Istri Pertama Atau Kedua (?)

Istri Pertama Atau Kedua (?)
87.


__ADS_3

"Jack!!!" teriak Alina dari atas helikopter membuat Jack mendongak termasuk Ansel dan Chen.


Ansel tersenyum melihat kedatangan istrinya namun senyumnya perlahan surut saat melihat ada seorang pria yang menemani Alinanya itu.


Perlahan helikopter mendarat dan Alina langsung meloncat turun.


"Hai Alina" sapa Jack dengan senyum tersungging


Menatap suaminya yang berjarak cukup jauh dari posisinya sekarang. Ansel tengah menatap dirinya dengan sorot mata penuh kerinduan.


"Lihat ini Alina" teriak Jack dengan mengalihkan pandangannya pada Ansel


Alina menoleh menatap ke arah Ansel. Seorang pria yang merupakan anak buah Jack berjalan mendekati suaminya itu. Entah apa maksud dan tujuannya.


"Ansel awas" teriak Alina


Namun terlambat.


Jleb


Pisau yang di sembunyikan oleh anak buah Jack itu menghunus punggung Ansel hingga mengeluarkan darah segar. Chen membulatkan matanya seketika saat melihat Ansel terluka.


"Bangsat" umpat Chen dan langsung menyerang anak buah Jack itu.


"Kau jangan tertipu dengan cinta Ansel Alina!! Dia menikahimu hanya karena ingin balas dendam" teriak Jack


Alina mendengarkan itu namun menghiraukannya. Berlari ke arah Ansel yang perlahan tubuhnya luruh ke bawah.

__ADS_1


"Ashhh" ringis Ansel


Arkhem menatap tajam ke arah Jack. Jadi pria itu memanfaatkan dirinya untuk balas dendam pada Ansel.


Lutut Ansel melemas dan tubuhnya luruh ke bawah. Alina langsung menahan tubuh Ansel dan memeluknya. Melihat tangannya yang di penuhi dengan darah suaminya.


"Chen" panggil Alina


Chen berhenti menghajar anak buah Jack dan menoleh ke arah Alina.


"Hentikan itu Chen sekarang yang terpenting itu Ansel" ucap Alina


Chen segera membawa tubuh Ansel keluar dari arena pertandingan yang terbuka. Ansel bersandar pada bahu istrinya sedangkan Chen menyetir menuju rumah sakit terdekat dengan kecepatan tinggi.


Dendam apa yang di maksud Jack batin Alina dengan menatap Ansel yang pingsan di sampingnya.


Alina berjalan mendekati Chen yang menatap ke arah pintu dan menarik lengannya hingga berbalik.


"Apa?" tanya Chen tak mengerti saat menatap wajah Alina datar


"Dendam apa yang di maksud" tanya Alina


Chen mengalihkan pandangannya tak menatap wajah Alina.


"Katakan Chen!!" teriak Alina menggema di sepenjuru koridor rumah sakit


"Kau bisa mencari taunya di mansion Ansel yang ada di Amerika. Semuanya ada disana di kamar yang ada di lantai lima" ucap Chen mengatakan

__ADS_1


"Kenapa bukan kau yang mengatakan" tanya Alina


"Aku akan salah berucap nantinya. Itu akan bahaya" ucap Chen


Alina menatap Chen dengan tajam kemudian menyambar tas nya yang ia letakkan di atas kursi tunggu.


Berjalan dengan langkah cepat menyusuri koridor rumah sakit sambil menelfon seseorang.


"Siapkan jet pribadiku" ucap Alina singkat dan memutus sambungan telepon


Bertepatan dengan kakinya menginjakkan lantai rumah sakit untuk keluar di saat itu juga Arkhem datang ke rumah sakit.


"Bagaimana keadaan suamimu" tanya Arkhem


"Masih di tangani dokter" jawab Alina singkat dan hendak melanjutkan langkahnya


"Kau akan kemana? Suamimu sedang...."


"Ke luar negeri" jawab Alina singkat kemudian meninggalkan Arkhem


Menghentikan sebuah taksi yang akan mengantarkannya ke bandara. Ada rahasia apa yang di sembunyikan oleh suaminya itu. Akan ia bongkar dengan kebenaran yang akan segera ia ketahui.


Chen mengusap wajahnya kasar. Dasar pernikahan adalah kejujuran. Pernikahan Ansel dan Alina bisa menjadi lebih hancur lagi jika kebohongan itu terus terusan di pendam


"Maafin gue Sel" ucap Chen


.

__ADS_1


*Like dan Komen*


__ADS_2