Istri Tuan Casanova

Istri Tuan Casanova
Episode 50


__ADS_3

Pagi ini jadwal William untuk mengunjungi anak perusahaan yang ada di dalam kota dan itu ia lakukan setiap tiga bulan sekali dan untuk anak perusahaannya yang berada di luar kota itu menjadi tugas Max dan William sesekali akan keluar kota kalo Max memberitahunya kalo anak perusahaannya itu mengalami sedikit masalah.


Sampainya di ruang direktur anak perusahaannya William membaca laporan keuangan dengan teliti dengan menyandarkan punggungnya di kursi direktur utama tersebut dengan membolak balikan berkas yang ada di tangannya.


"Apa ada kendala selama tiga bulan belakangan ini?" tanya William tanpa menoleh sedikitpun.


"Tidak tuan, semuanya berjalan dengan lancar" Jawab direktur utama tersebut saat William melayangkan pertanyaan untuknya.


William menganggukkan kepalanya dengan masih membaca laporan tersebut.


"Tuan lima belas menit lagi anda juga harus berkunjung ke pabrik" Max mengingatkan William tentang agenda selanjutnya setelah dua jam lamanya di sana.


William menutup laporan keuangan itu setelah mengecek semuanya baik baik saja, "Mungkin cukup untuk kunjungan saya kesini dan tolong sampaikan kepada semuanya untuk bekerja dengan giat!" ucap William yang langsung bangkit dari duduknya dengan membenarkan jasnya.


"Baik tuan William, mari biar saya antar sampai lobi" ucap direktur tersebut mempersilahkan William berjalan terlebih dahulu baru Max dan dirinya.


Sampainya di lobi William memberhentikan langkah kakinya membalikan tubuhnya untuk menatap gedung pencakar langit itu dengan cukup lama. perusahaan ini adalah perusahaan pertama kali yang di bangun oleh sang Ayah, setahu William dengan cerita yang ia dengar dari om Danu bahwa mendiang sang Ayah membangun perusahaan itu dengan jernih payahnya sendiri dari bekerja di sebuah perusahaan di luar negeri sampai bisa membangun perusahaannya sendiri membuat William salut dengan sang Ayah yang bisa membangun perusahaan ini.


Dan dulu juga perusahaan ini tidak sebesar ini mungkin bisa di perkirakan bangunan lama itu setengahnya dari bangunan baru ini, karena William merombak total bangunan lama itu dan menambahkan lima tingkat lagi. memang dulu saat William ingin membangun kantor baru om Danu melarangnya dan memintanya untuk membangun perusahaan utama di perusahaan peninggalan sang papah, tapi William menolak ia tidak bisa berlama berada di dekat an dengan barang peninggalan sang Ayah entah kenapa dirinya tak sanggup untuk hall itu.

__ADS_1


"Tuan?" panggil Max saat William malah melamun untuk matanya berbalut kaca mata hitam membuat direktur utama perusahaan tersebut tidak melihatnya.


William menoleh ke arah Max yang sudah membukakan pintu mobil.


"Hati hati tuan William" kata direktur tersebut dan William hanya membalasnya dengan menganggukan kepalanya.


"Silahkan tuan" Max membuka pintu mobilnya mempersilahkan William untuk masuk.


Setalah William masuk ke dalam mobil barulah Max berpamitan pada direktur tersebut dan menyusul William yang ada di dalam mobil, melajukannya meninggalkan halaman perusahaan anak cabang tersebut.


Selama si perjalanan tidak ada yang membuka suaranya, keduanya seperti nyaman dengan keadaan seperti ini membuat mereka lebih memilih diam dan hanya akan berbicara kalo hall penting saja selebihnya mereka akan bicarakan di kantor.


Sampainya di halaman pabrik William sudah di sambut dengan para staf yang bekerja di pabrik tersebut, mereka semua menyambut William dengan sangat antusias walaupun William bersikap seperti biasa tapi lain hallnya untuk mereka yang jarang sekali bertemu dengan William.


Setalah puas berkeliling dan memastikan semua yang ada di dalamnya baik baik saja William memutuskan untuk undur diri.


"Max, kita mampir dulu ke rumah om Danu" perintah William saat mobilnya berhenti di lampu merah.


"Baik tuan" jawab Max.

__ADS_1


Mobil yang di bawa Max melaju membelah kemacetan di siang hari karena memang sudah bertepatan dengan jam makan siang dan banyak para pekerja lalu lalang untuk mencari makan, dua puluh menit mobil yang di bawa Max memecahkan kemacetan ibu kota sampai akhirnya mobil William memasuki sebuah halaman yang cukup luas, berhenti tepat di depan pintu utama rumah tersebut membuat satpam di yang berjaga di dekatnya langsung dengan sigap membuk kan pintu untuk William.


"Eh...tuan William sudah lama gak main ke sini" ucap security tersebut saat tau tamu tuan mereka adalah William.


"Om Danu ada?" tanya William tanpa menjawab pertanyaan tersebut.


"Ada tuan, silahkan masuk"


Setelah mendengar om Danu ada di rumah William melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah di ikuti Max yang ada di belakangnya.


"Tuan William gak pernah berubah" guman security tersebut saat melihat William dan Max sudah hilang di balik pintu dan kembali ke posisi semulanya.


"Lihat ini siapa yang datang" ucap seorang pria baruh baya tapi masih terlihat gagah, ya dialah om Danu seorang kepercayaan almarhum Eko yang mempercayakan dirinya untuk mendidik William hingga sukses sampai sekarang ini.


William yang melihat pria baruh baya tersebut turut dari tangga langsung menghampirinya dan memeluknya seperti laki laki pada umumnya,jarak umur om Danu dan Eko yang tidak terlalu jauh membuat William menganggap om Danu bukanlah om nya tapi Ayah kedua setelah mendiang sang Ayah.


"Bagaimana kabar kamu?" tanya om Danu menepuk pundak William dengan masih berpelukan.


"William sehat om" jawab William, melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Om sendiri?" tanya William kembali.


"Seperti yang kamu lihat om Sanga baik" jawab om Danu, dan mempersilahkan kedua tamunya itu untuk duduk di sofa agar lebih leluasa untuk ngobrol.


__ADS_2