Istri Pertama Atau Kedua (?)

Istri Pertama Atau Kedua (?)
50.


__ADS_3

"Ansel" panggil Alina yang merasa sedikit bosan


"Ada apa? Apa kau bosan"


"Ya boleh aku jalan jalan" tanya Alina


"Sebentar saja"


"Baiklah tapi jangan jauh jauh dan harus tetap berada di area perusahaanku" ucap Ansel


Alina mengangguk dan pergi meninggalkan ruangan Ansel. Bertepatan dengan Chen yang berjalan melintasi ruangan Ansel namun tidak sempat melihat jika Alina keluar dari ruangan atasannya.


Alina berjalan mengikuti Chen. Entah kenapa dia merasa Chen sedikit misterius. Dia seolah melihat luka di mata Chen saat menatap mata pria itu.


Dengan langkah pelan Alina mengikuti Chen dan tanpa pria itu sadari. Hingga Alina berhenti saat melihat Chen tengah menolong seorang wanita yang hampir terpeleset.


"Maaf tuan maaf saya gak sengaja" ucap wanita itu dengan merapikan pakaiannya


"Hm pergilah" Chen memberikan berkas yang ada di tangannya pada wanita itu. Setelah itu wanita tersebut pergi menjauh dari hadapan Chen.

__ADS_1


"Dia wanita yang baik sepertinya" ucap Alina


Chen menoleh dan sedikit membungkukkan badannya menghormati Alina yang sekarang statusnya adalah Nyonya Ansel


"Aku tidak menyukainya" ucap Chen


"Berusahalah menyukai sesuatu lagi tidak selamanya seseorang selalu menyakiti" ucap Alina


"Aku sulit mempercayai hal itu" ucap Chen


"Ini dunia. Kau hidup di dalam dunia Chen. Tidak semua yang ada di dunia terasa manis terkadang ada rasa pahit yang harus kita telan. Itulah salah satu fase yang pasti kita alami. Tidak semua orang baik. Tapi tidak semua orang buruk"


Chen mengernyit bingung


"Berikanlah kepercayaan pada orang yang tepat. Kebaikan seseorang yang dia tunjukkan belum tentu mengatakan jika dia benar benar baik. Dan tidak semua kejahatan yang kau lihat kau bisa menganggapnya itu suatu hal yang buruk."


"Kau bukan tuhan yang tau semuanya. Tapi kau bisa mencari tau apa yang terjadi semuanya. Jika kau mau maka kau akan mendapatkan jawabannya. Jangan selalu menyalahkan seseorang atas kejahatan yang dia lakukan. Lihatlah sisi lain. Apa yang kau lihat tidak semuanya benar. Cari apa penyebab seseorang menyakitimu. Jangan selalu melimpahkan semua kesalahan pada seseorang"


"Kau harus membuka hati. Jangan sampai luka masa lalu membelenggu dirimu dan nantinya kau akan tersiksa sendiri"

__ADS_1


"Lalu bagaimana jika aku sudah membuka hati tapi pada orang yang salah" ucap Chen


"Yang salah bukan cintamu bukan pula perasaanmu. Tapi waktu yang tidak tepat" ucap Alina


"Carilah seseorang yang baik. Yang mampu membuatmu melupakan luka masa lalumu. Lupakan yang terjadi. Biarkan semuanya mengalir seperti air. Jangan hentikan hidupmu hanya karena satu patah hati"


"Aku yakin suatu saat kau akan mendapatkan pilihanmu yang tepat" ucap Alina


"Apa kau tau semuanya?" tanya Chen


Alina menggelengkan kepala. Membuat Chen bingung jika dia tak tau apapun bagaimana bisa dia berkata seolah sudah mengetahui semuanya


"Ansel bilang kau pernah patah hati karena seorang wanita. Dia tidak menceritakan detail apa yang terjadi sebenarnya"


"Oh"


"Dunia ini luas. Banyak wanita yang menantimu" Alina melangkah menjauh dari Chen. Masuk ke dalam lift dan berniat pergi ke restaurant yang ada di samping perusahaan Ansel. Perutnya sedikit lapar. Mungkin bawaan karena dirinya hamil hingga sedikit sedikit merasa lapar.


.

__ADS_1


*Like dan Komen*


__ADS_2