Istri Pertama Atau Kedua (?)

Istri Pertama Atau Kedua (?)
7.


__ADS_3

"Alina" panggil Ansel dengan suara pelan.


Kedua tangannya sudah di pegangi oleh para pengawal Alina. Tatapan Ansel menyorot memindai wajah Alina dengan intens.


"Berikan aku waktu sebentar saja" pinta Ansel.


"Katakan" ucap Alina.


"Aku akan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan" ucap Ansel.


"Maksudmu" tanya Alina dengan bersedekap dada.


"Aku akan menikahimu" ucap Ansel.


"Gak perlu" Bayangan menikah sama sekali tidak ada dalam mimpi Alina. Wanita itu ingin fokus dengan karirnya. Bergelut dengan semua pekerjaannya adalah kesenangan baginya.


"Why?"


"Aku tidak ingin menikah" Alina melengos masuk ke dalam kamarnya yang ada di lantai dua.


"Pergi" sentak salah satu pengawal Alina


Ansel berjalan keluar dengan langkah lesu. Kakinya masih mengucurkan darah segar namun seolah sudah mati rasa Ansel membiarkan lukanya begitu saja.


Ansel masuk ke dalam mobilnya dan mengendarai menuju sebuah gedung. Pria itu menuju perusahaannya.


Di tengah tengah perjalanan, Ansel masih fokus dengan menyetirnya. Namun pria itu menyadari sesuatu yang aneh. Ansel melirik ke arah spion. Dan benar. Ada seseorang yang tengah mengikutinya.


Ansel mempercepat laju mobilnya dan mobil yang ada di belakangnya pun ikut mempercepat kecepatan. Ansel membelokkan mobilnya secara mendadak saat ada tikungan.


Citt


Dor


Sebuah tembakan lolos dan hampir saja mengenai ban mobil Ansel. Namun Ansel berhasil menghindarinya.


Dor


Dor

__ADS_1


Dor


Citt


Citt


Tembakan bertubi tubi terjadi secara mendadak. Hampir saja dirinya celaka oleh tembakan tembakan itu.


"Mari kita bermain sebentar" Ansel tersenyum licik.


Pria itu memutar setirnya hingga mobilnya berbalik arah secara cepat. Kini mobil mereka saling berhadapan. Ansel berhenti sejenak. Menatap musuhnya dengan intens. Satu alis Ansel naik dan tersenyum tersungging.


Rupanya ada dua mobil yang membuntutinya. Ok mari kita buat mereka hancur. Ansel menginjak pedal gasnya dan dengan kecepatan yang sangat tinggi Ansel melajukan mobilnya.


"Apa yang dia lakukan" tanya musuh Ansel


"Apa dia akan menabrak kita"


"Mundur mundur" Perlahan musuh Ansel memundurkan mobil mereka. Namun kalah cepat. Ansel sudah berada di hadapan mereka.


Brak


Brak


Dua mobil tersebut terguling dan terbalik. Ansel melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda. Tanpa perduli dengan nasib musuhnya.


Hanya dalam waktu sepuluh menit Ansel sampai di perusahaan yang ia miliki. Pria bertubuh tegap itu masuk ke gedung pencakar langit tersebut.


Beberapa karyawan yang melewati dirinya menundukkan badannya. Ansel menunggu beberapa saat agar pintu lift terbuka.


Sebuah pesan masuk membuat pandangan Ansel menoleh. Mata Ansel langsung menajam. Wajahnya memerah karena menahan marah.


"Jadi dia yang berani bermain main denganku" ucap Ansel geram


"Tunggu pembalasanku" Ansel kembali keluar dari perusahaan itu dan menuju suatu tempat.


Dengan kecepatan tinggi Ansel menembus jalanan kota yang tidak ramai. Membuat Ansel menjadi lebih leluasa untuk kebut kebutan.


Citt

__ADS_1


Sebuah gedung basecamp dari sebuah kelompok ada di hadapannya. Banyak sekali pengawal yang berjaga dengan sangat ketat.


Ansel berjalan masuk namun dirinya langsung di hadang oleh beberapa pengawal.


"Untuk apa kau kesini"


"Mau nyari mati" ucap Ansel santai.


"Heh!! Dasar gila" ucap pengawal tersebut.


**Bug


Bug**


Dalam sekali gerakan Ansel mampu melumpuhkan dua manusia yang menghalangi dirinya.


Ansel kembali masuk dan terlihat sekali basecamp tersebut hampir sama dengan sebuah club malam.


"Jack!!" teriak Ansel marah mencari sosok yang sekarang menjadi incarannya.


"Keluar kau!!"


"Jangan jadi pengecut"


Seorang pria keluar dari sebuah ruangan dan langsung menghajar Ansel dari arah belakang. Namun Ansel tetap bertahan dan membalas serang pria yang bernama Jack itu.


"Mau apa kau kesini" tanya Jack


"Menghabisimu" ucap Ansel penuh penekanan


Bug


Sebuah pukulan melayang di perut Jack membuat pria itu memuntahkan cairan dari dalam mulutnya karena pukulan yang sangat kuat dari Ansel itu.


"Apa maksudmu"


"Maksudku...."


.

__ADS_1


*Like dan Komen*


__ADS_2