Istri Tuan Casanova

Istri Tuan Casanova
Episode 76


__ADS_3

"Dimana mereka!" suara berat William terdengar dari kejauhan, melihat pria bertubuh kekar itu melangkahkan kakinya dengan lebar menuju suatu ruangan yang sudah banyak sekali orang di depannya termasuk Max.


"Di dalam tuan" jawab Max.


Tanpa banyak bertanya lagi William membuka pintu ruangan tersebut dengan kasar membuat suara pintu menggema di di seluruh ruangan. Ruangan yang hanya di sinari beberapa obor di dindingnya membuat mata elang William menangkap seseorang yang tengah duduk dengan tangan dan kaki terikat.


"Pasangkan besi kelerengnya!" perintah William langsung di kerjakan anak buahnya yang dengan sigap memasangkan rantai berwarna silver ke leher pria itu.


"Tarik!"


"Aghhhhhh" teriakan yang sangat kencang dari mulut pria itu memenuhi ruangan.


Berjalan mendekat William menatap keseluruhan wajah pria itu dan meludah di sembarang tempat.


"Le-lepas!"


"Jangan mimpi!"


Bugh...


Mendaratkan sebuah pukulan pada dadanya, pria itu langsung terbatuk-batuk tiada henti karena pukulan William tepat mengenai uluh hati nya.


"Ini belum seberapa dengan apa yang sudah kamu lakukan selama ini!" tekan William.


"Sekarang dimana wanita itu!"


"Aku tidak tahu!"


"Tarik besinya!" perintah William pada anak buah yang masih memegang rantai yang melilit di leher pria itu.


"Aghhh, a-apa ka-kamu mencoba membunuhku!"


"Iyah! dan nikmati saja detik-detik ajal menjemput mu!" memberikan kata-kata itu kembali kepada sang pemiliknya William dapat melihat wajah Diki yang tengah kesusahan bernafas karena rantai itu melilit di tenggorokannya.


"Sekarang jawab pertanyaan ku kalo kamu tidak ingin mati detik ini juga!. Dimana perempuan kotor itu!"


"A-aku tidak tahu"


"Jawab!!"


"A-aku berani sumpah aku tidak tahu dimana dia sekarang"


"Dia lari begitu saja tadi malam" William mengepalkan tangannya dengan kuat mendaratkan satu pukulan lagi tepat pertama kali ia mendaratkan pukulannya.


Tidak ingin membuat sang istri mencarinya saat dia bangun nanti William melangkah keluar dari kantornya menuju mobilnya yang terparkir di halaman kantor. Masuk ke dalam mobil William memecah jalan ibu kota menuju rumahnya.


Dret...dret...


Dering ponsel William membuat pria itu meraih hpnya dan tertera nama Max di layar ponselnya.

__ADS_1


"Apa!"


"Kita sudah menemukan jejak pencuri tersebut tuan"


"Bagus, tangkap mereka dan masukan ke dalam ruangan itu"


"Tapi tuan masalahnya salah satu dari mereka melarikan diri saat mobil mereka kami hadang"


"Dasar bodoh! apa kau tidak bisa menangkap seorang perempuan saja!"


"Maaf tuan, karena kondisi jalan yang kurang penerangan cahaya membuat kita kesulitan menemukan keberadaannya"


"Dan satu lagi tuan info yang harus anda dengar"


"Cepat katakan!"


"Ternyata orang yang melarikan diri tersebut adalah nyonya Tanti tuan"


Cit.....


William mengerem mobilnya secara mendadak saat mendengar penuturan dari Max mengenai siapa orang yang tengah mencari masalah dengannya beruntung dari arah belakang tidak ada kendaraan yang lewat satupun.


"Apa kau serius!"


"Iyah tuan saya sangat serius, dan dari info yang kita dapatkan dari mata-mata anda kalo nyonya Tanti berusaha memalsukan tanda tangan anda untuk membalikan semua aset itu"


"Dan mereka juga sepertinya sudah merencanakan sesuatu di belakang anda tuan, tapi mata-mata kita tidak bisa mendengar apa itu karena suara nyonya yang sangat kecil"


"Tepat seperti dugaan ku kalo semua rencana ini wanita itulah dalangnya!"


"Apa kau sudah mendapatkan seluruh aset ku?"


"Sudah tuan, dan sekarang semua berkas-berkasnya ada di saya"


"Bawa kerumah ku sekarang juga!"


Melempar asal ponselnya ke arah lain William melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh melupakan emisinya tanpa memikirkan nyawanya sendiri.


