Istri Tuan Casanova

Istri Tuan Casanova
Episode 30


__ADS_3

"Gak usah di kejar yah... wanita sialan seperti itu" kata William dengan sorot mata marahnya.


Eko yang mendengar penuturan sang putra membulatkan matanya saat putranya itu untuk pertama kalinya berbicara kotor, yang keluar dari mulut mungilnya. "William apa yang kamu ucapkan tadi nak? cepat tarik kata kata mu itu..." tegas Eko.


"Tidak yah...." kata William memotong ucapan Eko dengan berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh. "William tidak butuh wanita kotor itu menjadi Mama William"


"William...."


"Apa yah....?" kata William memotong ucapan sang ayah.


"Kalo ayah mempertahankan wanita itu untuk William, maka saat ini juga William minta sama ayah untuk lepas in wanita kotor itu untuk William...." teriak William saat ayahnya itu membentaknya bukan karena marah William berteriak kepada sang ayah, tapi karena Ayahnya itu yang masih tidak mau melepaskan wanita itu.


"Nak..." kata Eko berusaha memegang pundak William tapi putranya itu melangkah kebelakang menolak ia pegang.


"Nak...dengar Ayah..." kata Eko yang kali ini berkata halus berharap putranya itu paham.


"Apapun yang kamu lihat tadi tidak seperti apa yang kamu bayangkan sayang...Mama kamu itu cuma bertemu dengan teman lamanya" kata Eko yang tidak tau harus menggunakan alasan apa lagi untuk membuat putranya itu agar tidak menaruh dendam pada sang Mama.


"Sayang...kamu percayakan sama Ayah?"


"Ayah kenapa harus bohong seperti ini untuk melindungi perempuan kotor itu yah... William bahkan sudah sangat jijik untuk mengakui dia Mama yang ngelahirin William" batin William saat tangan Ayah nya berhasil memegang pundaknya.


"William mau mengantikan Ayah di kantor sampai ayah sembuh" kata William yang mengalihkan topik pembicaraan. "Dan ayah bisa fokus pada pengobatan jantung ayah" lanjutin William.


Eko mantap putra semata wayangnya itu, memang William memiliki otak di atas rata rata, tapi mengingat umur William yang masih kecil membuat Eko hanya diam.


"Ayah percaya sama William, kalo William bisa mengatasi masalah ini, William cuma butuh waktu dan dukungan dari ayah" kata William yang sudah lama ingin membantu ayahnya di kantor saat berita tentang kantornya itu hampir bangkrut tersebar di seluruh kota.


"Tapi nak...."


"Apa ayah meragukan kemampuan William?" tanya William kepada sang Ayah yang membuat Eko hanya diam.

__ADS_1


"Kalo ayah masih meragukan William kasih William waktu satu tahun ya... William rasa waktu segitu tidak terlalu lama untuk membuktikan William bisa" kata William meyakinkan Ayahnya, saat Eko hanya diam.


"Baik...satu tahun... ayah akan memberikan kamu waktu satu tahun, kalo itu yang kamu mau, kamu nantinya akan di bimbing dengan Om Danu, dia yang akan membimbing kamu nantinya" kata Eko yang melihat keseriusan dari sorot mata sayang anak.


Dan saat itu juga William mengantikan posisi sang Ayah di perusahaan Nasution Group. William mempelajari semua dokumen yang di berikan Om Danu dengan sungguh sungguh, Danu sendiri kaget saat melihat William dengan cepat memahami dokumen yang ia berikan, dan William hanya bertanya pun hanya sesekali saat ada hall yang tidak paham, tidak salah kalo William merupakan salah satu murid berprestasi di sekolahnya karena memang otak William begitu cerdas.


Saat William memegang perusahaan sang Ayah, William memutuskan untuk home schooling di rumahnya, karena ia ingin memanfaatkan waktu luang nya untuk mendirikan perusahaan Ayahnya yang hampir saja terjatuh dan membuktikan kepada sang Ayah bahwa dirinya itu bisa dan tentunya membuat sang Mama menyesal telah meninggalkannya dengan sang Ayah hanya demi uang.


Hari berganti minggu, minggu berganti bulan sampai akhirnya sudah satu tahun berlalu William memegang perusahaan sang Ayah, Eko yang melihatkan hasil kerja anak nya selama satu tahun ini di buat kaget, saat melihat perusahaannya yang berada di ujung tanduk itu perlahan mulai merangkak naik secara perlahan.


Dan suatu hari Eko di buat terdiam seribu bahasa saat melihat sang putra memimpin sebuah miteeng besar untuk pertama kalinya dengan beberapa orang yang ingin mencabut sahamnya dari perusahaannya. Bukan hanya Eko kelima orang pemegang saham yang ingin mencabut saham mereka dari Nasution Group di buat kaget saat William mempresentasikan bahan miteeng kali ini.


Prok...prok....prok....


Tepukan tangan yang sangat keras dari salah satu orang pemegang saham sambil berdiri dari duduknya Setelah William menjelaskan bahan miteeng hari ini.


"Hebat tuan muda William, anda sangat hebat...." kata pria tersebut yang masih memberikan tepuk tangan kepada William.


