Istri Tuan Casanova

Istri Tuan Casanova
Episode 29


__ADS_3

"Sayang....kenapa kamu kasar benget sama aku...salah aku apa coba" kata wanita bayaran William sambil mengusap tangannya yang masih terasa panas dengan cengkraman tangan erat William tadi.


William yang tadinya menatap lurus ke luar jendela beralih menatap wanita yang duduk di sampingnya. "Dasar pelacur....." kata itu yang pertama kali keluar dari mulut William saat melihat wajah sedih yang di buat buat oleh wanita yang duduk di sampingnya itu. "Aku itu membayarmu mahal untuk memuaskan ku bukan untuk menyakiti orang orang yang ada di rumah ku...." raung William.


"T—tapi....dia hanya pembantu"


Plak.....


Satu tamparan yang begitu keras mendarat mulus di pipi Wanita itu yang tengah merintih kesakitan sambil memegang pipinya yang terasa panas. "Jaga ucapan mu itu.....atau aku akan mengirim mu ke neraka sekarang juga...."


"Tapi bukankah itu kenyataannya? dia itu hanya wanita rendahan"


Plak.....


William menampar pipi satunya lagi dan langsung mencekik leher wanita itu yang tiba tiba terlihat susah bernafas saat lehernya di cengkram kuat oleh tangan William. "Aku akan benar benar akan membuatmu masuk ke dalam neraka sekarang juga...." kata William menekan setiap kata katanya.


Bayangan Davina yang terisak tangisannya karena pecahan beling yang cukup banyak di tangannya itu membuatnya semakin mencengkram kuat leher wanita itu yang wajahnya sudah mulai memucat.


Max yang melihat kejadian itu dari kaca dalam mobil William membuatnya memberhentikan mobilnya secara mendadak untung di belakang tidak ada mobil, dan buru buru Max berusaha menarik tangan William dari leher wanita itu yang sudah benar benar kehabisan oksigen.


"Tuan lepas tuan....."


"Kalo tidak dia bisa mati di sini..." kata Max yang masih berusaha menarik tangan William dari leher wanita itu.


"Tuan....sadar tuan....."


"TUAN....."teriak Max tepat di telinga William yang membuat William sadar dari lamunannya.


"Max..." lirih William saat menoleh ke samping mendapati Max yang tengah menatapnya.


Max yang melihat William dengan tatapan bingung, langsung menyingkirkan tangan William dari leher wanita itu, Wanita itu mengambil nafas dalam dalam untuk mengisi oksigen yang kosong di paru parunya.


"Aku kenapa Max?" tanya William yang baru sadar dengan perbuatannya.

__ADS_1


"Anda hampir saja menghilangkan nyawa seseorang tuan" kata Max membuat William mengerutkan keningnya dalam dan melirik sekilas wanita yang duduk di sampingnya dengan wajah yang hampir memucat.


"Sebaiknya anda turun di sini sebelum anda benar benar kehilangan nyawa anda hari ini juga" kata Max yang membuat wanita itu bergidik ngeri, buru buru ia turun dari dalam mobil William dengan berjalan sempoyongan karena dadanya masih terasa sesak.


Setalah wanita itu kluar dari dalam mobil William, otak William baru mengingat kalo ia harus memberikan pelajaran kepada orang yang membuat Davina terisak seperti tadi. "Max...di mana wanita itu...?" Kata Willian yang sudah tidak menyadapati wanita itu berada di dalam mobilnya.


"Dia sudah turun tuan" kata Max membuat William langsung mengkram kerah kemeja Max.


"Kenapa kamu membiarkannya pergi hah....." teriak William tepat di wajah Max sedangkan Max hanya diam karena tidak tau harus menjawab apa.


"Sial...." William melepaskan tangannya dari kerah kemeja Max saat sekertaris sekaligus asisten pribadinya itu tidak menjawab pertanyaannya.


"Hubungi dokter Hermawan untuk mengobati luka gadis itu" kata William, Max yang tau perkataan William di tujukan kepadanya, ia langsung mengeluarkan ponselnya dari dalam saku jasnya dan menghubungi dokter keluarga untuk datang ke rumah William.


Setalah menghubungi dokter Max mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kantor dan sesekali melihat William yang menatap lurus ke luar jendela.


"Sebenarnya anda itu kenapa tuan? kenapa sifat anda suka berubah ubah Seperti ini?" batin Max yang kembali fokus ke jalanan.


***


William yang merasakan miliknya ingin mengeluarkan lahar panas mengubah posisi dengan tubuh wanita itu yang berada di bawah kungkungannya yang membuat William mengerakan pinggangnya brutal tanpa menghiraukan jeritan dari wanita bayarannya.


"Ah...." William menekan miliknya agar masuk lebih dalam setelah lahar miliknya lepas di rahim wanita bayarannya.


"Hah...hah....apa kamu puas sayang...?" kata wanita yang berada di bawah kungkungan William yang tengah mengatur nafasnya.


William yang tadinya ingin berangkat ke kantor tiba tiba menjadi tidak semangat dan ia meminta Max untuk mengantarkannya ke sebuah klub milikinya di pinggiran kota dan memilih salah satu wanita yang ada di klubnya untuk melampiaskan hasratnya yang tertunda. La Max? Max langsung pergi ke kantor menaiki taksi untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan William.


