Istri Pertama Atau Kedua (?)

Istri Pertama Atau Kedua (?)
79.


__ADS_3

Alina berjalan keluar dari area perusahaannya. Berjalan dengan tenang dan anggun. Menuju basement tempat bawahannya memarkirkan mobilnya yang ia minta tadi. Mengandalkan Chen untuk mengantar jemput dirinya itu akan sangat lama.


"Mphhhh" Seseorang membekap mulut Alina dari belakang. Sontak hal itu membuat Alina terkejut.


Obat bius yang di berikan di kain itu berhasil membuat Alina pingsan dan jatuh terkulai lemas.


"Ayo kita bawa ke mobil" Salah satu dari mereka mengangkat tubuh Alina dan membawanya ke mobil.


.


Sedangkan di kantor Ansel, Chen yang berusaha fokus sedari tadi konsentrasinya kembali buyar.


Chen menyugar rambutnya ke belakang dan mengusap wajahnya gusar.


"Ada apa ini. Aku merasa ada sesuatu yang tidak beres pada Alina" ucap Chen


Entah kenapa sedari tadi perasaannya tidak enak. Membuat konsentrasinya buyar seketika. Pekerjaannya terbengkalai semuanya.


Chen meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Alina. Dan hasilnya panggilannya tidak di jawab oleh wanita itu membuat Chen semakin khawatir.


Menyambar kunci mobilnya dan melirik ke arah jam tangannya. Satu jam lagi adalah jam pulang. Jangan sampai dirinya telat menjemput Alina. Berjalan setengah berlari Chen melangkah meninggalkan ruangannya.


"Tuan Chen ini ada berkas..." ucap bawahan Chen.


"Taruh saja di ruanganku" perintah Chen dan langsung masuk ke dalam lift.


Keluar dari dalam lift sambil mencoba menghubungi Alina. Mengendarai mobilnya keluar dari area perusahaan Ansel dan menuju perusahaan milik Alina.

__ADS_1


Dengan kecepatan tinggi Chen mengemudi mobilnya hingga hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja untuk sampai di kantor Alina.


Chen langsung masuk ke dalam lift dan menuju lantai ruangan Alina. Mendekati Raisa yang hendak pulang.


"Dimana Alina" tanya Chen


"Mphh apa kau suaminya?" tanya Raisa yang memang sama sekali belum mengetahui wajah suami Alina.


"Bukan.. Aku hanya asisten dari suami Alina" ucap Chen


"Oh"


"Kau tau dimana Alina" tanya Chen lagi


"Bukankah sudah pulang" ucap Raisa


"Beberapa puluh menit yang lalu dan mungkin saat ini sudah sampai" Chen mengambil ponselnya dan menghubungi Butler Frans


"Ya tuan"


"Apa Alina sudah sampai" tanya Chen


"Tidak ada nona Alina tuan" ucap Butler Frans


"Astaga" Chen mengusap wajahnya kasar. Kemana Alina? Bagaimana bisa menghilang begitu saja bukankah tadi dirinya sudah meminta untuk menunggu dirinya.


"Bisa kita cek CCTV?" tanya Chen

__ADS_1


"Silahkan di ruanganku bisa" ucap Raisa dan mengajak Chen masuk ke dalam ruangannya.


Chen mengotak atik komputer Raisa dan mengecek seluruh camera pemantau yang terpasang di perusahaan ini.


Menatap ke arah Alina yang keluar dari area perusahaan dan menuju basement membuat perhatian Chen teralih ke camera pemantau di basement.


"Siapa mereka" ucap Chen dengan tatapan mata menajam saat melihat Alina di culik


"Apa yang harus aku katakan pada Ansel nanti" Chen menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Apa ini ulah Jack" gumam Chen


"Apa yang terjadi" tanya Raisa


"Alina di culik. Kau jangan katakan pada siapapun paham?" ucap Chen dan Raisa mengangguk


"Aku akan mencarinya" ucap Chen dan berdiri


"Aku ikut"


"Gak perlu kau akan menyusahkan saja nantinya" ucap Chen dan berjalan keluar begitu saja


"Terima kasih" ucap Raisa dengan senyum paksa menyindir Chen yang tidak tau terima kasih sama sekali. Padahal dirinya sudah membantu pria itu.


.


*Like dan Komen*

__ADS_1


__ADS_2