"Iyah benar...Anak anda begitu hebat, mungkin kalo anak anak di luar sana lebih memilih untuk bermain, tapi putra anda ini sungguh hebat tuan"


"Saya memutuskan tidak jadi menarik saham saya di perusahaan ini, karena saya sangat puas dengan presentasi anak anda"


"Iyah tuan saya juga, setelah menimbang-nimbang tidak ada salahnya saya melihat dulu hall jenius apa yang akan di lakukan anak anda itu kedepannya, jadi saya juga tidak jadi menarik saham saya di perusahaan anda ini"


"Terimakasih tuan... Terimakasih...." kata Eko yang tidak tau harus menjawab apa, Eko beralih menatap William yang juga sedang menatapnya, Eko berjalan ke arah William dan langsung memeluk putranya itu.


"Kamu hebat William....Ayah bangga sama kamu" kata Eko memeluk sang putra, dengan air mata yang menetes dari salah satu matanya, tapi cepat cepat di hapus oleh Eko saat William melepas pelukannya.


"William bisa kaya gini itu juga tidak lepas dari dukungan Ayah..." kata William dengan nada bangga.


***

__ADS_1


Perusahaan Nasiution Group yang sedikit demi sedikit sudah mulai kembali pulih seperti sedia kala sudah mulai beroperasi seperti sedia kala walau masih harus mendapatkan perhatian khusus, dan saat William berumur lima belas tahun, William harus menerima kenyataan pahit kalo sang Ayah harus meninggal dunia, karena penyakit jantung yang di miliki sang Ayah, yang juga tidak dapat pendonor jantung yang cocok untuk mengantikan jantung sang Ayah. padahal William sudah menyebarkan informasi melaluinya media masa, baik itu koran, radio, internet, semua sudah William tempuh dengan menyebutkan nominal uang sebesar satu milyar bagi siapa yang mau mendonorkan jantungnya untuk sang Ayah, bahkan William tidak tangung tangung meminta bantuan orang penjual organ tubuh secara ilegal untuk memberikan satu buah jantung yang cocok untuk sang ayah.tapi itu semua sia sia saat ia mendapatkan tiga buah jantung tapi tidak ada satupun yang cocok dengan sang Ayah.


Dan si sinilah William meratapi nasib barunya, di tempat pemakaman umum William, Danu dan beberapa keluarga William menghadiri pemakaman sang Ayah.


"Ayah......" Teriak William saat melihat jenazah ayahnya di masukan ke liang lahat, William yang berada di pelukan Danu berontak sekuat tenaga, tapi tenaga anak umur lima belas tahun tidak sebanding dengan tenaga Asisten setia Ayahnya itu yang ia panggil dengan sebutan Om.


"Ayah jangan tinggalkan William yah.....William sudah tidak punya siapa siapa lagi yah....." kata William dengan tangan yang lurus kedepan berharap bisa mencapai tubuh Ayahnya itu.


"Tuan muda tenangkan diri anda tuan...." kata Danu saat William masih memberontak di dalam pelukannya.


"Om kenapa diam saja...kenapa Om membiarkan orang orang itu...." kata William saat jenazah Ayahnya sudah tertutup setengah dengan tanah.


"Tuan muda, anda masih memiliki saya, saya yang akan menjaga anda...." kata Danu memeluk William seperti memeluk anaknya.


"Hiks...hiks.... Ayah jagan tinggal in William sendirian yah...dunia ini begitu jahat dengan William...hiks...hiks..." tangisan William semakin pecah saat makam ayahnya itu sudah tertutup sempurna dengan tanah, bahkan saat Ayahnya menutup matanya untuk terakhir kalinya, Tanti yang masih resmi menjadi istri Eko tidak datang untuk melihat pemakaman sang suami.


"Ayah.... William sekarang sendiri, wanita itu bahkan tidak datang untuk melihat acara pemakaman ayah, wanita itu benar benar sangat jahat yah..."


"Ayah...." lirih William sambil memeluk batu nisan Eko, William duduk di samping kuburan sang Ayah dengan posisi yang masih memeluk batu nisan sang Ayah yang sudah hampir satu jam lamanya.


"Tuan... sebaiknya kita pulang sekarang tuan, karena sebentar lagi akan turun hujan" kata Danu saat melihat langit berubah menjadi hitam.


"William masih mau di sini Om, hiks...hiks..."


"Tuan.... biarkan tuan besar istirahat dengan tenang, apa Tuan muda tidak kasian dengan beliau yang melihat anaknya yang menjadi lemah seperti ini? pasti beliau di atas sana sangat sedih tuan" kata Danu yang duduk di samping William, Sesaat William menatap Danu sebelum beralih ke kuburan sang Ayah, dan William mau di ajak pulang walau harinya terasa sangat berat.


Danu sempat mengajak William untuk tinggal bersama dengan anak dan istrinya, tapi William menolak keras dengan beralasan ingin tetap tinggal di rumahnya di mana rumah itu banyak sekali kenangan indah bersama Mama dan Ayahnya dulu sebelum ia menjadi anak broken home.


***


Jangan lupa Like, Vote, Komen dan Beri hadiah 🤗♥️.

__ADS_1


__ADS_2