Istri Tuan Casanova

Istri Tuan Casanova
Episode 18


__ADS_3

"Kamu serius udah nikah?" tanya Mia dan mendapatkan anggukan dari Davina.


"Tapi mana cincin pernikahan kamu?" kata Mia yang memegang ke dua tangan Davina dan tidak melihat ada cincin pernikahan di jari jari Davina.


"Mahar Vina cuma uang lima ratus ribu mbak"


"Apa? lima ratus ribu? bukannya katamu rumahnya sangat besar berarti dia orang kaya, mana ada orang kaya ngasih mahar lima ratus ribu" kata Mia yang tidak percaya.


"Davina gak bisa jelas in lebih ditail mbak" kata Davina yang meresleting tasnya saat semua baju baju dan buku bukunya sudah masuk. "Mbak tolong sampaikan maaf Davina sama bos kalo Davina kemarin hilang tanpa kabar, dan kalo bisa biar in Davina tetap kerja di sana" kata Davina yang kali ini menggenggam tangan Mia, ia masih butuh pekerjaan itu karna Davina tidak bisa menjamin suaminya akan memberikannya nafkah.


"Kamu serius masih mau kerja?" tanya Mia yang di angguki oleh Davina."Ya sudah nanti mbak coba bilang"


"makasih ya mbak" Davina memeluk Mia yang selama ini sudah di anggap keluarga sama Davina selama di kota.


"Oh.... ya Vin, mbak sampai lupa... kemarin ponsel kamu bunyi terus,tapi mbak gak berani angkat" kata Mia yang melepaskan pelukannya.


"Dari siapa mbak?"


"Tulisannya sih Ibu" kata Mia menyerahkan ponsel milik Davina.


Davina langsung mengecek ponsel jadul miliknya dan benar saja ibu nya itu menelfonnya sampai puluhan kali, tanpa banyak bicara Davina langsung menelfon sang ibu satu dua kali telfonnya tidak di angkat, sampai untuk yang ketiga kalinya telfon itu baru bisa tersambung.


"Assalamu'alaikum buk..." Salam Davina saat sambungan telfonnya terhubung.


"Vina, ini aku Arum..." kata Arum yang berada di sebrang telfon.

__ADS_1


"Lho rum, kok hp ibuk ada di kamu?"tanya Davina bingung.


"Emmm, sebelumnya kamu jangan panik ya Vin..."


"Ada apa rum? ibuk sama Alif baik baik saja kan?" tanya Davina memastikan.


"Ibuk kamu sakit Vin..." kata Arum yang berbicara dengan pelan.


"Apa...! Kenapa ibuk bisa sakit?" tanya Davina yang mulai khawatir.


"Kemarin juragan Bandot datang ke rumah kamu dan merusak semua dagangan ibumu dan marah marah, katanya kamu yang tidak mau menikah sama dia, dan dia juga bilang kalo kamu tidak mau menikah dengannya dia minta hutang beserta bunganya lunas dalam satu minggu ini, kalo tidak.....aku tidak tau apa yang akan di lakukan oleh tua Bangka itu"


"Yak....ampun, ibu.... hiks...hiks...maaf in Vina bu...."


"Vin kamu bisa pulang dulu gak? kasian ibu kamu, adek kamu juga udah beberapa hari ini gak sekolah karna ada beberapa biaya yang belum lunas, sedangkan Bapak mu pergi entah kemana karena sampai sekarang belum pulang juga..."


"Pasti Vin..." setalah itu sambung telefon terputus karna batu hp Davina yang habis.


"Hiks... Hiks...." Davina menangis dengan menundukkan kepalanya yang hampir menyentuh dadanya, tangisannya sangat memilukan bagaimana tidak...? ia ingin sekali membuat keluarga terbebas dari hutang piutang yang membuat hidupnya selama ini terusik, tapi apa dayanya...? Davina baru saja kerja selama satu bulan ini dan uang tabungannya pun belum seberapa.


"Kamu kenapa vin...?" Mia mengusap lembut punggung Davina yang bergetar hebat karna isakan tangisan yang sudah tidak bisa di cegah untuk keluar.


Davina mendongak wajahnya dan menatap Mia, Davina langsung memeluk tubuh Mia dengan erat, ia butuh sekali Sandaran saat ini, entah kenapa ujian hidupnya tidak pernah ada habisnya. "Menangis lah... keluarkan semua yang membuat mu tersakiti dengan tangisanmu itu" Kata Mia yang membalas pelukan Davina.


"Vina... gak kuat Mbak.... hiks...hiks..."

__ADS_1


"Mbak tau dunia ini terlalu kejam buat kamu yang masih umur belasan tahun..., tapi Vin...pasti semuanya ada jalan keluarnya" kata Mia.


Davina melepaskan pelukannya dan menatap Mia dengan mata merah, "Ibu Vina sakit mbak....Adik Vina juga terpaksa harus berhenti sekolah beberapa hari ini karna ada biaya yang belum lunas...hiks... hiks....Dan lagi hutang hutang sama juragan Bandot belum lunas sampai sekarang, dan sekarang.... Vina juga harus menikah sama pria yang tidak vina kenal....hiks...hiks...."


Mia tau kondisi ini terlalu berat untuk Davina gadis yang baru lulus dari bangku SMA yang harus menerima banyak cobaan, dan harus menikah di umurnya yang baru menginjak delapan belas tahun. "Kamu coba aja minta bantuan sama suami kamu siapa tau di kasih..."


Davina tersenyum getir saat kata kata itu keluar dari mulut Mia, "Pasti gk di kasih mbak...."


"Kamu belum coba Vin...di coba aja dulu, tidak ada jalan keluar selain itu, aku punya uang dan itu mungkin hanya cukup untuk bantu kamu ngelunasin biaya sekolah adik mu" kata Mia mengeluarkan beberapa lembar uang dari dalam dompetnya.


"Gak perlu mbak, nanti Vina bakal minta sama suami vina" Davina memilih berbicara seperti itu dari pada harus menerima uang dari Mia, karna Davina tau Mia juga harus ngelunasin hutang hutang orang tuannya di kampung.


"Gak papa Vin ambil aja" kata Mia.


"Gak Mbak gak usah..."


"Kalo gitu Davina pulang dulu ya mbak" kata Davina yang menenteng tasnya dan keluar dari kamar kos kosan


"Ingat!, kalo kamu ada masalah apa pun cerita sama mbak, kalo bisa bantu pasti mbak akan bantu kamu vin" kata Mia yang memegang pundak Davina


"Iyah, mbak pasti" kata Davina tersenyum ke arah Mia sebelum ia pergi.


***


Maaf kalo author jarang up untuk Istri Tuan Casanova karna author terlalu fokus sama cerita novel author yang satunya.

__ADS_1


jangan lupa Like & Vote 🤗♥️


__ADS_2