
"Ansel" panggil Bramasta
"Ya?"
"Kau akan kembali?" tanya Bramasta
"Tentu"
"Baiklah"
"Jangan lupakan surat itu" ucap Bramasta
"Tentu saja" Ansel merapikan pakaiannya yang ada di dalam koper
"Aku akan pulang untuk mengambilnya dan akan aku berikan pada papa" ucap Ansel
"Tiga hari lagi papa akan terbang ke London untuk mengambil suratnya" ucap Bramasta
.
Chen mengambil ponselnya yang ia simpan di dalam saku celana dan menghubungi Ansel
"Ya Chen"
"Cepalah kembali istrimu di culik" ucap Chen dan langsung mematikan sambungan telepon
Chen melesat keluar dari dalam lift dan menatap ke arah langit. Sebuah helikopter masih berada tidak jauh.
"Sial! Aku terlambat" umpat Chen kesal.
"Hahahah Chen Chen kau itu bodoh" ucap Jack
"Yang bodoh itu kau!! Dengan menculik Alina sama saja kau mencari mati" ucap Chen
"Oh ya" Jack bersedekap dada dengan menatap Chen
Chen memutar kunci mobil yang ia pegang sambil menatap Jack tajam.
"Kau tidak tau siapa yang kau culik" ucap Chen setengah berbisik sambil memajukan wajahnya mendekati Jack
"Aku tidak perduli" ucap Jack enteng dan berbalik badan hendak pergi
Brak
__ADS_1
Chen menendang Jack dari arah belakang hingga pria itu menabrak pintu.
"Sialan" umpat Jack dan menatap Chen dengan emosi
"Kenapa?"
"Kau menjadikan Alina sebagai tawanan maka kau lah yang akan kami jadikan sebagai tawanan" ucap Chen
"Heh!! Kau pikir dia perduli soal kematianku?" tantang Jack
"Kau tau jika dia tidak perduli pada kematianmu kenapa kau masih bekerja sama dengannya" ucap Chen
"Aku fikir kau pintar Jack" ucap Chen dengan senyum tersungging
"Karena dia memiliki dendam yang sama dan pada orang yang sama denganku" ucap Jack kemudian pergi
"Dendam?"
"Dendam apa yang di maksud Jack" gumam Chen kemudian pergi dari markas Jack.
Mengendarai mobilnya memecah jalanan kota menuju mansion Ansel. Tak membutuhkan waktu lama untuk ia sampai di mansion itu. Melangkah masuk dan menemui Butler Frans.
"Tuan" sapa Butler Frans
"Apa? Bagaimana bisa tuan" tanya Butler Frans
"Dia di culik di perusahaannya. Dan aku telat sampai disana" ucap Chen
Sedangkan di Sydney setelah mendengar kabar jika Alina d culik, Ansel langsung menuju bandara untuk kembali ke London.
"Kau akan kemana" tanya Luna sambil mengejar langkah Ansel
"Kembali ke London" jawab Ansel
"Menemui istrimu itu?" tanya Luna membuat Ansel menghentikan langkahnya dan menatap Luna yang berdiri di sampingnya
"Iya"
"Bukankah kau berjanji akan kembali besok" ucap Luna
"Hari ini aku harus pulang" ucap Ansel
"Dia memaksamu pulang? Iyakan!!" tuduh Luna
__ADS_1
"Tidak. Alina saat ini di culik" ucap Ansel
"Itu bagus" ucap Luna
"Luna!!" sentak Ansel
"Kenapa kau menyentakku? Apa aku salah?" tanya Luna
"Jaga ucapanmu" ucap Ansel tak suka
"Aku tidak menginginkan dia" ucap Luna
"Tidak ada yang perduli kau menginginkan Alina atau tidak" ucap Ansel
"Tapi Ansel..."
"Sesuai kesepakatan dan kau menyetujui tapi kenapa sekarang kau mengingkarinya sendiri" ucap Ansel
"Aku berubah pikiran"
"Heh!! Hanya karena hal itu? Kau gila Luna" ucap Ansel dan melanjutkan langkahnya
"Ansel!! Tunggu" teriak Luna dan mengejar langkah Ansel
"Masukkan koperku" perintah Ansel pada pengawal yang ada disana
"Jangan" cegah Luna
"Masukkan saja!! Turuti perintahku" ucap Ansel
"Ansel" rengek Luna
"Luna sudahlah aku sudah memenuhi permintaanmu bukan" ucap Ansel
"Lalu bagaimana kau menjalankan kewajibanmu"
"Itu semua kau yang menginginkan bukan aku" ucap Ansel dan langsung masuk ke dalam mobil
"Ansel!! Ansel!!" Luna mengetuk ngetuk kaca mobil Ansel namun tetap di hiraukan oleh pria itu
"Kau jahat Ansel" teriak Luna setelah mobil itu melaju meninggalkan mansion
.
__ADS_1
*Like dan Komen*