
Om Danu memiliki dua orang anak perempuan dan semuanya sudah menikah dan di boyong oleh suami mereka masing masing, membuat Danu dirumah sendiri. terus istrinya? Istri om Danu meninggal tiga tahun yang lalu dan sampai sekarang om Danu tidak berniat untuk mencari pengganti sang istri karena istrinya sangat tidak suka kalo dirinya mempunyai wanita lain selain dirinya dan itu menjadi alasan om Danu tidak ingin menikah lagi bahkan cinta terakhirnya sudah jatuh kepada sang istri sampai mereka dipisahkan dengan ajal yang pasti akan datang.
"Apa anak anak om tidak ada di rumah?" tanya William karena melihat rumah besar itu terlihat sepi.
Om Danu terkekeh mendengar pertanyaan William, "Apa kamu lupa kalo anak om sudah menikah semua?" tanya om Danu kembali.
Dan kali ini William yang terkekeh karena melupakan hall itu, "Siapa tau mereka menginap di sini" ujar William.
"Mereka sudah punya keluarga masing masing dan pastinya mereka akan sibuk dengan urusan rumah" jawab om Danu bersamaan dengan art yang membawakan secangkir teh untuk mereka bertiga.
William hanya menganggukkan kepalanya paham.
"Silahkan di minuman tuan muda" goda om Danu dan itu sukses membuat William tertawa,sifat hangat William akan keluar hanya dengan orang orang tertentu saja contohnya seperti om Danu ini.
"Om William sudah sangat besar sekarang dan tidak perlu pakai embel embel tuan muda segala" ucap William dengan tangan yang meraih cangkir teh miliknya.
"Kalo begitu cepat lah menikah dan bikinkan om ini ponakan supaya om bisa memanggilanya dengan sebutan tuan muda" goda om Danu.
Uhuk...Uhuk...Uhuk...
Dan godaan itu sukses membuat William terdesak tehnya sendiri saat mendengar penuturan dari omnya itu, "William masih muda om dan William tidak mau buru buru menikah" bohong William dengan membersihkan bibirnya mengunakan tisu.
Om Danu tersenyum saat mendengar jawaban William dengan mengelengkan kepalanya.
"Apa kamu mencoba membohongi om?" tanya om Danu dengan nada menyindir.
__ADS_1
"Ma-maksud om?" tanya William sedikit kikuk.
"Om tau kamu sudah menikah" ucap om Danu dengan lancarnya dengan menyeruput teh miliknya.
Tubuh William seketika menegang di tempat, dari mana om Danu tahu akan hal ini?, bahkan dirinya mengadakan acara pernikahan dengan sangat tertutup dan memastikan tidak ada satu orang pun yang membocorkan rahasia ini, apa mungkin Davina? tapi tidak mungkin bahkan dirinya sudah memberikan peringatan keras kepada gadis itu untuk tidak macam macam kalo tidak ingin keluarganya mengalami masalah dan William yakin Davina tidak mungkin membocorkan hall ini, terus siapa yang membocorkan rahasia ini?.
William beralih menatap Max yang duduk di sampingnya dengan melayangkan tatapan tajamnya dan itu membuat Max ketakutan karena wajah William yang tiba tiba saja berubah sangat mengerikan, dengan mengelengkan kepalanya pelan itulah jawaban Max kalo dirinya tidak membocorkan hall apapun kepada om Danu.
Om Danu yang melihat kedua laki laki yang saling tatap itu mengelengkan kepalanya, dari raut wajah Max yang tiba tiba merasa ketakutan dapat di lihat dengan jelas kalo dirinya tengah ketakutan.
"Ini bukan salah Max William" kata om Danu membuat William beralih menatapnya dan itu membuat Max bisa bernafas dengan lega, mengucapkan terimakasih kepada om Danu dari dalam hati karena sudah menolongnya.
"Om tau dari mana?" pertanyaan yang harusnya tidak di layangkan William keluar juga dari mulutnya karena dirinya yang sudah terbakar api penasaran, William yang sadar dengan kata katanya langsung mengumpat di dalam hatinya.
William menghela nafas pelan saat omnya itu sudah tau apa yang terjadi walau selama ini dirinya menutup serapat apapun itu.
"Apa kamu mencintainya?" tanya om Danu.
"Tidak!" jawab William singkat dengan memalingkan wajahnya.
"Terus kenapa kamu menikahinya?"
"Aku rasa om juga sudah tau kenapa alasannya" jawab William cepat karena dirinya sangat malas membahas hall itu.
Om Danu menghela nafas panjang, ia tahu William sedikit keras kepala dan tidak mempercayai apa itu cinta, mungkin itu dampak dari perpisahan kedua orang tuanya dulu.
__ADS_1
"Kamu tau William kadang tuhan menghadirkan jodoh kita dengan berbagai cara, ada dengan cara yang baik, dengan cara yang salah bahkan dengan cara unik seperti dirimu, tapi kamu harus percaya tuhan mendatangkan dirinya untuk dirimu mungkin karena suatu alasan..."
"Iyah dan alsan itu adalah, dia ingin merebut hartaku!" potong William dengan menatap wajah om Danu
Dan benar seperti dugaan Danu sebelumnya kalo William masih trauma dengan kejadian puluhan tahun yang lalu.
"Tidak semua wanita sama William" ucap om Danu dengan lembut.
"Mereka sama saja om! mereka hanya memikirkan harta,harta dan harta!"
"Kamu salah besar William kalo kamu beranggapan seperti itu!, kalo semua wanita sama kenapa banyak ratusan orang di luar sana menikah? kenapa puluhan laki laki di luar sana tidak mencari pengantin pasangan mereka setelah pasangan mereka meninggal?"
"Karena cinta William!, dunia ini tidak selamanya tentang harta,harta dan harta seperti yang kamu ucapkan tadi!"
"Kamu tau?, tidak selamanya semua perjalanan rumah tangga akan seperti Ayah dan Mama mu,buka hatimu sedikit saja untuk menerima istrimu kalo kamu tidak bisa setidaknya perlakukan dia dengan lembut om yakin dengan begitu cinta akan mulai hadir di antara kalian" nasihat om Danu tapi William mendengus akan nasihat itu.
"Sudah?" tanya William dan di angguki oleh Om Danu.
"Apa om pikir William suka dengan kondisi ni? enggak om! dan om tau bukan karena siapa semua ini terjadi? itu karena MAMA!"
"Dan mungkin sampai kapan pun William tidak akan percaya apa itu namanya cinta, jadi om tidak perlu capek capek untuk meminta William mencintai wanita itu"
Di rasa suasana yang timbul sedikit canggung, om Danu memilih mengalah untuk tidak membahas hall itu lagi, di dalam hati om Danu meminta kepada sang pencipta agar William bisa berubah setidaknya berubah sedikit demi sedikit karena ia tau di dunia ini tidak ada yang instan terutama merubah karakter William yang sangat keras itu. tidak beda jauh dari pak Mun om Danu juga menaruh harapan yang sangat besar kepada Davina agar wanita itu bisa merubah William.
Om Danu sudah melihat bahkan sudah tau sifat asli Davina karena dirinya yang juga sering datang ke restoran tempat Davina bekerja hanya sekedar melihat gadis itu, gadis yang masih berumur belas an tahun itu tapi sifatnya baik dan lemah lembutnya itu yang membuat om Danu yakin tuhan tidak salah menghadirkan Davina dalam kehidupan William.
__ADS_1