"Apa yang rencana yang akan kalian lakukan?!" tanya William menatap pria malang itu dengan tajam.


"Aku tidak memiliki rencana apapun!"


"Jangan bohong!"


"Aku tidak bohong!, dan aku tidak memiliki rencana seperti yang kamu pikirkan!"


"Bilang sejujurnya atau wajahmu ini akan rusak!"


"Apa kau tuli?, sudah aku bilang kalo aku tidak memiliki rencana apapun!"

__ADS_1


Mengusap wajahnya kasar William kembali menatap pria di hadapannya ini. "Apa kau tahu putrimu itu sekarang ada di mana?" tanya William dan kali ini suara nya sedikit pelan.


"Dari mana kamu tau kalo aku memiliki seorang putri!"


William tertawa mendengar pertanyaan bodoh itu. "Kau telah mencari masalah dengan ku tapi kau juga tidak tahu siapa aku?!"


"Biar aku kasih tahu, aku seorang pengusaha sukses di kota ini yang bisa melakukan apapun yang aku mau. Bahkan untuk mencari info tentang kehidupan mu saja itu sangat mudah bodoh!"


"Sekarang jawab pertanyaan ku atau putrimu itu yang akan menjadi korbannya" ancam William yang terpaksa membawa Davina.


"Bunuh saja dia! karena aku tidak membutuhkan anak sialan itu lagi!"


Mendengar jawaban dari manusia iblis dihadapannya membuat rahang William mengeras, dirinya hanya iseng membawa Davina untuk mengancam pria itu agar memberitahu keberadaan Tanti sekarang tapi William harus mendapatkan jawaban yang lain dari pria ini yang bisa dengan jelas William dengar pria ini menyuruhnya untuk membunuh putri sebaik Davina.


"Dasar pria bodoh!, kamu memilih putrimu itu mati di tangan ku dari pada memberitahu keberadaan wanita kotor itu?!"


"Iyah! atau kau ingin membeli putriku itu!"


Semua orang di ruangan itu tertegun mendengar ucapan Diki yang ingin menjual darah dagingnya sendiri. Pantas saja Inah memintanya agar membahagiakan Davina kalo ayahnya saja tidak pernah membuatnya bahagia sedikitpun dan malah ingin menjualnya. William tidak bisa membayangkan betapa sakit hati sang istri saat mendengar ayah kandungnya berbicara seperti itu dengan lantang.


"Anda tahu bagaimana keadaan anak anda itu sekarang?, tinggal dimana dia?, apa dia sudah menikah atau belum?, apa anda tau itu?"


"Tidak penting untuk mengetahui keberadaannya kalo saja dia tidak bisa menghasilkan uang!"


Dada William naik turun berusaha menahan amarahnya. Menundukan tubuhnya sedikit William mensejajarkan wajahnya dengan Diki.


"Anak yang anda telantarkan!, anak yang ingin anda bunuh!, anak yang ingin anda jual kepada saya itu adalah Istri sah saya!!" tekan William pada kalimat terakhirnya.


Mata Diki membulat mendengar kenyataan yang baru saja ia dapat, dan berarti Davina merupakan menantu Tanti?. "Ti-tidak in-ini tidak mungkin" ucap Diki terbata-bata.


"Kenapa ayah mertua?, anda kaget saat mendengar saya suami dari putri anda?, menantu yang ingin anda curi semua hartanya?"


"Ka-kamu pasti bohong!"


"Buat apa saya bohong dengan anda?, buang-buang waktu saya saja!"


"Dan jangan bilang kalo anda menyesal saat baru mendengar kenyataan bahagia ini?" Diki hanya diam menatap kedua bola mata William.


Menegapkan tubuhnya William menepuk kedua pundak Diki pelan. "Akan aku pastikan setelah wanita itu aku dapatkan kalian akan aku habisi di dalam ruangan ini!"


"Jaga dia jangan sampai lepas" ucap William pada Max dan langsung berjalan keluar dari ruangan tersebut.


***


Jangan lupa Like, Komen, Vote dan Beri Hadiah 🤗♥️.


Buat yang nanya kok gak up? up?. aku sebenarnya udah up dari jam 1 siang tapi kayaknya NovelToon lagi gangguan jadi lama banget nunggu review nya, dan hari ini cuma bisa up satu bab.


Kalo sampai cerita ini udah publis jangan komen kenapa lama bgt gk up, tanya aja sama pihak NovelToon nya kenapa lama benget gangguannya.

__ADS_1


__ADS_2