Istri Tuan Casanova

Istri Tuan Casanova
Episode 6


__ADS_3

Waktu terus berlalu hari ini adalah hari pengumuman kelulusan, hari dimana Davina dan ibuknya datang ke sekolah untuk mendengarkan pengumuman kelulusan dan tes beasiswa bagi siswa yang lolos seleksi, semua orang tua wali murid sudah hadir di gedung serbaguna sekolah untuk mendengarkan pengumuman kelulusan dari putra,putri mereka, Acara di buka dengan sambutan kepada kedua orang tua / wali murid dan seterusnya dan sampai di acara yang di tunggu-tunggu oleh kedua orang tua murid ya itu bagi siswa atau sisiwi yang lulus dengan nilai terbaik.


"Baik bapak ibuk sekalian sekarang saatnya pengumuman bagi siswa/siswi yang lolos dengan nilai terbaik akan di bacakan oleh kepala sekolah, Bagi bapak Qomarudin sebagai kepala sekolah waktu dan tempat saya persilahkan" kata mc.


"Kaila aku yakin kamu yang bakal maju kedepan dan menerima piala itu" kata Arda yang duduk di samping kiri Kaila.


"Ya harus dong, secara kan bapak dia sebagai donatur di SMA kita ini" kata Reta yang duduk di samping kanan Kaila.


Sedangkan Kaila pun hanya tersenyum senyum yang sedari tadi tidak pudar dari wajahnya itu karena teman-temannya memujinya.


"Assalamu'alaikum, Bapak, ibuk saya sebagai kepala sekolah SMA Sejahtera,akan memanggil tiga siswa berprestasi di SMA sejahtera tahun ajaran 2020/2021 dan juga saya akan memanggil dua siswa yang lolos tes beasiswa dan saya akan memanggil terlebih dahulu untuk tiga siswa yang berprestasi di sekolah kita ini dari peringkat ke tiga" kata Qomarudin.


"Irsyad Mauza Alhera siswa berprestasi no 3


Clarita Putri Ramaniya siswa berprestasi no 2


Dan siswa berprestasi no satu di raih oleh...."


"Pasti kamu Kaila" kata Reta memegang tangan Kaila padahal Reta sendiri saja tidak tau siapa peringkat pertamanya sedang kan Kaila sudah bersiap-siap untuk berdiri karna ia sangat yakin bahwa ia akan menjadi siswa berprestasi padahal namanya saja belum pasti di panggil.


"Davina Kusuma Wardani" lanjut Qomarudin.


"Aaa... Vina kamu siswa berprestasi no satu" kata Arum yang langsung memeluk sahabatnya yang duduk si sampingnya.


"Apa ini nyata?" kata Davina masih tidak percaya namanya di panggil menjadi siswa berprestasi nomer satu.


"Iyah tolol" kata Arum mencubit lengan Davina.


"Au...sakit rum" kata Davina mengusap lengannya yang habis di cubit Arum.


"Dan Masih ada dua siswa yang lolos tes beasiswa dan akan kuliah di kota xxx tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun karena sudah di tanggung pihak kampus saya panggil untuk dua siswa / siswi yang lolos, Irsyad Mauza Alhera dan Davina Kusuma Wardani" lanjut Qomarudin

__ADS_1


"Aaa....kamu juga lolos tes beasiswa itu Vinn" kata Arum antusias.


"Bagi siswa yang namanya di panggil tadi segera naik ke atas panggung Aula karna akan mendapatkan hadiah dari pihak sekolah" kata Mc.


Lain hallnya dengan Kaila,Reta dan Arda mereka memandang sinis ke pada Davina yang naik ke atas panggung.


"Apa apaan sih tu anak, kenapa bisa coba jadi siswa berprestasi nomer satu dan lolos tes beasiswa itu segala lagi seharusnya yang ada di sana dan menerima hadiah itu kan gua!" kata Kaila geram.


