Istri Pertama Atau Kedua (?)

Istri Pertama Atau Kedua (?)
91.


__ADS_3

"Kau harus percaya pada Sharnecz" Seorang wanita berusia sama dengan mama Alina keluar.


Ansel menatap kedatangan wanita itu dengan terkejut.


"Ma-ma" ucap Ansel dengan terbata saat melihat wajah yang selama ini hanya bisa ia lihat di foto.


"Ini mama Ansel bukan?" tanya Ansel dan wanita itu mengangguk


Ansel langsung menghambur ke pelukan sang mama dan memeluknya dengan erat dan sangat erat.


"Bramasta sangat licik" ucap wanita itu


Camelia Devflia Raharga sang ibu kandung dari Bramasta.


"Jadi selama ini aku hanya di tipu? Dan di peralat?" tanya Ansel


"Iya. Dan kau beruntung mendapatkan wanita seperti Alina" ucap Camelia


"Aku rindu mama. Aku kira mama dan papa sudah meninggal" ucap Ansel


"Tidak. Kami hanya bersembunyi" ucap seorang pria di belakang Camelia.


Ansel menatap pria itu. Papanya. Seseorang yang tegas dan berwibawa.


"Bramasta akan mendapatkan hukumannya" ucap Camelia dengan senyum sinis

__ADS_1


Menatap layar laptop yang sudah ada di hadapan Sharnecz dan terhubung ke sebuah LCD.


Bramasta dan anak buahnya datang ke mansion Ansel. Menggeleda rumah itu dan mencari sesuatu yang dia inginkan selama ini.


"Berkas penting perusahaan ada disana" ucap Ansel panik


"Apa?" teriak semuanya panik kecuali Alina


"Tenang. Berkas itu palsu" ucap Alina enteng sambil bersandar dan meminum jus yang ada di atas meja.


"Maksudnya?"


"Istrimu ini menyelinap seperti seorang penjahat. Menukar berkas yang asli dan membuatnya yang palsu. Biarkan dia disana. Mencari apa yang dia mau. Tidak akan ada hasil yang dia dapatkan disana" ucap Alina


"Habisi saja dia" sambung Alina saat menatap ada Luna juga disana.


"Aku setuju dengan istriku" ucap Ansel yang sudah sangat marah


"Bagus tinggal kita jalankan"


Setelah melihat Bramasta tertawa mendapatkan apa yang dia mau. Sharnecz menekan tombol hingga mansion megah itu hancur berkeping keping karena bom yang terpasang disana. Butler Frans yang juga salah satu mata mata dari Bramasta pun ikut mati.


"Salah satu istrimu telah mati Ansel. Apa kau tidak ingin berduka" tanya Alina menyindir


"Tidak. Aku akan merayakan pesta untuk itu" ucap Ansel

__ADS_1


Di tipu sedari kecil. Di bohongi dan hanya di jadikan sebagai alat. Sakit. Itu yang di rasakan Ansel. Di hianati oleh orang yang sangat dia percaya.


Ansel duduk di hadapan Alina. Menatap dalam mata istrinya itu.


"Maaf"


"Untuk?" tanya Alina


"Menghianatimu" ucap Ansel


"Tapi kau terlihat sama sekali tidak berduka atas kematian Luna. Untuk apa aku masih sakit hati. Yang kau katakan benar. Semuanya hanya paksaan dari Bramasta" ucap Alina


"Tapi Chen sangat berduka untuk hal itu"


"Kenapa"


"Chen mencintai Luna. Namun dulu di tolak oleh Luna. Hingga bertunangan dengan orang lain dan hampir menikah. Tapi di saat pernikahan dia di tinggalkan dan aku yang di paksa menggantikan posisi calon suaminya. Kemudian aku dan dia bercerai saat aku sudah menikahimu. Dia setuju. Tapi kemudian dia kembali menggangguku. Merengek pada Bramasta untuk kembali menikahinya. Dan dengan alibi balas budi, Bramasta memaksaku kembali menikahi Luna. Itu sebabnya aku berada di Sydney cukup lama karena di tahan oleh Luna dan papanya" ucap Ansel menjelaskan.


"Dimana Chen? Apa dia sudah tau jika..."


"Aku disini. Maaf aku dari tadi mendengarkan pembicaraan kalian. Aku tidak perduli Luna mati atau tidak. Tapi aku bahagia melihat Ansel mendapatkan keluarganya yang utuh" ucap Chen tulus


"Terima kasih"


.

__ADS_1


*Tamat*


__ADS_2