
"Kau habis dari mana" tanya Ansel dengan datar
"Bertemu seseorang" jawab Alina santai
"Siapa?"
"Tapi aku tidak bertemu dengannya" ucap Alina
"Oh"
Alina meninggalkan meja makan setelah selesai makan. Masuk ke dalam kamarnya dan membersihkan tubuhnya.
"Siapa yang sedang kau cari Alina" gumam Ansel dengan menatap kepergian istrinya yang bergerak semakin menjauh
Ansel menyelesaikan makannya kemudian menuju ke area kolam renang. Duduk di kursi dengan menatap air kolam yang tampak tenang sambil menyulut rokoknya.
Selesai mandi, Alina memakai baju lengkap dan kembali turun. Mencari keberadaan Ansel dan matanya terhenti saat melihat sosok Ansel yang sedang duduk di kursi sambil menatap kolam.
Alina duduk di samping Ansel. Menoleh ke arah istrinya yang baru saja datang, Ansel langsung mematikan rokoknya.
"Kenapa?" tanya Alina
"Rokok berbahaya untuk ibu hamil" ucap Ansel
"Kau tau dari mana" tanya Alina
"Aku membacanya di sebuah artikel" ucap Ansel. Alina mengulas senyum tipis kemudian ikut menatap ke arah kolam.
Hening sejenak..
"Jika kau mendapatkan masalah katakan padaku. Aku akan membantumu. Ini pernikahan kau sudah menikah denganku. Hargai pernikahan ini dengan kejujuranmu dan keterbukaanmu. Kau tidak akan memberatkan diriku dengan menceritakan semua masalahmu Alina. Aku suamimu itu tanggung jawabku" ucap Ansel
"Dalam sebuah hubungan di butuhkan kejujuran, rasa percaya, dan kesetiaan. Tanpa adanya itu, semuanya akan hancur" lanjut Ansel dengan menatap Alina
Alina menoleh ke arah Ansel. Menatap lekat kedua bola mata itu.
__ADS_1
"Jujur, aku masih menyimpan sebuah keraguan padamu" ucap Alina
"Apa yang kau ragukan padaku? Apa yang bisa aku lakukan agar kau percaya sepenuhnya padaku" tanya Ansel
"Untuk hal itu aku sendiri tidak mengerti. Rasa tidak percaya tapi aku tidak tau tidak percaya terhadap hal apa. Aku bingung dengan perasaanku sendiri Ansel" ucap Alina
"Jalani semuanya dengan baik. Ikuti saja alurnya bagaimana nantinya. Aku yakin seiring berjalannya waktu rasa tidak percaya itu akan hilang" ucap Ansel meyakinkan dengan tersenyum lembut
"Boleh aku bertanya" tanya Ansel
"Tanyakan saja. Kau berhak bertanya apapun itu" ucap Alina
"Tapi aku masih butuh ijinmu"
"Hm baiklah kau tadi habis dari mana" tanya Ansel
"Tentu saja tidak mungkin kau tidak tau" ucap Alina
"Aku tau semuanya. Tapi yang aku butuhkan bukan apa yang aku tau tapi kejujuran dari mulut istriku sendiri" ucap Ansel lembut
"Siapa?" tanya Ansel
"Ja.." Sebuah panggilan masuk ke dalam ponsel Alina. Dahi Alina mengernyit saat nama Raisa tertera sebagai ID penelfon
"Sebentar" Alina menjawab panggilan dari asistennya itu
"Ada apa" tanya Alina
"...."
"Apa yang kau katakan"
"...."
"Sial siapa yang berani bermain main denganku" ucap Alina. Wajahnya mulai menegang
__ADS_1
"Aku akan mengurusnya" ucap Alina dan menutup sambungan telepon secara sepihak
"Ada apa"
"Ada yang berani bermain main denganku. Dia berniat untuk menghancurkan perusahaanku" ucap Alina
Ansel yang mulutnya terbuka hendak mengucapkan sesuatu langsung terdiam saat panggilan masuk ke dalam ponselnya.
"Untuk apa kau menghubungiku" sentak Ansel langsung
"Hahah Ansel Ansel kau itu bodoh. Dibutakan oleh cinta hingga kau lupa segalanya" ucap Jack
"Apa maksudmu"
"Kau lihat bagaimana aku meneror istri kesayanganmu itu" ucap Jack dengan tertawa terbahak bahak
"Kau yang akan tersiksa dengan sendirinya Ansel"
"Apa hubunganmu dengan nona M itu" tanya Ansel
Tut..
Jack memutuskan sambungan secara sepihak membuat Ansel mengumpat kesal
"Ada apa" tanya Alina
"Ternyata Jack yang meneror dirimu" ucap Ansel
"Dan kau tidak tau?" tanya Alina
"Entahlah aku sendiri bingung dalam hal ini aku sulit menemukan siapa peneror itu yang ternyata Jack. Aku selaku tau apa yang dia lakukan. Tapi kali ini tidak. Dia bermain api denganku" ucap Ansel geram
.
*Like dan Komen*
__ADS_1