Istri Tuan Casanova

Istri Tuan Casanova
Episode 8


__ADS_3

Satu minggu sudah setelah kejadian hari itu, malam ini dengan di temani sang ibunda dan adik laki lakinya Davina menyiapkan barang barang yang akan ia bawa untuk ke kota xxx, Davina memutuskan untuk ngekos selama ia melakukan studi kuliahnya karna tidak mungkin ia pulang brangkat ke kampus karna jarak yang di tempuh bisa lebih dari sepuluh jam lamanya.


"Kak Vina harus janji sama Alif kalo kakak bakal sering sering jengukin Alif dan ibuk" kata Alif yang membantu sang kakak menaruh bajunya di dalam koper.


"Iyah kakak janji dan kakak di sana juga bukan cuma kuliah tapi kakak memutuskan untuk sekalian kerja supaya hutang hutang kita cepat lunas jadi Alif harus selalu doa in kakak ya" kata Davina sambil mengelus rambut sang adik laki lakinya.


Setalah semua selesai Davina berpamitan dengan Alif dan sang Ibu, terus ayahnya? entahlah sudah sedari tadi Davina menunggu sang ayah tapi yang di tunggu tidak kunjung datang dan akhirnya Davina memutuskan untuk langsung berangkat ke terminal.


***


Setelah menempuh wakyt yang lumayan lama Davina sampai di kota xxx, mengedarkan pandangannya ke sekeliling terminal banyak sekali lalu lalang orang padahal waktu sudah menunjukan jam sepuluh malam, Davina menghampiri tukang ojek untuk mengantarkannya mencari Kos kosan yang lumayan murah untuk sementara ia tinggal.


"Sudah sampai neng, nanti neng tinggal masuk gang ini saja dan bertanya tanya pemiliknya, setahu bapak ini kontrakan yang paling murah" ucap tukang ojek tersebut berhenti di sebuah gang sempit.

__ADS_1


"Makasih ya pak, oh ya ini ongkosnya" kata Davina memberikan uang dua puluh ribu, tukang ojek pun langsung pergi saat melihat davina sudah masuk ke dalam gang.


"Permisi, saya mau tanya disini apa masih ada kamar yang kosong?" tanya Davina kepada kedua orang perempuan yang tengah mengobrol di depan kos kosan.


"Coba mbak tanya saja sama pemilik kosnya rumahnya di luar gang nanti belok kiri rumah warna hijau" jawab salah satu dari mereka.


"Ohh... makasih mbak kalo begitu saya permisi dulu" kata Davina yang melangkah keluar gang kembali dengan menyeret koper miliknya.


Sampainya Davina di depan rumah berwarna hijau, nampak rumah itu sudah sepi sepertinya pemilik rumah sudah pada istirahat pikirnya.


"Berisik! Ini udah malam saya mau istirahat kalo mau minta sumbangan jangan di sini! sana....!sana....! sana....!" Usir wanita paruh baya itu dan ingin melangkah masuk tapi langkahnya terhenti mendengar suara Davina.


"Maaf buk, saya bukan mau minta sumbangan, saya kesini mau tanya apa masih ada kos kosan yang kosong, kebetulan saya baru saja datang dari kampung" kata Davina.

__ADS_1


"Ohhh, neng mau ngekos? kenapa gak bilang dari tadi sih" kata wanita paruh baya itu mendadak berbicara lembut pada davina "Kebetulan neng masih ada satu kamar yang kosong, tapi belum sempat saya bersihkan"


"Gak papa buk, nanti saya bisa bersihkan sendiri" kata Davina tersenyum ramah.


"Ya sudah mari saya antar" kata wanita paruh baya tersebut melangkah terlebih dahulu dengan di ikuti Davina di belakangnya.


"Ini kamarnya" kata pemilik kontrakan membuka pintu kos kosan tersebut, terlihat jelas kamar itu sangat kotor banyak debu di mana mana."Gimana mau?" tanya ibu kos kosan


"Iyah buk saya mau" kata Davina, ia terpaksa setuju karna hari semakin malam dan tidak mungkin ia akan mencari kontrakan selain itu bisa saja hall hall buruk terjadi padanya.


"Ini sudah ada kasur,satu buah bantal,beserta lemari plastik untuk kamar mandi juga sudah di dalam, harga sewanya sendiri enam ratus ribu perbulan" kata pemilik kos kosan


"Iyah buk, saya ambil kamar ini, dan ini uang enam ratus ribu untuk sewa kos kosan selama satu bulan kedepan" kata Davina menyerahkan uang kepada pemilik kos kosan, wanita paruh baya itu langsung terlihat senang tidak sia sia ia bangun dan ada yang ngekos pikirnya.

__ADS_1


"Dan ini kuncinya, saya harap untuk bulan bulan kedepan jangan sampai nunggak bayarnya" kata wanita paruh baya itu memerahkan kunci kepada Davina dan langsung pergi begitu saja.


__ADS_2