Istri Tuan Casanova

Istri Tuan Casanova
Episode 31


__ADS_3

Nasution Group yang dulunya hampir gulung tikar sekarang sudah berdiri menjadi perusahaan besar seperti dulu.


Dan sekarang usia William menginjak umur delapan belas tahun, dan di umur delapan belas tahun ini William mulai menginjak kakinya ke dalam sebuah club di kotanya bersama dengan teman temannya hanya untuk menghabiskan malam dengan meneguk wine.


Saat William dan teman temannya tengah menunggu pesanan mereka, mata William menatap seorang wanita yang sangat ia kenal dan sekarang ia semakin membenci wanita itu, saat tubuh wanita itu bebas di pegang oleh laki laki hidung belang yang dapat di lihat dari penampilannya mereka dari kalangan atas.


"Cih....wanita itu sangat murahan sekali....berapa uang yang ia dapatkan dengan kerjaan kotornya itu...." guman William saat melihat wanita itu menyeret dua laki laki sekaligus pergi dari sana.


Brak.....


William yang terbakar api amarah, membuatnya menggebrak meja di hadapannya membuat dua orang temannya itu kaget dengan tindakannya.


"Lo kenapa wil...?" tanya Aglar yang duduk di samping William, di buat kaget saat William mengebrak meja dengan begitu keras.


"Iyah nih...lo kenapa? apa lo ada masalah?" kali ini Bagas yang bertanya kepada temannya itu yang melihat sorot kemarahan dari dua bola mata William.


"Gue cabut dulu....." kata William yang langsung berdiri dari duduknya dan keluar dari dalam club dengan amarah yang membuncah. sedangkan Aglar dan bagas saling pandang saat melihat keanehan dari diri sahabatnya itu.


Sampainya di parkiran William meninju dinding parkiran yang saat itu keadaannya tengah sepi. "Aghh..... wanita sialan,brengsek, murahan......" teriak William yang masih menunju dinding itu dengan begitu kuat.


"Kenapa harus dia yang ngelahirin gue!! kenapa bukan orang lain?! Aghhhh......" William semakin membabi buta memukul didinding di hadapannya, membuat darah segar keluar dari celah celah jarinya.

__ADS_1


Sampai seorang wanita yang melihat William dari jauh mendekati William yang masih menunju dinding parkiran. "Ganteng...." panggil wanita itu dari belakang William dengan suara menggoda, William yang tidak menyadari kedatangan seseorang itu memberhentikan aktifitasnya dan membalikan badannya melihat wanita yang bisa di perkirakan lima tahun lebih tua darinya dengan nafas yang memburu berdiri di belakang tubuhnya dengan pakaian yang sangat seksi.


"Apa!! pergi dari sini!!" Kata William mengusir wanita tersebut.


"Kenapa kamu menyakiti dirimu seperti itu?" kata wanita itu yang berjalan mendekat ke arah William dengan berjalan berlenggok lenggok. "Dari pada kamu menyakiti dirimu seperti itu bukankah lebih baik kita bersenang senang malam ini?" kata Wanita itu menempelkan buah dadanya yang berukuran jumbo ke dada bidang William.


"Aku tidak tertarik dengan wanita seperti dirimu!! sekarang pergi dari sini!!" William mendorong wanita tersebut dengan kasar, bukannya marah wanita tersebut malah dibuat semakin tertarik dengan William.


"Kenapa kau kasar seperti itu kepadaku? apa kau tidak mau merasakan servis terbaik ku?" kata Wanita tersebut yang langsung mengalungkan lengannya di leher William dan mendekatkannya wajahnya ke leher William dan menghembuskan nafasnya, sebagai laki laki normal Wiliam juga pasti akan terpancing saat di goda seperti itu.


"Kau yang memenggodaku terlebih dahulu dan kau harus menerima akibatnya" kata William yang langsung manarik kasar tangan wanita tersebut masuk ke dalam mobil, saat merasa miliknya sudah mulai mengeras.


Dan saat umur William menginjak delapan belas tahun ia sudah masuk ke dalam dunia malam sampai sekarang usianya menginjak tiga puluh satu tahun, dan saat itu setiap harinya William melakukan hubungan intim dengan berganti ganti pasangan, meski begitu William selaku memeriksa tubuhnya kepada dokter Hermawan setelah berhubungan intim dengan pasangannya untuk menghindari virus kelamin.


Flashback Off.


"Sial...." umpat William saat bayangan bayangan itu terlintas dengan rapi di dalam otaknya, dan saat itu juga William yang memegang segelas wine di tangannya melempar di dinding samping pintu, bersamaan dengan seorang wanita membuka pintu tersebut dibuat kaget dengan pecahan kaca yang sudah berserakan di atas lantai, seketika kakinya terasa tidak memiliki tulang untuk menopang tubuhnya.


"Kenapa kau berdiri di situ hah!" raung William sambil menatap wanita itu dengan tajam, yang membuat wanita tersebut merasa sangat takut, tapi kalo dia keluar itu juga bukan pilihan yang tepat karena ia tahu sifat William seperti apa.


"Kau mau masuk sendiri? atau aku yang membawamu masuk?!" kata William penuh dengan nada ancaman.

__ADS_1


"I—iyah tuan" kata Wanita tersebut yang langsung menutup pintu dan melangkah ke arah William.


William yang melihat Wanita tersebut sudah berdiri di depannya langsung menarik tangan wanita tersebut membawanya di bawah Kungkungan nya di sofa. "Apa wanita murahan seperti dirimu juga memiliki rasa takut?!" kata William sambil menatap tajam wanita yang berada di bawah Kungkungan nya.


"Jawab!!" Teriak William yang membuat tubuh wanita itu seketika menegang.


"I—iyah tuan" jawabnya terbata bata.


"Cih....munafik sekali" kata William yang langsung mencumbu tubuh wanita tersebut dengan kasar membuat wanita tersebut sesekali memekik kesakitan, apa lagi saat William memasukan benda miliknya dengan begitu kasar.


William memacu tubuh perempuan bayarannya melupakan semua kemarahannya kepada wanita tersebut, tanpa memberi jeda untuk wanita itu mengatur nafasnya, William terus memacu tubuh wanita tersebut sampai ia benar benar puas.


Setalah hampir satu jam lamanya William mengakhiri pergulatan panas tersebut di atas kasur, William turun dari atas wanita tersebut yang sangat jelas bahwa ia kewalahan menghadapi tenaga William yang tiada habisnya itu.


"Ini bayaran mu, keluar dari sini sebelum aku keluar dari kamar mandi, kalo tidak aku akan membuatmu tidak bisa berjalan" kata William yang langsung melangkah masuk ke dalam kamar mandi yang ada di kamar tersebut dan mengguyur tubuh di bawah air shower, membiarkan air dingin tersebut membasahi tubuhnya.


Sesaat otak William menghitung sudah berada lama ia terjebak dalam dunia malam seperti ini, sampai otaknya menemukan jawabannya kalo ia sudah berada di dalam dunia gelap selama tiga belas tahun lamanya.


"Yah....William ingin keluar dari dunia gelap ini, tapi saat William mencobanya itu sangat sulit yah... tidak ada tangan yang mau menarik William keluar dari kegelapan ini" lirin William saat badannya sudah basah dengan air shower tersebut.


"Sampai kapan William akan berada di dunia gelap ini, William benar benar membutuhkan seseorang yang bisa membawa William ke dunia yang lebih berwarna" William mencurahkan semua keluh kesahnya di dalam kamar mandi, tersebut sambil merasakan air yang dingin membasahi rambutnya.

__ADS_1


__ADS_2