"Iyah betul tu..kamu lebih pantas dari pada anak tukang penjual gorengan keliling itu" kata Arda.


"Ini gk bisa dibiarin Kei...apa perlu kita kasih pelajaran ke anak tukang penjulan gorengan itu" kata Reta.


"Emang lu ada ide?" tanya Arda sebab Kaila tidak menanggapi ucapan Reta karna terus memandang Dellina yang sedang menerima hadiah dari kepala sekolah.


"Rencananya.... Gimana bagus gak rencana aku?" kata Reta dan saat Keila mendengar rencana Reta ia beralih memandang Reta.


"Bagaimana kamu suka rencana aku?" tanya Reta ke keila.


Setalah acara selesai Inah, Davina, Arum keluar dari gedung serbaguna dan mereka berkumpul di bawah pohon yang rindang di halaman sekolah.


"Sayang...Kamu lulus dengan nilai terbaik dan kamu juga mendapat beasiswa itu" kata Ratih langsung memeluk putrinya.


"Iyah Buk, Vina gak nyangka kalo Vina bisa lulus dengan nilai terbaik dan kuliah di kampus impian Vina selama ini" kata Vina yang menangis bahagia di dalam pelukan Inah.


"Selamat ya Vin, Usaha lo selama ini gk sia-sia " kata Arum.


"Iyah rum makasih ya" kata Davina yang gantian memeluk sahabatnya itu.


Saat mereka tengah asik mengobrol Davina merasa ingin buang air kecil jadi ia pamit sama ibuk dan Arum ingin ke kamar mandi dulu sebentar setelah Davina selesai dari kamar mandi dan ingin melangkah keluar kamar mandi tangannya di tarik seseorang menuju sebuah gudang dekat kamar mandi.


"Lepas siapa kalian" kata Davina berusaha lepas dari dua orang wanita yang menariknya ke dalam gudang tapi Davina tidak bisa mengenalinya karna mereka menggunakan masker, sampainya mereka di dalam gudang Davina di dorong sampai tersungkar di lantai.

__ADS_1


"Au.." Davina meringis kesakitan memegang sikunya yang terluka karna di dorong hingga tersungkur di lantai.


"Siapa kalian?"Tanya Davina kepada dua orang yang berdiri di depannya yang menutupi wajahnya mengunakan masker.


"Kau tidak perlu tau siapa kami yang jelas kami ingin membuat perhitungan dengan mu!" kata salah satu wanita yang berdiri di hadapan Davina.


"Apa yang akan kalian lakukan?" Kata Davina yang berdiri dari tempatnya.


Belum sempat wanita itu menjawab ada seseorang dari belakang menarik rambut Davina sehingga mengakibatkan Davina meringis kesakitan.


"Au...aaaa, sakit" kata davina memegang rambutnya yang masih di tarik.


"Apa kau bilang? sakit? ini belum seberapa!" kata wanita itu semakin menarik rambut Davina mengakibatkan beberapa helai rambut Davina rontok.


"Seharusnya hari ini hari yang membahagiakan untuk ku, kau itu cuma anak penjual gorengan yang mau menyaingi ku" kata wanita tersebut yang masih menarik rambut Davina


"A-aku tidak tau maksud mu au... lepaskan" kata Davina


Wanita tadi mendorong Davina dan mengakibatkan Davina tersungkar di lantai dengan rambut yang acak-acakan, wanita tadi kembali mendekat ke arah Davina dan mencengkeram dagu Davina dengan kuat "kau itu wanita sok polos! dan sok suci! dan kau sudah membuat apa yang aku inginkan tidak bisa aku dapatkan hari ini!"


"Dan kau! juga sudah menarik perhatian laki-laki yang aku suka selama ini!!!"


PLAK.....


"Au...hiks...hiks..."


"A-aku tidak tau maksud mu dan aku tidak tau siapa laki-laki yang kamu maksud hiks...hiks..." kata Davina memegang pipinya yang terasa panas.



__ADS_1


Like & Vote


__ADS_2