Istri Tuan Casanova

Istri Tuan Casanova
Episode 73


__ADS_3

Merasa tubuhnya di himpit seseorang membuat tidur Davina terusik membuka matanya perlahan Davina melihat William yang ternyata tengah tidur sambil memeluknya, memaksa matanya agar terbuka sempurna mata Davina menatap jam dinding memastikan apa yang ia lihat tidak salah.


"Jam sebelas?" menyingkirkan tangan William dari tubuhnya Davina langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi.


Tangannya yang tiba-tiba di buang begitu saja oleh Davina membuat William membuka matanya menatap jam berapa sekarang sampai gadis itu pergi begitu saja. "Pantas saja dia panik seperti itu" mendudukan tubuhnya William menyandarkan punggungnya di headboar tempat tidur.


"Kenapa kamu tidak membangunkan aku?" tanya Davina sedikit kesal dengan berjalan ke arah lemari.


"Bagaimana aku membangunkan mu kalo aku saja juga ketiduran" ucap William suara khas bangun tidur.


"Terus bagaimana caranya kamu membawaku kesini?" kini Davina menatap penuh pria itu.


"Kamu jalan sendiri kesini" ucap William ngawur, Davina memutar bola matanya malas. "Lagian apa kamu mau berangkat kerja jam segini?"


Apa yang di katakan William ada benarnya sekarang saja sudah mau jam dua belas dan dia baru mau berangkat kerja?. "Lebih baik kamu libur saja hari ini"


Menghela nafas Davina menaruh kembali baju kerjanya ke dalam lemari. "Ya sudah aku libur"


"Tapi kamu libur juga?" tanya Davina.


"Tidak, aku masuk sebentar dan pulang jam tiga sore"


"Ya sudah sana mandi" Suruh Davina dengan menyiapkan baju kerja William.


"Tunggu aku di sini, kita turun kebawah bersama" ucap William mencium singkat rambut Davina dan langsung melangkah masuk kedalam kamar mandi.


Tidak membutuhkan waktu lama William keluar dari dalam kamar mandi dan langsung memakai jasnya yang sudah disiapkan Davina sedikit berjinjit gadis itu memasangkan dasi ke leher suaminya. Menarik tangan Davina pelan keduanya berjalan menuruni anak tangga menuju meja makan untuk mengisi perut yang sudah berdemo minta di isi.


"Kalian baru turun?" tanya Tanti dari arah belakang saat melihat menantu dan anaknya sudah turun.


"Iyah ma"


"Kamu tidak kerja sayang?" tanya Tanti saat melihat Davina tidak menggunakan seragamnya.


"Enggak ma, Davina hari ini libur" jawan Davina.


"Ya sudah kamu makan dulu mama mau lanjutin beresin yang lain" ucap Tanti berjalan ke halaman depan.


"Jangan terlalu dekat dengannya" suara William terdengar saat Tanti sudah pergi.


Davina hanya mengelengkan kepalanya. "Jangan berperasangka buruk, nanti jatuhnya fitnah" ucap Davina menyodorkan piring yang sudah ia isi dengan lauk pauk.

__ADS_1


"Aku tidak fitnah hanya saja berjaga-jaga dengan serigala berbulu domba"


"Iyah" Memilih mengiyakan ucapan William keduanya melanjutkan makan siang mereka. Mengantarkan suaminya sampai kedepan rumah ia melihat mobil yang di kendarai William sudah meninggalkan mansion.


Melihat Tanti yang tengah menyapu halaman rumah Davina menghampiri mama mertuanya. "Ma jangan panas-panas di sini"


"Tidak apa-apa sayang"


"Mama masuk ya biar ini di kerjakan orang lain saja" meraih sapu di tangan Tanti Davina menuntut mama mertuanya itu masuk ke dalam rumah mengajaknya duduk di sofa ruang tamu.


"Mama kalo kerja jangan cepek-capek lihat sampai keringatan begitu" ucap Davina melihat dahi Tanti yang penuh dengan keringat.


"Gak papa sayang" menerima uluran tisu dari tangan Davina Tanti mengusap dahinya.


"Oh ya sayang mama hampir lupa nanti sore ada anak teman mama mau kesini apa boleh?" mendapatkan pertanyaan itu Davina tertegun.


"Kenapa mama ngomong seperti itu?, ini rumah William rumah anak mama jadi ini rumah mama juga" ucap Davina sedikit tak suka dengan ucapan Tanti yang meminta izin kepadanya.


"Mama takut William tidak akan suka kalo ada tamu mama kesini" ucap Tanti sedih.


Melihat Tanti yang murung Davina meraih tangannya. "Mama gak usah pikirkan itu yang terpenting sekarang mama boleh undang anak teman mama itu kesini, lagian Davina juga tidak keberatan"


"Makasih sayang" Tanti memeluk tubuh Davina dan menimbulkan senyuman licik.