"Ini bayaran mu... keluar dari sini dan panggil salah satu teman mu yang bisa memberikan ku servis terbaiknya" William tidak menjawab pertanyaaan wanita itu, William melemparkan cek senilai empat puluh juta tepat di muka wanita yang berada di bawah tubuhnya dan langsung mencabut miliknya kasar dari tubuh wanita itu.


Wanita yang berada di bawah tubuh William merasa sangat senang karena bisa menikmati tubuh William yang selama ini ia harapkan, walau hanya di gunakan sekali saja tapi wanita itu sungguh sangat senang bisa menghabiskan waktu di atas ranjang dengan bermain sampai tiga ronde lamanya, walau ia harus merelakan tubuhnya yang terasa remuk semua saat William bermain dengan kasar tapi baginya itu bukan masalah melainkan anugrah bisa berhubungan dengan William.


William duduk di sofa yang ada di kamar itu sambil menghisap rokok miliknya, sambil menatap wanita yang ia gunakan tadi berjalan keluar dari kamarnya.

__ADS_1


"Dasar murahan...."


Saat William sendiri di dalam kamar tersebut otaknya teringat dengan masa lalunya yang membuatnya bisa masuk ke dalam dunia malam seperti saat ini.


Flashback On


"Tanti jangan pergi, apa kamu tidak kasian dengan William?" kata seoarang pria paruh baya yang memegang lengan seorang wanita mencegahnya untuk tidak pergi dari rumah.


"Lepas Mas....apa lagi yang aku harapkan dari kamu? perusahaan kamu itu hampir bangkrut dan aku tidak mau hidup miskin sama kamu...." teriak Wanita itu sambil mendorong kuat tubuh pria baru baya itu hingga membentur dinding rumahnya.


"Tapi pikirkan William dia masih kecil dia masih butuh kasih sayang Mamanya" kata pria paruh baya itu memegang dadanya yang terasa sesak karena memang ia juga sedang sakit.


"Kalo begitu kamu kasih aku uang lima ratus juta maka aku akan bertahan dengan mu satu bulan lagi, gimana? apa kamu sanggup?" kata wanita itu menatap pria paruh baya yang ternyata ayah William dengan tatapan sinis. karena ia tau suaminya itu sudah berada di ambang kebangkrutan jadi suaminya itu tidak memiliki uang yang ia minta tadi.


"Kenapa diam? hah...sudah ku duga kamu tidak punya uang sebanyak itu untukku, jadi jangan larang aku untuk mencari laki laki yang lebih tajir dan sukses dari pada dirimu ini"


"Tanti aku mohon, jangan pergi...kalo kamu tidak kasian dengan ku, setidaknya kasihan William sedikit saja, karena ia masih kecil" kata Eko yang memegang tanga Istrinya itu yang hendak melangkah pergi.


"Sayang kamu lama sekali?" kata seorang pria yang hampir seumuran dengan Mamanya itu masuk ke dalam rumah dan membuat Tanti tidak jadi mengeluarkan suaranya.


"Sayang... kenapa kamu masuk?, bukankah aku sudah memintamu untuk menunggu mu di luar?" kata Tanti dengan suara menggodanya.


Eko yang melihat itu sudah tidak kaget lagi, karena saat berita kebangkrutannya berada di ambang pintu, sampai ke telingga Istrinya itu, membuat Tanti suka sekali gonta ganti laki laki yang menjemputnya di rumahnya, Eko juga tidak tau apa yang di lakukan Istrinya itu di luar sana bersama dengan laki lakinya itu.


"Aku menunggumu sudah terlalu lama di luar sana tapi kau tidak kunjung keluar" kata pria tersebut sambil membelai wajah Tanti. "Kamu tau...aku sudah tidak sabar menghabiskan waktu bersamamu" kata pria itu yang langsung mencium bibir Tanti di hadapan Eko yang masih resmi menjadi suaminya saat itu.


Eko membulatkan matanya saat melihat istrinya bercumbu dengan pria lain di hadapannya, dan saat itu juga Eko baru tau apa yang di lakukan Tanti di luar sana bersama laki laki yang berganti ganti.


Dan tidak jauh dari kejadian itu seorang anak laki laki yang baru berusia dua belas tahun melihat semua kejadian yang harusnya tidak ia lihat di umurnya yang masih belia, anak laki laki itu hanya mengepalkan tangannya kuat saat melihat Mamanya pergi dengan laki laki itu tanpa menghiraukan Ayahnya yang masih berusaha mencegah agar Mamanya tidak pergi.


"Tanti.... jangan pergi...uhuk...uhuk..."


"Ayah......" teriak William dari arah belakang saat melihat sang Ayah yang hendak keluar dari rumah, Eko yang mendengar teriakan anaknya membuatnya berhenti mengajar Tanti, buru buru anak laki laki itu membuang mainan yang ada di tangannya dan berlari menghampiri sang ayah yang memegang dadanya.

__ADS_1


***


Jangan lupa Like, Vote, Komen dan Beri hadiah 🤗♥️.


__ADS_2