergerak maju hendak membuka pintu ruangan Alina. Namun hal itu ia urungkan.


"Kenapa? Masih karena janji itu?" tanya Chen


"Ya. Aku akan tetap menepati janjiku" ucap Ansel


"Baiklah" ucap Chen


"Aku titip dia jika terjadi sesuatu katakan padaku" ucap Ansel dan menepuk bahu Chen


"Ansel hentikan ini semua" ucap Chen


"Ya aku harus menghentikannya meskipun harus dengan cara sedikit memaksa diriku sendiri" ucap Ansel

__ADS_1


"Apa maksudmu?"


"Tidak ada"


Ansel berlalu pergi. Dia tidak akan menemui Alina lagi. Dan dirinya hanya menitipkan Alina pada Chen.


Ansel masuk ke dalam mobilnya. Hanya diam. Tidak melakukan apapun. Pergi? Tidak. Pria itu hanya menunggu. Entah menunggu siapa dan untuk apa dia pun tak tau.


Chen masuk ke dalam ruangan Alina. Wanita itu langsung menatap Chen dengan dahi mengkerut.


"Kau yang membawaku kesini?" tanya Alina datar


Sejenak Chen ragu. Ingin dia menjawab jika bukan dirinya tapi Ansel. Tidak!! Itu tidak boleh ia lakukan.


"Iya"


"Apa kau tidak ingin berterima kasih pada seseorang yang sudah menolongmu?" tanya Chen


"Ya terima kasih" ucap Alina dingin


"Tidak"


"Apa kau sudah makan?" tanya Chen lagi


"Belum di restaurant aku bahkan belum memesan makanan" jawab Alina dngin


"Sekarang kau mau apa" tanya Chen


"Terserah. Belikan aku makanan. Aku lapar" ucap Alina


Chen kembali keluar dari ruangan Alina. Pria itu melangkah menyusuri koridor rumah sakit. Mata Ansel memicing saat melihat Chen keluar dari rumah sakit.


Ansel keluar dari mobilnya dan berjalan menghampiri Chen.


"Ada apa?" tanya Ansel

__ADS_1


"Alina belum makan dan dia lapar sekarang. Aku kira kau sudah pulang" ucap Chen


"Belum aku tadi menerima telfon dari seseorang" ucap Ansel


"Baiklah"


"Biar aku yang membeli makanan. Tetap tunggu disini" ucap Ansel dan kembali masuk ke dalam mobilnya.


Menjalankan mobilnya perlahan keluar dari area rumah sakit. Mencari makanan untuk Alina.


"Makanan apa yang dia inginkan" gumam Ansel yang tidak tau apa yang ingin di makan oleh Alina


Akhirnya Ansel menjatuhkan pilihannya untuk membelikan steak. Makanan yang di pilih oleh Alina saat makan bersama di restaurant waktu itu.


Setelah membeli makanan itu, Ansel kembali ke rumah sakit. Dirinya memberikan makanan yang baru saja ia beli pada Chen


"Aku pergi dulu" Ansel pergi sedangkan Chen masuk ke dalam ruangan Alina.


"Aku tidak tau apa yang kau mau jadinya aku membelikan ini" ucap Chen


"Apa ini?"


Aku juga tak tau batin Chen


"Buka saja sendiri" ucap Chen dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


Alina membuka bungkus makanan itu. Aroma yang keluar dari makanan itu tercium sangat menggoda membuat selera makan Alina meningkat.


"Aku menyukainya" ucap Alina dan memakan makanan itu


Pilihanmu tepat Ansel batin Chen sambil memperhatikan Alina makan


.


*Like dan Komen*

__ADS_1


__ADS_2