
"Buka pagarnya" perintah Alina
Salah satu pengawal membuka pagar tinggi yang bercat putih itu. Perlahan pagar terbuka dengan sempurna dan tampak sebuah mobil ada di depan.
Alina mengernyit menatap mobil itu. Apa jangan jangan ada yang mengikutinya?
Seorang pria keluar dari dalam mobil itu seketika membuat Alina bernafas lega.
"Ada apa Chen" tanya Alina
"Kau keluar begitu saja aku khawatir jika terjadi sesuatu denganmu" ucap Chen
"Bagaimana kau tau?"
"Butler Frans menghubungiku. Aku memintanya jika kau keluar untuk menghubungi aku karena aku tidak mau kejadian yang sama terulang lagi. Ingat kandunganmu sedang lemah Alina" ucap Chen
Mata Alina membulat seketika. Menepuk dahinya. Oh astaga bagaimana bisa dia melupakan hal itu. Dan tadi? Dirinya melompat dari balkon kamarnya ke balkon ruang kerja Ansel dengan santai. Jika saja dirinya terpeleset sedikit saja maka dirinya bisa jatuh dari puluhan meter itu.
"Ah iya aku mengingatnya" ucap Alina dengan senyum paksa
"Kau yakin? Kenapa wajahmu berubah seperti itu? Kau tidak melakukan hal yang berbahaya kan?" tanya Chen
"Tidak tentu saja tidak aku tadi hanya sedikit berolahraga" ucap Alina
"Itu bagus" ucap Chen
Haha iya bagus kok batin Alina
"Sekarang kau mau kemana" tanya Chen
"Aku mau ke mansion untuk mandi kemudian sarapan" ucap Alina
__ADS_1
"Lalu?"
"Aku akan ke kantor" ucap Alina
"Baiklah nanti aku antar" ucap Chen
"Kau tidak ke kantor?" tanya Alina
"Setelah mengantarkanmu. Tadinya aku sudah berada di depan perusahaan tapi tau jika kau pergi keluyuran aku langsung cepat menyusul dirimu" ucap Chen
"Oh" Alina masuk ke dalam mobilnya begitu juga dengan Chen. Melajukan mobil mereka menuju mansion.
Dalam hitungan menit mereka sampai di mansion Ansel. Alina masuk ke dalam mansion dan menyerahkan kunci mobilnya pada pengawal. Masuk ke dalam kamarnya untuk mandi.
Seusai mandi dan memakai pakaian lengkap dan rapi, Alina turun untuk sarapan. Dan ternyata Chen menunggu dirinya di meja makan.
Menatap ke arah piring kosong yang bertuliskan 'Morning Cantik' dengan menggunakan saus membuat Alina tersenyum.
"Kau yang membuatnya?" tanya Alina dan Chen mengangguk
"Aku lihat sepertinya kau dulu orang yang romantis" ucap Alina
"Tentu. Aku hanya berlaku manis pada orang yang aku cintai saja. Selebihnya aku akan bersikap dingin pada siapapun. Mencintai dengan tulus kemudian mendapat balasan penghianatan" ucap Chen dengan tersenyum getir
"Aku turut sedih untuk hal itu" Alina menyentuh bahu Chen sejenak kemudian memakan sandwich untuk dirinya
"Kau sudah sarapan?" tanya Alina
"Sudah"
"Ok aku tidak akan lama" ucap Alina
__ADS_1
"Apa semalam kau menghubungi Ansel?" tanya Alina
"Dari mana kau tau?" tanya Chen balik
"Hanya menebak" jawab Alina santai sambil mengunyah sandwichnya
"Apa itu benar?"
"Ya. Semalam aku berhasil menghubungi Ansel"
"Bagaimana kabarnya" tanya Alina datar sambil menegak susunya setelah menghabiskan sandwich
"Dia terdengar baik"
"Oh" Alina memakai jas kerjanya dan menyelempangkan tasnya
"Kau tampak dingin mendengar kabar Ansel" ucap Chen
"Lalu aku harus bagaimana" tanya Alina
"Masuk saja ke mobilku" ucap Chen dan membukakan pintu untuk Alina. Beralih ke sisi lain dan masuk.
"Seharusnya kau senang" ucap Chen menjawab pertanyaan Alina yang tadi
"Atas dasar apa" tanya Alina dengan menoleh menatap ke arah Chen.
"Kau marah?"
"Untuk apa?"
"Tidak aku hanya bertanya" ucap Chen dan mengendarai mobilnya keluar dari area mansion.
__ADS_1
.
*Like dan Komen*