
"Sekarang katakan padaku kenapa kau mempercepat pernikahan tanpa seizin ku" tanya Alina dengan duduk bersila menghadap Ansel yang ada di hadapannya.
"Aku mandi dulu ok" Ansel mengusap lembut pipi Alina dan berdiri
"Tunggu dulu" Alina menarik tangan Ansel hingga pria itu kembali duduk dengan kasar.
"Jawab pertanyaanku" ucap Alina
"Ok akan aku ceritakan tapi tidak sekarang" ucap Ansel
"Lalu kapan? Besok? Atau taun depan" ketus Alina
"Biarkan aku mandi dulu" ucap Ansel dengan terkekeh pelan
"Yaudah sana. Kamu bau asem" ucap Alina dengan menutup hidungnya
Senyum licik terbit di bibir Ansel. Dengan sengaja pria itu memeluk Alina dengan erat. Sedangkan Alina terus memberontak masih dengan menutup hidungnya.
"Sana!! Kamu bau kecut" ucap Alina dan tertawa
"Oh bau kecut ya" Ansel menggelitiki pinggang Alina hingga wanita itu tertawa menahan geli
"Udah udah!! Udah Ansel" berontak Alina
"Bilang dulu aku masih wangi" ucap Ansel dengan menatap Alina yang berada di dekapannya
"Gamau" ucap Alina kemudian tertawa
"Oh mau lanjut?" tantang Ansel
__ADS_1
"Gak gak!!"
"Kamu masih wangi kok" ucap Alina pada akhirnya
Ansel perlahan melepaskan pelukannya kemudian mengacak rambut Alina sebelum masuk ke dalam kamar mandi.
"Mandi sana biar gak bau asem" teriak Alina saat Ansel sudah benar benar masuk ke dalam kamar mandi
Ceklek
Ansel kembali membuka pintu kamar mandi dan menatap Alina tajam. Sedangkan yang di tatap hanya tertawa puas.
Baru kali ini Alina bisa tersenyum bahkan tertawa. Hanya bersama Ansel dia bisa bebas. Entah kenapa dirinya merasa nyaman saat berada di dekat pria itu.
Alina beranjak turun dari ranjangnya dan keluar dari kamarnya dengan Ansel.
"Dimana kamar keluarga saya" tanya Alina dingin. Kembali lagi ke sifat awal.
"Ada di lantai dua nyonya" ucap pelayan tersebut. Alina menganggukkan kepalanya mengerti.
Alina masuk ke dalam lift dan menuju ke lantai dua untuk menemui keluarganya. Besok mereka akan kembali ke negara asal.
.
Seusai mandi, Ansel keluar hanya dengan menggunakan handuk sambil menggosok rambutnya yang basah.
"Alina" panggil Ansel mencari sosok istrinya namun tidak ia temukan
__ADS_1
Masuk ke dalam walk in closet dan mengganti handuknya dengan pakaian rapi. Keluar dari walk in closet berniat untuk mencari Alina namun ternyata wanita itu sudah masuk ke dalam kamar.
"Kau habis dari mana? Aku mencarimu tadi" ucap Ansel
"Oh tadi aku temuin keluarga aku kan besok mereka harus kembali" ucap Alina
"Aku kira kau kemana" ucap Ansel dan membawa Alina duduk di atas ranjang
"Kau sudah mandi kan sekarang ceritakan kenapa kau mempercepat pernikahan" ucap Alina
"Kau penasaran sekali" Ansel terkekeh pelan.
"Tentu lah kau bilang pada Chen jika kau membatalkan pernikahan dan kau tidak mengatakan apapun padaku" ucap Alina kesal
Ansel hanya terkekeh melihat wajah kesal istrinya. Idenya benar benar gila dengan menculik calon istrinya sendiri dan menikahinya.
"Belum lagi tiba tiba aku di culik dan di bawa ke tempat asing. Mereka mengatakan aku hanya sebagai tamu ternyata aku lah yang menjadi pengantinnya" ucap Alina dengan berkacak pinggang
"Lalu?" tanya Ansel dengan menaikkan salah satu alisnya dengan senyum mengembang
"Lalu lalu kau fikir aku apa hah" Alina mencubit pinggang Ansel cukup keras
"Awsshh" ringis Ansel
"Ternyata istriku bisa jadi kepiting juga ya" ucap Ansel dan terkekeh
.
*Like dan Komen*
__ADS_1