
Malam harinya Mia memberi tau Davina bahwa ia di terima kerja dan bisa mulai kerja besok, Davina sangat senang mendengar kabar bahwa ia bisa mulai kerja besok, untuk masalah kerja paruh waktu saat ia mulai kuliah pun masih bisa asalkan ia bisa mengatur waktunya.
Pagi harinya Davina yang sudah rapi dengan setelan bajunya dengan rambut yang di kucir kuda dengan poni sebagai pemanisnya, Kulit putih davina membuat ia tidak terlalu banyak berdandan cukup bedak tipis di wajahnya dengan polesan liptin di bibirnya, sungguh penampilan yang sangat sederhana tapi terlihat sangat cantik di tubuh ramping Davina.
"Kamu sudah siap?" Tanya Mia saat melihat Davina keluar kos.
"Sudah mbak" senyum Davina ke arah Mia.
Mereka melangkah menuju jalan raya mencari angkutan umum untuk menghemat biaya tentunya, di perjalanan mereka saling tukar cerita mengenai mereka yang ke kota untuk mencari rezeki, sampai tidak terasa angkot yang bawa mereka sudah sampai di tempat tujuan.
Mia menemani Davina ke ruangan atasannya untuk menerima seragam pelayan restoran, Davina menerima seragam itu dan berdoa di dalam hati semoga hari pertamanya bekerja tidak ada masalah batin Davina.
Restoran yang baru tiga bulan buka itu nampak terlihat masih ramai pengunjung apa lagi saat jam makan siang, Davina sesekali mengelap keringat di dahinya saat mengantar makanan ke meja para pengunjung begitu juga senyuman ramah di bibir Davina tidak pernah luntur.
__ADS_1
Sore hari tiba waktunya Davina dan Mia pulang ke kos kosan mereka, Davina yang sangat senang mendapatkan pekerjaan hari ini sehingga rasa lelah di tubuhnya tidak ia rasakan, yang ada di pikirannya sekarang ia harus semangat bekerja supaya bisa melunasi hutang hutang ke dua orang tuanya dan bisa sukses di kota ini.
***
Hari terus berganti sampai hingga waktu masuk kuliah pun datang hari ini Davina tidak berangkat berkerja dan meminta izin untuk cuti karna hari ini hari pertamanya kuliah. Davina menatap gedung Universitas nya saat ia berada di halaman kampusnya, ini semua seperti mimpi bagi Davina bisa kuliah di universitas ternama adalah sebuah mukjizat baginya untuk bisa menata hidupnya lebih baik lagi, Davina dan beberapa Mahasiswa baru yang rata rata dari kalangan atas berkumpul di halaman kampus untuk Masa pengenalan hari pertama.
Setelah selesai Davina beristirahat di bawah pohon rindang dengan di temani sebotol air mineral yang ia beli di kantin kampus, Davina menatap lalu lalang mahasiswa yang tengah mengobrol bersama teman mereka, sampai seseorang wanita mendatanginya.
"Enggak Mbak hehe"
"Kalo begitu mari kita berteman" Kata gadis itu mengulurkan tangannya "Kenal in namaku sekar"
"Davina,Mbak bisa panggil aku Vina" kata davina menyambut uluran tangan sekar dengan senyuman.
__ADS_1
"Gak usah panggilan Mbak kalik, kayak udah kelihatan tua aja gue" kata Sekar pura pura bete.
"Iyah... Iyah sekar" kata Davina ulang.
"Ngomong ngomong kamu ambil jurusan apa di kampus ini?"
"Ekonomi Mbak, ehh Maksud aku sekar" kata Davina.
"Sama dong, aku juga ambil jurusan ekonomi"kata sekar senang saat ia satu fakultas dengan Davina yang menurutnya baik dan mudah berbaur dengan orang yang baru di kenal. "Emm....Aku lihat lihat kamu bukan dari kota ya?" tanya sekar saat melihat Davina dengan penampilan sederhana tapi terlihat rapi.
***
Like & Vote
__ADS_1