Istri Pertama Atau Kedua (?)

Istri Pertama Atau Kedua (?)
56.


__ADS_3

Pagi harinya sinar mentari bersinar cerah menerobos masuk ke celah celah gorden membuat Alina terusik dari tidurnya.


Wanita itu menggeliatkan badannya dan perlahan membuka kedua matanya. Menatap ke arah samping Ansel masih tertidur lelap di sampingnya sambil memeluk dirinya.


Dengan gerakan pelan Alina melepaskan pelukan pria itu namun ternyata Ansel langsung terbangun.


"Maaf terbangun gara gara aku ya" ucap Alina


"Gak" jawab Ansel dengan suara serak khas bangun tidur


Ansel bangun dan mencium pipi istrinya sekilas. Kemudian memeluk Alina kembali dengan posisi duduk sedangkan kepalanya ia letakkan di atas bahu Alina.


"Ayo mandi" ajak Alina


"Hm"


"Ini sudah jam berapa"


"Memang kenapa"


"Papa dan Luna akan kembali. Kita sudah berjanji akan mengantarkan mereka ke bandara" ucap Alina


"Ah iya aku lupa" Bukannya bangun Ansel kembali tidur masih dengan memeluk Alina


"Lepaskan Ansel. Aku akan mandi lebih dulu" ucap Alina


"No!" Ansel langsung terbangun seketika. Dan menatap dua bola mata Alina yang sangat cantik.


Ansel menatap Alina dengan menaik turunkan kedua alisnya menggoda wanita itu.

__ADS_1


"Ada apa"


"Kau pura pura polos sayang" ucap Ansel


"No!! Udah cukup" Alina beranjak bangun dan masuk ke dalam kamar mandi.


Namun saat Alina hendak menutup pintu kamar mandi Ansel langsung menahannya hingga wanita itu kesulitan menutup pintu


"Ansel kita hampir telat"


"Aku tidak perduli"


"Ansel"


"Hm" Ansel masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintu dengan rapat


.


"Ayo sayang nanti kita terlambat" ucap Ansel


"Kau yang membuatku terlambat" ucap Alina kesal


Setelah mengeringkan rambutnya Alina masuk ke dalam walk in closet. Memilih pakaian yang pas untuk dirinya. Tak lama Alina kembali sudah mengenakan pakaian lengkap dan rapi.


"Udah?" tanya Ansel


"Ah sebentar jam tanganku" Alina kembali masuk ke dalam walk in closet dan memakai salah satu jam tangan miliknya


"Ada lagi?"

__ADS_1


"Tas" Alina menyambar tas berwarna hitam kemudian kembali menemui Ansel


"Sudah?"


"Mmm kayanya sih..."


"Udah jangan kelamaan" Ansel menggandeng tangan istrinya dan mengajaknya keluar dari kamar. Masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka ke lantai dasar


Tring


Pintu lift perlahan terbuka lebar. Mereka berdua keluar bersamaan dengan Luna dan Bramasta yang keluar dari lift satunya sambil menyeret koper mereka.


"Ayo cepat kita hampir terlambat" ucap Bramasta dengan melirik ke arah jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.


Beberapa pelayan membawa koper Luna dan Bramasta untuk di masukkan ke dalam bagasi mobil.


Ansel duduk di bangku pengemudi dan Bramasta berada di sebelah Ansel. Sedangkan Alina dan Luna duduk di bangku penumpang belakang.


Ansel mengendarai mobilnya keluar dari area mansion. Menuju ke bandara mungkin memakan waktu sekitar satu jam.


"Ansel cepatlah sedikit" ucap Bramasta yang sudah tidak sabaran


Ansel melirik ke arah istrinya dari kaca yang ada di tengah. Alina hanya mengangguk sambil tersenyum tipis seolah paham dengan pertanyaan yang di berikan Ansel melalui kode mata.


Ansel mempercepat kecepatan mobilnya agar lebih cepat sampai di bandara.


.


*Like dan Komen*

__ADS_1


__ADS_2