Istri Pertama Atau Kedua (?)

Istri Pertama Atau Kedua (?)
89.


__ADS_3

Alina membalikkan halaman buku itu dan dirinya semakin di kejutkan dengan foto sang mama.


"Mama" ucap Alina


Foto mama Alina yang masih muda dan sangat cantik itu terpampang jelas.


"Apa maksud semua ini" tanya Alina


Alina mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi sang mama. Beberapa panggilannya tertolak dengan sendirinya namun Alina tak pantang menyerah. Hingga ke panggilan yang ke sepuluh, panggilan Alina terjawab.


"Ada apa sayang"


"Ma aku mau tanya sesuatu tapi mama haus jawab jujur" ucap Alina


"Ya?"


"Mama mengenal Ansel sebelumnya?" tanya Alina


"Ansel? Suamimu?"


"Iya"


"Tidak" jawab Sharnecz jujur


"Jika Ansel Asrhaf Raharga?" tanya Alina menyebutkan nama yang ada di bawah foto bayi


Seketika hening


"Ma" panggil Alina


"Tanyakan pada suamimu apa itu nama dia? Mama akan kesana untuk menjelaskan jika iya" ucap Sharnecz


"Baiklah"


Alina menutup sambungan teleponnya dengan sang mama kemudian membalikkan buku itu. Foto wanita cantik yang sedang berpelukan dengan mamanya seperti seorang sahabat.


"Ada apa ini" ucap Alina frustasi tak paham dengan semuanya


Alina dengan sedikit susah mengembalikan buku besar itu hingga sesuatu terjatuh di kakinya.

__ADS_1


"Liontin?" Alina mengambil liontin itu. Merogoh tas nya dan mengambil liontin yang bentuknya sama yang ia temukan di ruangan Ansel.


Menggabungkan dua liontin itu dan menjadi utuh. Membuka berlian yang menjadi bandul dari liontin keduanya dan menggabungkannya. Terdapat foto wanita yang berpelukan dengan mama nya tadi bersama seorang pria yang cukup tampan.


Alina meninggalkan ruangan itu setelah memastikan kondisinya kembali seperti awal. Turun ke lantai dasar dengan lift. Masuk ke dalam mobilnya dan pergi kembali ke bandara.


Hari ini juga dirinya akan kembali ke London. Tidak perduli siang ataupun malam. Tidak perduli juga lelah atau tidak. Dia akan bertanya setelah Ansel sadar nanti.


Perjalanan udara selama beberapa jam akhirnya Alina kembali ke London. Dan tujuannya kali ini adalah rumah sakit.


"Chen" panggil Alina


"Ya?"


"Gimana Ansel?"


"Dia sudah sadar dan semalam dirinya mencarimu" ucap Chen


Tanpa banyak tanya lagi Alina masuk ke dalam ruangan Ansel. Disambut dengan senyum hangat dari pria itu.


"Boleh aku tanya" tanya Alina


"Aku habis dari Amerika" ucap Alina


"Untuk?"


"Mengungkap rahasia yang kau sembunyikan" ucap Alina


"Maksudnya?"


"Katakan sejujurnya aku akan mendengarkan" ucap Alina


"Sayang apa maksudmu?" tanya Ansel


"Aku tidak menyukai penghianatan Ansel. Sebelum aku marah katakan segalanya padaku" ucap Alina


"Apa yang kau tau" tanya Ansel masih dengan tersenyum lembut


"Atas dasar apa kau menikahiku" tanya Alina

__ADS_1


"Tentu saja karena aku..."


"Dendam" pungkas Alina seketika membuat Ansel terdiam


Senyum Ansel surut seketika dan menatap istrinya.


"Katakan apa yang terjadi dan apa yang kau inginkan" ucap Alina


"Aku minta maaf" ucap Ansel dengan menatap dalam manik mata Alina


"Dulu memang aku ingin mendapatkanmu untuk balas dendam"


"Tapi..."


"Aku terjebak dengan rencanaku sendiri"


"Aku mencintaimu dan lupa dengan semua dendamku" ucap Ansel


"Dendam apa yang kau maksud?"


"Orang tuaku meninggal. Kata papa mereka meninggal karena di bunuh oleh kedua orang tuamu" ucap Ansel


"Bramasta?" tanya Alina


"Ya"


"Jadi dia bukan orang tua kandungmu?" tanya Alina


"Bukan"


"Dan Luna?" tanya Alina dengan menatap datar


"Bukan adik kandungku"


"Ada hubungan apa kau dengan Luna? Aku menemukan kau menyimpan foto Luna" ucap Alina seketika membuat wajah Ansel pucat pasi


.


*Like dan Komen*

__ADS_1


__ADS_2