Istri Pertama Atau Kedua (?)

Istri Pertama Atau Kedua (?)
73.


__ADS_3

Seusai makan malam, Alina langsung naik ke lantai atas dan masuk ke dalam ruang kerja Ansel.


"Astaga pintunya di kunci" gumam Alina


Alina menatap ke arah sekitar. Matanya menyipit saat melihat ada sebuah camera yang menyorot ke arahnya.


Alina melepaskan genggamannya pada handle pintu dan masuk ke dalam kamar. Menutup pintu kamar dan berjalan mondar mandir sambil menggigit ujung kukunya.


"Apapun dan bagaimana pun caranya aku harus tau ada rahasia apa yang di sembunyikan dariku" ucap Alina


Duduk di tepi ranjang dan meraih ponsel miliknya. Mencoba menghubungi nomer Ansel dan tetap tidak tersambung juga.


"Kau kemana? Kenapa menghilang selama beberapa hari" ucap Alina


Alina beralih ke salah satu nomor anak buahnya. Menghubungi bawahannya itu.


"Cari tau informasi tentang Ansel Raharga di Sydney" ucap Alina


"Tuan Raharga?" tanyanya


"Tentu saja. Cari tau soal dia apa yang dia lakukan di Sydney besok harus ada informasi yang ku terima" ucap Alina dan menutup sambungan telepon.


Alina meletakkan ponselnya ke atas nakas dan masuk ke dalam selimut. Menatap ke arah samping dimana seharusnya disitu ada Ansel.


"Ada apa di balik pernikahan kita" gumam Alina


"Aku yakin ada sesuatu yang tidak beres" ucap Alina


Setelah beberapa jam sulit tidur akhirnya Alina bisa terlelap dan masuk ke dalam alam mimpinya.


.

__ADS_1


"Bagaimana keadaannya Butler Frans"


"Nyonya baik baik saja" ucap Butler Frans


"Ah baiklah jika ada sesuatu yang terjadi segera hubungi aku" ucap Chen yang menghubungi kepala pelayan itu di tengah malam hanya untuk menanyakan kondisi Alina saat ini


"Jangan sampai ada orang asing yang masuk ke dalam mansion" ucap Chen memperingati


"Siap tuan"


Panggilan terputus


Chen beranjak dari sofa dan berjalan menuju balkon kamarnya. Menatap langit yang sangat indah. Bulan dan bintang bersinar indah.


"Apa yang gue lakukan" gumam Chen


"Gue tau ini salah. Tapi aku juga tidak bisa merubahnya. Aku tidak ingin ini" ucap Chen dengan mengusap wajahnya kasar.


"Halo Ansel"


"Halo Chen" sapa dari balik sana


"Luna?" ucap Chen terkejut


"Kau mengenali suaraku ternyata" ucap Luna


"Apa yang kau lakukan di kamar Ansel dimana dia" tanya Chen


"Ada dia sedang berada di kamar mandi" ucap Luna santai


"Kau apa kabar" tanya Luna

__ADS_1


"Gausah basa basi" ketus Chen


"Ayolah Chen" ucap Luna dengan terkekeh pelan


"Hentikan sandiwaramu Luna aku sudah muak dengan dirimu" ucap Chen dan hendak menutup sambungan telepon


"Eitss jangan di matikan dulu. Jika kau berani mematikan panggilan ini Ansel tidak akan kembali ke London" ancam Luna


"Apapun yang terjadi Ansel pasti akan kembali ke London. Istrinya ada di sini dan itu tidak mungkin Ansel tidak kembali" ucap Chen tidak mempan dengan ancaman dari Luna


"Huh aku merindukanmu"


"Tapi aku tidak" ucap Chen ketus


"Kenapa kau berubah" tanya Luna


"Aku bukan Chen yang dulu Luna. Ingat itu!!" ucap Chen mempertegas


"Siapa Luna" tanya Ansel yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi dan melihat Luna sedang asik telfonan menggunakan ponsel miliknya.


"Chen, asisten kamu" ucap Luna ketus dan memberikan ponsel itu pada pemiliknya


"Ada apa Chen" tanya Ansel


"Kau habis mati berapa lama" tanya Chen langsung


"Apa maksudmu"


.


*Like dan Komen*

__ADS_1


__ADS_2