Istri Pertama Atau Kedua (?)

Istri Pertama Atau Kedua (?)
64.


__ADS_3

Setelah selesai dengan drama ikan bakar, Ansel dan Alina masuk ke dalam kamar. Membersihkan diri kemudian istirahat.


"Besok kita akan ke rumah sakit" ucap Ansel


"Untuk?"


"Memeriksakan kandunganmu" ucap Ansel


"Oh" Alina menutup matanya dan terlelap dalam alam mimpinya.


"Kau tau sejak kau hamil ah tidak sejak kita menikah aku menjadi aneh" ucap Ansel curhat


"Kadang ingin marah kadang manja kadang ah udahlah aku merasa berbeda seperti dulu"


"Dulu aku selalu menghabisi semua musuh musuhku tanpa ampun yang berani membuat masalah denganku"


"Tapi kali ini aneh sekali bukan seorang Ansel tiba tiba menjadi kasian hanya dengan seekor ikan"


"Bahkan aku bisa membelinya seribu kali lebih banyak dari yang kau makan"


"Apa kau tau aku kenapa" tanya Ansel dengan menoleh ke arah istrinya


"Astaga suaminya curhat eh malah di tinggal tidur" ucap Ansel


Ansel menaikkan selimut sampai batas bahu wanita itu. Mencium keningnya sekilas kemudian keluar dari kamar setelah menyambar ponsel miliknya.


Duduk di sofa ruang tamu dan membuka sejumlah artikel yang memberikan pengetahuan seputar kehamilan.


Sejak kapan Ansel menjadi seperduli itu. Pria tegas, dingin, cuek menjadi seperti ini? Sangat aneh tapi itu yang di alami oleh Ansel.


"Oh berarti kalau aku kadang ingin sesuatu yang aneh itu namanya ngidam"


"Ya ya ya sekarang aku tau berarti aku gak setres" ucap Ansel


Tidak ada yang mengatakan dirimu setres Ansel. Kemudian sebuah iklan makanan terpampang di layar ponsel Ansel.


"Ini keliatan enak" ucap Ansel

__ADS_1


"Pelayan" teriak Ansel


Seorang pelayan datang menghadap kedirinya dengan menundukkan badan


"Ada apa tuan" tanya pelayan itu


"Aku mau kau buatkan aku sop buah" ucap Ansel


"Baik tuan"


"Tapi di kasih kopi" lanjut Ansel


Pelayan itu mendongak menatap Ansel dengan tatapan bingung


"Aku tidak setres aku hanya ngidam" sanggah Ansel langsung dan kembali menatap ponselnya


Pelayan tersebut datang menemui kepala pelayan dan memberitahukan permintaan tuannya itu.


"Buatkan saja dari pada nanti tuan marah" ucap kepala pelayan Frans


"Baik" Pelayan tersebut masuk ke dalam dapur bersih dan membuatkan permintaan Ansel


"Ini tuan" ucap Butler Frans


Ansel menatap minuman yang ada di hadapannya. Mengambil mangkuk sup buah itu dan meminumnya sedikit.


"Sudah" ucap Ansel


"Hanya satu sendok tuan?"


"Ya kenapa? Ada masalah?" tanya Ansel enteng


"Ah tidak" ucap Butler Frans dan mengambil kembali sup buah dengan kopi itu kembali ke dapur


"Apa tidak diminum?"


"Hanya sesendok"

__ADS_1


"Ha?"


"Astaga"


"Biarkan ini mansionnya dia yang berkuasa"


Ansel masuk ke dalam ruang kerjanya. Membuka layar laptopnya dan sebuah foto wanita cantik terpampang jelas di layar datar tersebut sebagai wallpaper.


Sejak kapan Ansel menjadi sebucin ini. Ansel membuka sebuah dokumen dan membacanya dengan teliti.


Ansel mengambil ponselnya dan menghubungi Chen. Tak berselang lama panggilan tersambung.


"Ada apa"


"Ada kesalahan pada dokumen yang kau kirim" ucap Ansel


"Yang mana"


Ansel memberitahukan letak kesalahn dengan berkas yang di kirim oleh Chen.


Sedangkan di lantai bawah Alina yang sudah terbangun bingung mencari Ansel.


"Ansel" teriak Alina


Butler Frans datang mendekat ke arah Alina. Alina menoleh dan hampir saja rambut panjang itu menampar wajah Butler Frans


"Kau siapa" tanya Alina


"Saya Butler Frans kepala pelayan disini" ucap Butler Frans


"Ohh kau tau dimana suamiku" tanya Alina


"Ada di ruang kerjanya nyonya" ucap Butler Frans


"Ah baiklah" Alina naik ke lantai atas dan masuk ke dalam ruang kerja suaminya


.

__ADS_1


*Like dan Komen*


__ADS_2