
Empat tahun berlalu dengan sangat cepat, Davina yang dulu berhenti kuliah karena tengah mengandung Arsalan-anak pertamanya, hari ini ia resmi menjadi seorang sarjana S1 dengan nilai tertinggi di kampusnya. Inah, Alif, William bahkan si kecil Arsalan menyaksikan wisuda Davina secara langsung.
William benar-benar di buat kagum dengan istrinya itu, meski sudah menjadi seorang ibu satu orang anak Davina bisa menyelesaikan kuliahnya dengan lancar tanpa hambatan atau mengeluh saat waktunya harus di bagi dengan mengurus dirinya dan Arsalan yang mulai masuk paud.
"Selamat sayang" Inah memeluk putrinya dengan bangga.
Davina membalas pelukan Inah hangat. "Makasih bu, ini semua atas doa ibu sehingga Davina bisa lulus kuliah dengan nilai terbaik"
"Selamat kak" ucap Alif menyerahkan buket bunga di tangannya.
Menerima buket bunga berukuran sedang tersebut Davina tersenyum senang. "Terimakasih"
"Mama,mama" suara Arsalan yang berada dalam gendongan William minta sang mama agar memeluknya juga. "Peluk" melihat Arsalan yang meminta peluk Davina hanya mencium pipi putranya tanpa berniat mengambilnya dari gendongan sang ayah.
"Anak mama gak nakal kan?" Arsalan mengeleng kepalanya cepat. "Pintar"
Menarik Davina mesuk kedalam pelukannya William mencium kening Davina lembut. "Kamu hebat sayang"
"Ini juga berkat bantuan kamu" jawab Davina mendongak wajahnya.
"Gimana kalo kita pulang sekarang saja?, kita bikin pesta kecil-kecilan di rumah" ujar Inah memberikan ide.
Davina dan William saling pandang dan mengangguk setuju lagi pula pesta ini hanya di hadirkan keluarga dan teman-teman Davina saja yang akan merayakannya.
"Ibu sama Alif pulang duluan saja, Vina sama William mau ke makan Ayah dan mama" ucap Davina.
"Ya sudah, pulangnya jangan lama-lama" Keduanya mengangguk paham, masuk kedalam dua mobil yang akan membawa mereka ketempat yang berbeda william dan Davina lebih dahulu pergi ke makam Eko dan Tanti.
Duduk di samping makam ayah dan mama mertua nya Davina mengusap berganti batu nisan tersebut.
"Yah, mungkin kita belum saling bertemu sebelumnya tapi Vina dapat merasakan sifat tanggung jawab Ayah ada dalam diri William, Vina yakin Ayah orang baik dulunya dan kalo bisa Vina ingin memutar waktu untuk bisa kenal sama ayah"
Beralih menatap batu nisan yang terukir almarhum mama mertuanya Vina menyiramkan air dan bunga mawar ke atasnya. "Ma maaf kalo Vina belum bisa jadi menantu yang baik buat mama, hari ini Vina kesini bawa dua kabar baik buat ayah sama mama"
Mendengar dua kabar baik yang di lontarkan istrinya William yang tengah memangku Arsalan menatap wajah istrinya bingung.
"Yang pertama hari ini Davina lulus sarjana S1 dengan nilai yang terbaik dan itu membuat Davina merasa lebih pantas bersanding dengan William" Davina menjada ucapannya beralih menatap William yang juga tengah menatapnya, melempar senyuman manis Davina kembali menatap batu nisan mertuanya. "Dan berita baik kedua, ayah sama mama sebentar lagi akan punya cucu baru" lanjut Davina.
"Kamu serius?" tanya William dengan suara yang sedikit keras. "Co-coba ulangi kata-kata kamu barusan" pinta William.
"Aku hamil" ucap Davina untuk kedua kalinya.
__ADS_1
"Yes!" memeluk Arsalan yang berada di pelukannya membuat anak berusia empat tahun tersebut kaget akan reaksi ayahnya. "Arsalan bentar lagi punya adik" ucap William mencium wajah Arsalan bertubi-tubi.
"Dedek?" tanya Arsalan polos.
"Iyah dedek, Arsalan bakal jadi kakak setelah ini" ucap William menjawab pertanyaan sang anak. Beralih menatap wajah Davina yang terlihat sangat gembira." Sejak kapan kamu hamil?, dan kenapa baru memberitahu ku?, dan kenapa aku tidak pernah melihat mu mual-mual"
Mendapatkan pertanyaan bertubi-tubi dari William Davina terkekeh kecil. "Aku juga baru mengetahui aku hamil dua minggu yang lalu saat aku telat datang bulan, dan saat aku cek ke dokter katanya kandungan ku masih sangat muda jadi belum menunjukan tanda-tanda kalo sedang hamil"
"Jadi ini alasan kamu tidak mau mengendong Arsalan belakang ini?" tanya William mengingat Davina yang jarang mengendong Arsalan belakang ini membuatnya berfikir Davina tak sayang lagi pada putra mereka itu tapi itu semuanya itu salah saat mendapatkan kabar bahagia dari sang istri.
"Iyah"jawab Davina singkat.
"Aku hampir saja memarahi mu karena kamu sudah tidak mau dengan Arsalan" ucap William yang baru menunjukan kekesalannya.
"Tapi kamu sudah tau kan alasan aku sekarang?" ujar Davina yang sangat suka melihat wajah kesal suaminya.
