
"Hei anak kecil jangan lari!!" terdengar suara pereman itu dari belakang Davina, buru buru Davina bangun dari duduknya dan meminta batuan kepada pria yang baru saja ia tabrak karna jarak ke restoran masih lumayan jauh.
"Tuan tolong saya tuan saya mohon" kata Davina memegang lengan pria tersebut dengan ketakutan.
"Cih! kau minta tolong kepada ku setelah kau menabrak ku! jangan mimpi!, urus urusan mu sendiri jangan bawa bawa aku!" kata pria tersebut menyingkirkan tangan Davina dari lengannya dengan kasar. "Minggir!!" lanjut pria tersebut saat Davina menghalangi jalannya untuk masuk ke dalam mobil.
"Tuan saya mohon tuan, saya bakal lakuin apa saja yang tuan mau, asal tuan mau membantu saya, saya mohon tuan" kata Davina yang melihat pereman itu semakin mendekat ke arahnya.
"Apa yang bisa kau lakukan!!, aku melihatmu saja kau baru anak bau kencur yang baru lulus SMA" kata Kenzou membuka pintu mobilnya dan masuk ke dalamnya.
"Tuan saya mohon tuan tolong saya, saya bakal lakuin apa saja tuan hiks...hiks...hiks....Bahkan saya mau jadi istri tuan jika perlu, tapi tolong saya tuan" kata Davina yang asal bicara pikirannya penting ia selamat dulu dari ke dua pereman itu pikirnya dengan mengedor gedoran kaca mobil milik Kenzou.
"Hayo, kau tidak bisa lari dari kita sekarang, dasar anak sial an, kau membuat kakiku sakit dan membuat ku berlari lari mengejar gadis kurang ajar seperti mu!! sekarang ikut aku!!" kata pria tersebut yang berhasil menangkap Davina dan menyeret Davina.
"Lepas!! hiks...hiks...Tuan saya mohon tuan bantu saya hiks...hiks...Lepas" kata Davina yang berjalan dengan di seret sesekali berteriak ke arah mobil pria yang baru saja ia tabrak dengan air mata yang membasahi pipinya.
__ADS_1
Buuk....Buuk.....Buuk.....
Ke dua pereman itu tersungkar di jalan saat ada seseorang memukulnya dari arah belakang.
"Tuan?" kata Davina yang melihat pria tersebut di belakangnya.
"Masuk mobil!!" kata Pria Tersebut memerintah Davina, tanpa pikir panjang Davina langsung masuk ke dalam mobil pria tersebut.
"Kurang ajar!!, siapa kau yang berani beraninya membelawa wanita kampung itu!!" kata pereman Tersebut.
"Kalian tidak perlu tau siapa saya, saya minta jauh ii wanita tadi atau kalian akan nyesal!!"
"Ampun Ampun" kata salah satu dari pereman itu saat mau di pukul lagi dengan pria tersebut.
"pergi dari sini dan jangan tampak kan wajah kalian yang jelek ini!! Paham!!" triak pria tersebut di depan wajah pereman yang akan ia pukul.
__ADS_1
Kedua pereman itu buru buru lari terbirit-birit dari sana dengan masih memegang tubuhnya yang sakit, Sedangkan pria tersebut kembali ke mobilnya.
"Makasih Tuan, makasih banyak" kata Davina yang mengucapkan banyak banyak trima kasih sama pria yang duduk di sampingnya itu. "Saya tidak bisa bayang in apa yang akan terjadi ketika tuan tidak menolong saya sekali lagi saya berterima kasih sama tuan"
"Kalo begitu saya pamit dulu tuan" kata Davina hendak membuka pintu mobil.
"Apa kau pikir aku berantem bersama mereka tidak mempertaruhkan nyawa? dan apa kau pikir ada yang gratis di dunia ini hah!!" kata pria tersebut yang sedikit berteriak saat wanita yang sudah ia tolong hendak turun dari mobilnya setalah ia menolongnya.
"Terus saya harus apa tuan?" Tanya Davina bodoh.
"Apa kau lupa dengan omongan mu tadi hah anak kecil!!"
"Yang mana tuan?" tanya Davina bingung.
"Menikah dengan ku!!" kata pria tersebut dengan suara yang sudah naik satu oktaf.
__ADS_1
***
Like & Vote