
"Nona muda" sapa seorang wanita sambil menyeret koper miliknya mendekati Alina yang tengah sibuk memainkan ponselnya dengan koper berdiri di sisinya.
"Raisa" Alina menoleh menatap Raisa. Akhirnya asistennya itu datang juga.
"Saya menunggu nona dia sebelah sana dan ternyata nona muda ada disini" ucap Raisa
"Hm" Alina menyeret kopernya menuju sebuah kursi. Masih ada waktu satu jam untuk keberangkatannya.
Masih sibuk dengan ponselnya namun tiba tiba perutnya terasa di aduk aduk. Alina menutup mulutnya. Dengan cepat wanita itu berlari menuju toilet yang terletak tak jauh dari tempat duduknya. Raisa yang merasa ada sesuatu yang aneh pada Alina langsung mengejar atasannya itu sambil menyeret dua koper. Miliknya dan juga milik Alina.
"Nona muda" panggil Raisa panik saat melihat Alina muntah muntah.
"Nona mual lagi?" tanya Raisa
"Kenapa nona tidak periksa saja ke dokter? Mungkin ada sesuatu yang salah dengan pencernaan anda" ucap Raisa khawatir
"Berhenti bicara dan bantu aku" sentak Alina membuat Raisa sedikit terkejut karena Alina juga menggebrak wastafel yang di lapisi oleh marmer indah.
Raisa dengan gerakan panik langsung mencari minyak angin. Dirinya semakin di landa kebingungan saat ternyata minyak angin itu tidak ada di dalam tas nya.
"Kau bawa minyak angin" tanya Alina
Raisa semakin panik. Gerakannya semakin kacau. Tangannya bergetar dan takut menjawab pertanyaan Alina
"Apa kau membawa minyak anginnya Raisa" tanya Alina. Kali ini nada bicaranya sudah naik satu oktaf.
"Nona muda... mm.. bi.." ucap Raisa gugup
"Katakan dengan jelas.. hoek" Alina kembali memuntahkan isi perutnya lagi. Kepala Alina mulai pusing.
__ADS_1
"Dimana Raisa" tanya Alina dengan nada sedikit membentak. Dia benar benar butuh benda itu untuk saat ini.
"Maaf nona tapi sepertinya aku lupa membawanya" ucap Raisa dengan bibir yang sudah memucat
"Sial!!" umpat Alina kesal
"Cari di dalam koperku. Seingatku aku membawanya" ucap Alina dengan menunjuk kopernya
Raisa membuka koper milik Alina. Mencari sesuatu yang saat ini sedang sangat di butuhkan oleh atasannya itu.
Mengobrak abrik isi koper itu. Menemukan sebuah benda berukuran kecil. Senyum Raisa mengembang seketika.
Dengan cepat Raisa memberikan minyak angin yang ada di tangannya pada Alina. Alina langsung menyambar minyak angin itu. Menghirup aroma minyak angin tersebut yang sedikit membuatnya rileks. Mengoleskan minyak angin itu ke beberapa titik tubuhnya.
Merasa sedikit lega Alina bersandar pada wastafel. Menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan.
Alina mengangkat tangannya dan mengangguk menandakan jika dirinya baik baik saja.
"I'm ok" ucap Alina
"Syukurlah" Raisa terdiam. Dia mengingat sesuatu.
"Ah iya aku lupa. Aku meletakkan minyak anginnya di dalam koper" Raisa membuka koper miliknya dan mengobrak abrik isinya hingga menemukan minyak angin.
"Nona saja yang bawa mungkin nona akan membutuhkannya" ucap Raisa
Alina hanya mengangguk. Wanita itu memegangi pelipisnya karena rasa pusing sedikit meyerangnya.
"Sebentar lagi jam keberangkatan" ucap Raisa mengingatkan
__ADS_1
Alina menatap jam tangan miliknya. Benar. Tinggal beberapa menit lagi pesawat yang akan mereka tumpangi akan berangkat.
Alina melangkah keluar dari dalam toilet sambil menyeret koper miliknya. Membiarkan Raisa mengekor di belakangnya sambil membawa kopernya sendiri.
"Nona" panggil Raisa dengan nada panik
Alina menoleh. Ada apa lagi. Kenapa wajah Raisa tampak panik.
"Ada apa" tanya Alina
"Pasporku" ucap Raisa yang baru menyadari jika dia meninggalkan paspornya di dalam kamarnya
"Ada apa dengan paspor mu" tanya Alina
"Aku meninggalkannya di dalam kamar" ucap Raisa dengan nada takut
"Astaga Raisa lalu sekarang bagaimana" ucap Alina
"Mungkin nona saja yang kesana dan dalam waktu satu minggu lagi aku akan menyusul aku baru mengingat ada hal yang belum aku selesaikan" ucap Raisa
Alina menghela nafas panjang. Oh astaga ada saja. Sebentar lagi mereka harusnya sudah berangkat.
"Baiklah aku menunggumh disana satu minggu lagi" ucap Alina datar dan masuk ke dalam pintu keberangkatan
"Maafkan aku nona" teriak Raisa saat Alina sudah cukup jauh dengan posisinya
.
*Like dan Komen*
__ADS_1