Istri Pertama Atau Kedua (?)

Istri Pertama Atau Kedua (?)
88.


__ADS_3

"Bagaimana keadaannya dok" tanya Chen saat seorang dokter keluar setelah memeriksa keadaan Ansel


"Saat ini kondisinya masih kritis dan membutuhkan donor darah karena tusukan itu membuatnya kehilangan banyak darah" ucap dokter menjelaskan


"Ambil darahku" ucap Chen


"Darahku dan dia cocok" lanjut Chen


"Baiklah silahkan ikut saya" ucap dokter itu


Chen berjalan mengekor di belakang dokter tersebut.


***


Perjalanan beberapa jam di udara akhirnya jet pribadi Alina mendarat dengan sempurna di lapangan lepas landas bandara Amerika.


Para pengawal telah menyambut kedatangan dirinya. Alina masuk ke dalam mobil. Alina menunjukkan sebuah alamat mansion Ansel pada sopirnya. Dia tidak akan membuang waktu yang lama.


Perjalanan dari bandara menuju mansion Ansel memakan waktu satu jam dengan kecepatan sedang. Alina keluar dari dalam mobil dan mendekati ke area pagar. Ada banyak pengawal disana.


"Aku ingin masuk" ucap Alina datar

__ADS_1


Para pengawal saling berpandangan. Mereka tidak lupa jika Alina adalah istri dari atasannya.


"Kalian tidak lupa kan jika aku adalah Nyonya Raharga" ucap Alina sedikit kesal karena tak mendapatkan jawaban apapun


"Atau kalian minta di pecat. Sekarang buka pagarnya!!" bentak Alina dan kembali masuk ke dalam mobilnya.


Perlahan pagar tersebut terbuka dan mobil milik Alina berjalan masuk. Berhenti di depan pintu utama Alina turun dari dalam mobil. Masuk ke dalam mansion itu membuat perhatian para pelayan terpusat pada dirinya.


"Aku ingin kalian semua keluar" teriak Alina


"T-tapi..."


"Aku ingin kalian keluar. Dan silahkan masuk kembali setelah aku mengijinkan" ucap Alina


Tak membutuhkan waktu lama pintu lift kembali terbuka. Alina melangkahkan kakinya keluar dan pandangannya langsung tertuju pada sebuah ruangan yang ada di depan kamarnya.


Melangkah dengan pelan mendekati pintu ruangan itu. Memasukkan code yang masih sangat dia hafal. Membuka pintu tersebut dan masuk setelah itu menutup pintu dengan rapat.


Ruangan itu masih tampak sama saat dirinya masuk ke dalam sini. Berisi koleksi senjata api milik Ansel.


Alina bersedekap dada. Pasti ada sisi lain dari ruangan ini. Mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan. Tatapannya terhenti pada sebuah laptop yang ada di atas meja.

__ADS_1


Berjalan mendekati meja itu dan duduk di kursi. Tangannya mulai tergerak mengotak atik laptop milik Ansel itu yang ternyata di password juga. Namun hanya dalam waktu beberapa menit saja Alina berhasil membobolnya.


"Mungkin ini" ucap Alina dengan menaikkan salah satu alisnya


Alina mengetikkan sesuatu dan bersedekap dada menunggu hasilnya. Dan benar ruangan itu berubah dari sebelumnya.


Alina berdiri dan beranjak mendekati satu hal yang menjadi pusat perhatiannya. Meraih satu buku yang tampak sangat besar berukuran dua meter kali dua meter membuat Alina sedikit kualahan dan menjatuhkan buku itu.


"Buku macam apa ini" Alina membuka sampul buku itu dan terlihat sebuah foto pernikahan.


"Pernikahan siapa ini?" guman Alina kemudian membuka halaman kedua.


Tampak foto Bramasta yang masih muda berdiri dengan gagah sambil memamerkan jam tangan mahalnya.


"Papa" gumam Alina dengan dahi mengernyit masih tak paham dengan semuanya.


Membalik halaman selanjutnya ada foto seorang bayi dan bertuliskan Ansel Ashraf Raharga.


"Ini Ansel?" ucap Alina bertanya tanya seorang diri.


.

__ADS_1


*Like dan Komen*


__ADS_2