"Iyah sayang" jawab William mendaratkan kecupan ringan pada kening Istrinya.
"Kita pulang sekarang saja ya, kasian Arsalan kepanasan" ucap Davina mengusap keringat Arsalan yang bercucuran.
"Yah, ma, William pulang dulu dan nanti kita pasti akan kesini lagi buat jenguk Ayah sama mama. kalian istirahat dengan tenang ya disana" ucap William menatap nisan kedua orang tuanya sebelum beranjak dari duduknya.
Sampainya mereka di rumah William keduanya berjalan turun tak sabar memberikan kabar bahagia ini pada Inah dan Alif.
"Davina, William" panggil seseorang dari arah belakang.
Membalikan badannya Davina melihat Diki yang sudah bebas dari penjara dan sekarang tengah berjalan mendekat kearah mereka. "Ayah" panggil Davina lirih langsung memeluk tubuh pria paruh baya tersebut. "Ayah kapan bebasnya?, kenapa ayah tidak bilang sama Davina kalo ayah sudah bebas kan Davina bisa jemput ayah di kantor polisi" ucap Davina menatap Diki dengan tatapan haru.
"Ayah sengaja tidak memberitahu mu, karena ayah mau kasih kamu kejutan" jawab Diki mengusap air mata Davina yang membahasai pipi. "Kamu wisuda nak?" tanya Diki saat melihat Davina menggunakan toga.
Davina mengangguk cepat menjawab pertanyaan sang ayah. "Iyah yah Davina sudah lulus sekarang, dan Davina juga punya kabar bahagia buat ayah"
"Apa?" tanya Diki penasaran.
"Da-davina hamil lagi" ujarnya terbata-bata.
"Kamu hamil lagi?" ucap kedua orang bersamaan, ya Inah yang mendengar suara seseorang yang tengah ngobrol di depan melihat apa yang sebenarnya terjadi dan mendapati ayah dan anak itu yang saling berbicara.
Mendengar putrinya hamil lagi Inah berjalan mendekat kearah keduanya menatap wajah Davina serius. "Ka-kamu hamil sayang?" tanya Inah mengusap perut datar Davina.
Davina mengangguk cepat menjawab pertanyaan sang ibu yang nampak bahagia. "Ini benar-benar hari yang sangat bahagia buat kita semua" lanjut Inah terharu.
__ADS_1
"Jaga kandungan kamu baik-baik ya sayang" ujar Diki mengusap punggung Davina.
"Pasti yah"
"Kakek!" panggil Arsalan sedikit kencang membuat semua orang menatap jagoan kecil mereka. "Apa kakek hanya kangen dengan mama? apa kakek tidak kangen Arsalan?" tanya Arsalan membuat Diki terkekeh geli.
"Sini sayang" merentangkan tangannya Diki mengendong tubuh Arsalan. "Tentu kakek kangen sama kamu, gimana habis ini kita main bola sesuai janji kakek hari itu"
Arsalan mengeleng cepat menolak tawaran Diki."Tidak kakek Arsalan tidak mau main bola, ayah baru saja membelikan Arsalan mobil-mobilan dan belum Arsalan coba" tolak anak berusia empat tahun tersebut.
"Kalo begitu kita main mobil-mobilan saja ok?"
"Ok kakek" ucap Arsalan memeluk leher Diki dengan senang, melihat aksi bocah yang begitu mengemaskan membuat semua orang tertawa geli.
Inah menyuruh semua anggota keluarga yang hadir masuk kedalam rumah, merayakan hari kebahagiaan mereka dengan sederhana, termasuk Diki pria itu juga di minta Inah agar bergabung dengan yang lainnnya, memang keduanya telah resmi bercerai empat tahun yang lalu tapi mereka sepakat untuk terlihat akrab untuk cucu mereka Arsalan.
...~~~...
...Pesan dari William & Davina....
Tidak ada kehidupan yang sempurna di dunia ini karena sedih dan bahagia akan selalu hadir menyapa, maka jadikanlah syukur sebagai penyempurna semua rasa yang ada.
...~William Cakra Nasution~...
Belajar bersyukur untuk setiap takdir dalam hidup mu. Karena hal buruk sekalipun bisa mendatangkan hikmah paling indah untuk kehidupan mu di masa sekarang, esok dan selamanya.
...~Davina Kusuma Wardani~...
...TAMAT...
...***...
Alhamdulillah akhirnya Novel kedua aku tamat juga, terimakasih buat kalian semua pembaca ITC (yang tidak bisa author sebutkan satu persatu) aku mengucapkan banyak-banyak terimakasih telah menemani perjalanan novel ini selama tiga bulan terakhir, dan buat semua pembaca yang harus ekstra sabar nungguin up setiap babnya, karena aku yang super duper lemot ini merasa sangat terharu karena meski aku lama up-nya kalian masih setia menemani aku dan memberikan dukungan kalian.
Yang tanya ini beneran udah tamat?, sebenarnya kalo untuk konflik masih ada sedikit tapi karena aku yang punya cerita lain yang harus di selesaikan maka untuk ITC aku tamat in dulu, dan buat ekstra part aku gak bisa janji.
Buat ucapan terimakasih aku sama kalian, aku bakal adain GA kecil-kecilan, dan GA nya bakal aku mulai besok pagi atau enggak siang. Buat yang penasaran dengan GA besok bisa langsung follow ig aku (IG: Dellina_09) buat info lebih lanjut.
Love♥️
DELLINA♥️
__ADS_1