
Sedangkan di lantai dua tepatnya di ruang kerja William dua orang pria itu sedang membahas proyek Mega tentang pembangunan di sebuah pulau.
"Tuan seperti dugaan saya sebelum sebelumnya, kalo tuan Bram menghalalkan segala cara, dari info yang saya dapat Tuan Bram menyuap para petinggi perusahaan yang akan mengadakan pembangunan di pulau kilikulu suapaya dengan mudahnya proyek itu jatuh ke tangannya" Kata Max yang memberikan informasi yang baru saja ia dapat.
"Dasar pria itu tidak pernah berubah!" gumannya yang masih di tangkap jelas oleh Max. "Kumpulkan saja bukti bukti yang kamu dapat dan kita harus tetap bekerja dengan profesional" lanjutnya.
"Baik tuan" kata Max.
"Max!"
"Iyah tuan?"
"Carikan aku wanita untuk menemani saya malam ini!, dan seperti biasa ajukan beberapa prosedur kepada wanita itu seperti biasanya!" titahnya.
"T-tapi tuan bukan kah anda baru saja menikah?" kata Max.
"Lakukan saja yang saya ucapkan!"
"B-baik tuan, kalo begitu saya permisi" kata Max menundukan badannya dan melangkah keluar dari ruangan bosnya itu dan melakukan perintah tuannya.
William Nasution merupakan seorang Casanova tingkat kakap, bagaimana tidak? dalam satu hari saja ia bisa berganti wanita lebih dari tiga wanita yang berbeda beda, dan tidak mau lagi menggunakan wanita yang sudah pernah ia tidur ii, dan juga sebelum wanita wanita itu memberikan servis terbaik mereka William mengajukan beberapa prosedur yang harus di setujui ke dua pihak, terutama kepada sang wanita yang harus meminum pil penunda kehamilan, dan juga tidak berbicara kepada orang lain kalo ia pernah di tidur ii oleh William, Kalo sang wanita melanggar?, peraturan yang sudah ia setujui wanita tersebut harus membayar denda lima kali lipat yanv sudah tertulis di dalam kontrak yang sudah ia tanda tangani. Kalo dari pihak wanitanya sendiri tidak mau membayar denda setelah ia melanggar? berarti sang wanita wanita tersebut sedang berurusan dengan orang yang salah.
*
__ADS_1
Malam harinya Davina baru saja bangun dari tidurnya karna terlalu banyak menangis, dan langsung membersihkan badannya di kamar mandi, Davina membuka lemari dan hanya ada beberapa baju di dalamnya, tanpa pikir panjang Davin mengambil salah satu dari pakaian tersebut dan memakai nya.
Davina melangkah keluar kamar karna perutnya minta di isi, karna Dari tadi siang sampai sekarang Davina belum makan apa apa.
"Pak Mun?" panggil Davina saat pak Mun tengah sibuk dengan alat masaknya.
"Iyah Nona?, ada yang bisa saya bantu?" tanya Pak Mun dan berhenti sejenak dari kegiatannya saat melihat Davina.
"Pak Mun sedang masak apa?" tanya Davina.
"Saya sedang masak untuk makan malam Tuan Nona" kata Pak Mun.
"Biar saya bantu pak Mun" Kata Davina hendak ikut memasak.
"Tidak apa apa pak Mun lagi pula saya bosan gk ngapa ngapa in" kata Davina nekat, pak Mun pun hanya pasrah saat Davina mulai ikut memasak, sesaat kemudian bibir pak Mun tertarik, ia melihat Davina dengan lincahnya memainkan alat alat masak tanpa banyak bicara dan masakan Davina enak menurut pak Mun.
"Sudah jadi" kata Davina yang melihat beberapa makanan sudah tertata rapi di atas meja.
"Selamat malam tuan" kata pak Mun, saat William duduk di meja makan, Davina dengan sigap langsung menaruh beberapa lauk pauk ke dalam piring William saat pak Mum menyuruhnya.
William makan dengan tenang dengan beberapa pelayan yang berdiri di belakangnya yang siap melakukan apa saja jika tuannya itu memerlukan sesuatu saat ia makan, begitu juga Davina yang ikut berdiri bersama mereka.
Setelah William selesai makan ia menuju sofa ruang keluarga dengan memainkan ponselnya, Sesaat ke ke mudian seorang wanita cantik dengan pakaiaan yang sangat seksi menghampirinya dan langsung bergelayut manja pada lengan William.
__ADS_1
"Sayang...."Ucapnya dengan nada Manja dan sok akrab pada William.
William melihat wanita yang sedang duduk di sampingnya dan mengusap pipi wanita itu secara halus dan langsung ******* bibir wanita itu tanpa aba aba.
Davina yang mengira itu tamu William buru buru ia mengantarkan minuman dan makanan ringan ke tempat William duduk, betapa terkejutnya Davina saat melihat seorang pria dari tempatnya berdiri agak jauh yang sudah resmi menjadi suaminya itu bermesraan bersama seorang wanita yang sangat seksi dan ia lihat jelas degan mata kepalanya sendiri.
Hampir saja nampan yang Davina bawa jatuh kalo saja Pak Mun yang sedang lewat untuk kembali ke kamarnya melihat nampan yang di bawa Davina miring.
"Nona, Nona sedang apa di sini?" tanya pak Mun setelah mengambil ahli nampan yang di bawa Davina.
"E-enggak pak Mun, tadi saya hanya ingin mengantarkan minuman ini kepada tuan" kata Davina yang kembali melihat sang suami yang tengah mencumbu mesra seorang wanita sampai wanita itu mengeluarkan suara ******* dari mulutnya.
"Nona sebaiknya anda masuk ke kamar saja, ini sudah malam dan lebih baik anda istirahat" kata Pak Mun yang tau arah mata Davina menuju pada sang majikan.
Davina hanya mengangguk tapi masih belum bergerak dari tempatnya untuk pergi, sedangkan pak Mun sudah lebih dulu pergi untuk masuk ke kamar.
"Emmm, sayang aku sudah tidak tahan" kata wanita itu dengan suara manjanya yang keluar dari mulutnya.
"Ke kamar?" kata William dengan nada menggoda yang di angguki oleh sang wanita, mereka berdua berjalan naik ke lantai atas dan sesekali William mencium celuk leher wanita yang berjalan di sampingnya.
Davina yang melihat pemandangan itu sudah sungguh sungguh tidak sanggup dan buru buru Davina berlari masuk ke kamarnya.
***
__ADS_1
Like & Vote.