***


"Sayang, nanti kalo kamu sudah lahir mama bakal ajak kamu jalan-jalan sore seperti ini ke taman sambil nemenin kamu main"


"Cerita banyak dongeng buat kamu sebelum tidur, mandiin kamu, suapin kamu, mama jadi gak sabar mau kamu cepat-cepat keluar"


"Kamu sehat-sehat di dalam ya sampai ketemu sama mama nanti"


Masuk ke dalam minimarket Davina langsung mencari pesanan mama mertuanya, setelah mendapatkan apa yang di cari Davina berjalan pulang dan terus mengajak anaknya berbicara sesekali Davina tertawa saat anaknya nendang, memang kebahagiaan seorang ibu itu terletak jika melihat anaknya bisa tumbuh sehat dan itu sudah menjadi hall yang paling bahagia buat untuk mereka.


Berjalan masuk ke halaman rumah Davina melihat dua mobil terparkir, berfikir jika salah satu adalah tamu dari sang mama Davina mempercepat langkahnya. Berpapasan dengan Tanti Davina menyerahkan belanjaannya.


"Tamu mama sudah datang?" tanya Davina.


"Sudah sayang"


"Maaf ma Davina telat" ucap Davina, gadis itu mengerutkan keningnya saat tidak mendapati siapa-siapa di sana hanya ada dirinya dan mama mertuanya. "Tamu mama kemana? katanya sudah sampai?"

__ADS_1


"Oh, dia lagi ke kamar mandi katanya mau buang air kecil"


"Kamu naik gih, William juga baru sampai" Davina menepuk jidatnya pelan saat ia lupa kalo suaminya juga sudah pulang dan pasti William sekarang sedang mandi, berpamitan pada Tanti Davina melangkah ke lantai dua menuju kamarnya.


Membuka pintu kamarnya hati Davina mencolos seperti di tusuk timah yang sangat panas melihat pemandangan di hadapannya. Meremas headline pintu kamarnya air mata Davina lolos begitu saja tanpa diminta saat melihat suaminya berada di atas ranjang bersama seorang wanita dengan baju yang begitu sexy memperlihatkan belahan dadanya apa lagi tangan suaminya memeluk pinggang wanita itu membuat hati Davina terasa sangat sakit.


"Apa-apaa ini!" teriak Davina.


Mendengar teriakan itu William menatap ke arah pintu dan di buat kaget saat Davina sudah berdiri di sana. "Davina?"


Menjauhkan tubuh wanita yang ada di atasnya William berjalan kerah istrinya mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. "Vi-vina i-ini gak seperti yang kamu bayangkan"


"Siapa dia?!, kenapa kalian bisa ada di dalam satu kamar sepeda ini?!" tanya Davina penuh penakanan dengan menunjuk wanita yang ada di dalam kamarnya.


Menatap kedua orang itu secara bergantiaan mata Davina melihat kancing kemeja William yang sudah terbuka setengah memperlihatkan tubuh atletis itu. "Apa yang mau kalian lakukan!"


"Aku gak ngelakuin apapun Vin-" William mencoba menjelaskan tapi suara Davina memotong ucapannya.


"Kalo kamu gak mau ngelakuin apapun kenapa ada wanita itu di dalam kamar kita?!"


"Aku tidak tau bagaimana caranya dia bisa sampai ke kamar kita"


"Kamu tidak tau?" Davina tersenyum sinis mendengar jawaban suaminya. "Kalo kamu tidak tau kenapa kalian bisa saling berpelukan seperti tadi?!"


"Gak Vin aku gak sengaja meluk dia"


"Apa buktinya William?" tanya Davina meminta bukti, seketika William terdiam karena dirinya saat ini memang tidak memiliki bukti apa-apa. "Kamu ga bisa jawab kan?"


"Tapi aku berani sumpah kalo aku gak ngelakuin apapun, kamu harus percaya sama aku"


Kali ini Davina yang terdiam, air matanya sudah sangat deras mengalir di kedua pipinya, hatinya terasa sangat sakit, tenggorokannya tercekit tidak bisa mengeluarkan kata-kata lagi. ingin sekali Davina menganggap hall ini hanya mimpi buruk tapi sayang saat William menggenggam tangannya ia harus menerima inilah kenyataannya.


Menatap wanita itu yang masih mematung di tempatnya seperti tidak memiliki salah sama kali membuat Davina mengusirnya. "Kenapa masih diam di situ?, apa kamu pikir ini adegan film yang terlalu seru untuk di lihat?"


"Keluar sekarang dari rumah ini!!!"


Mendapat usiran wanita itu langsung pergi begitu saja dari dalam kamar William dengan tersenyum senang.


***


Pastikan kalian baca part ini dengan emosi😂

__ADS_1


Jangan lupa Like, Komen, Vote dan Beri Hadiah 🤗♥️


__ADS_2