
Alina dan Ansel masuk ke dalam sebuah butik. Beberapa pakaian yang menarik di mata Alina sudah berada di tangan Ansel.
"Beli apapun yang kau sukai" ucap Ansel
"Tentu" Alina mengambil beberapa pakaian lagi kemudian beralih pada stand tas.
"Yang ini sama... mmm yang ini aja" Alina memilih dua tas yang harganya cukup membuat orang geleng kepala
Ansel menatap ke arah sisi lain. Pria yang sama. Ansel menatap ke arah Alina. Kemudian tatapannya beralih ke rak tas yang bergoyang.
"Alina" pekik Ansel dan langsung menarik tangan istrinya menjauh.
Brak
Rak tersebut terjatuh. Untung saja tidak mengenai istrinya. Ansel memberikan semua pakaian yang di pilih istrinya pada pelayan dan mengejar pria tersebut yang berani mendorong rak agar menjatuhi Alina.
Jika sampai hal itu terjadi Ansel tidak dapat membayangkan apa yang akan Alina alami. Mungkin keguguran.
"**** kemana tuh orang" umpat Ansel kesal mencari orang yang sedari tadi mengincar Alina.
Ansel kembali masuk ke dalam butik dan mendekati istrinya.
"Kabur?" tanya Alina
"Dia menghilang dengan cepat" ucap Ansel
Ansel menarik tangan istrinya menuju kasir untuk membayar barang belanjaan mereka
"Berapa totalnya" tanya Ansel
"Lima ratus juta dolar" ucap wanita yang bekerja di bagian kasir
__ADS_1
Ansel memberikan salah satu kartunya dan tak lama wanita itu mengembalikan kartu Ansel setelah transaksi sudah selesai.
"Biar aku yang membawa semuanya" ucap Ansel mencegah Alina yang hendak membawa beberapa paperbag berisi pakaian dan tas Alina
"Kau yakin?" tanya Alina dan Ansel mengangguk
Ansel dan Alina keluar dari dalam butik. Berencana kembali ke mansion agar tidak terlalu lama lama berada di luar itu akan membahayakan nyawa Alina.
"Ansel" panggil seorang wanita dari arah belakang
Mereka berdua menoleh dan langsung memutar bola mata dengan malas saat mengetahui siapa yang memanggil mereka
"Luna"
"Kalian kesini" tanya Luna
"Tentu saja kau melihat keberadaan kami disini kan" ucap Alina
"Kita akan kembali silahkan bersenang senang dengan temanmu" ucap Ansel
"Ah tunggu" cegah Luna
"Ada apa lagi" tanya Ansel jengah
"Boleh aku ikut kembali ke mansion. Aku sudah selesai" ucap Luna
Ansel menatap Alina dan wanita itu mengangguk. Ansel menghela nafas panjang.
"Boleh kan kakak ipar" ucap Luna
"Tentu" jawab Alina dingin
__ADS_1
Ansel dan Alina berjalan cepat keluar dari dalam Mall. Luna sedikit kesulitan menyamai langkah kedua manusia di depannya ini karena menggunakan heels yang cukup tinggi.
"Aku rasa kau tidak mampu menguasai heels mu" ucap Alina
"Maksudmu?" tanya Luna
"Aku melihatmu kesulitan berjalan cepat dengan heels mu itu" ucap Alina
"Tentu saja aku tidak bisa berjalan secepat dirimu" ucap Luna kesal
Alina hanya tersenyum tipis kemudian masuk ke dalam mobil. Tentu saja Luna tidak seahli itu. Sedangkan Alina dia mampu berjalan dengan cepat meskipun menggunakan heels yang sangat tinggi.
Luna duduk di bangku penumpang bagian belakang. Sedangkan Ansel masuk ke dalam mobil setelah memasukkan semua barang belanjaan istrinya ke dalam bagasi.
"Kau belanja apa saja" tanya Luna
"Hanya beberapa" jawab Alina singkat
"Aku melihat banyak paperbag di tangan Ansel. Kau sangat boros" cetus Luna
"Jika Ansel saja tidak keberatan kenapa kau keberatan. Bukankah aku menggunakan uang suamiku sendiri" ucap Alina dengan menaikkan alisnya
Luna menatap Alina dengan kesal dari balik kaca yang ada di depan. Wanita itu membuang muka dan bersedekap dada.
"Tutup mulutmu dan jangan terlalu banyak bicara Luna" ucap Ansel datar
"Ya" ucap Luna penuh penekanan
.
*Like dan Komen*
__ADS_1