Istri Tuan Casanova

Istri Tuan Casanova
Episode 14


__ADS_3

"T-tapi tuan kita tidak saling kenal" Davina berusaha mencari alasan.


"Apa kau pikir aku tadi menolongmu karena aku mengenal mu?!" kata pria tersebut yang langsung melajukan mobilnya.


"T-tuan saya harus kembali bekerja" Kata Davina saat mobil yang ia tumpangi mulai berjalan.


"Diam!!!, kamu yang meminta sendiri mau menjadi istriku saat aku menolong mu!!" kata pria tersebut yang kembali membentak Davina, dengan refleks Davina menundukan kepalanya dan meremas ujung bajunya.


Davina hanya menundukkan kepalanya dari tadi sampai ia tidak menyadari mobil yang ia tumpangi memasuki sebuah halaman rumah yang sangat mewah, pria yang sedari tadi duduk di belakang kemudi keluar begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Davina langsung turun dari mobil dan menatap bangunan yang sangat mewah di depannya atau lebih tepatnya istana dan banyak penjaga yang menjaga setiap sudut rumah itu dengan postur badan yang sangat besar dan juga ada beberapa pelayan perempuan yang sangat cantik cantik yang berbaris di depan rumah dengan pakaian yang sangat sexy menurut Davina bagaimana tidak Rok di atas lutut memperlihatkan paha mulus mereka dengan baju yang sedikit menunjukan belahan Dada mereka juga, menjijikkan pikir Davina.


"Selamat datang tuan" kata para pelayan itu sedikit membungkukkan badannya.


Pria itu tidak menjawab sapaan para pelayannya dan langsung melangkah masuk ke dalam rumahnya, lagi lagi mata Davina di buat terkagum kagum dengan interior bangunan itu dan isi istana itu yang benar benar mewah memanjakan mata, setiap barang barangnya pasti bernilai puluhan sampai ratusan juta hanya untuk satu barang.

__ADS_1


Davina yang melihat pria itu duduk di atas sofa dan beberapa para pelayan melepas jasnya sampai melepas sepatu yang pria itu gunakan. sesekali pria itu mengelus pipi mulus dari pelayan pelayannya.


"Hubungi Max sekarang juga" titahnya kepada seorang pria paruh baya yang sedari tadi mengikutinya tapi masih terlihat sangat gagah dan dengan cepat pria paruh baya itu langsung menghubungi seseorang.


"Saya sudah menghubungi Max tuan, apa sekarang anda ingin mandi tuan?" tanyanya kepada pria yang duduk di sofa.


"Tidak" jawabnya singkat.


sedangkan Davina masih berdiri dan menatap pria tersebut dan sesekali matanya berlari ke kanan ke kiri yang masih fokus dengan rumah sebesar itu


"Selamat sore tuan" kata seorang pria yang bisa do perkirakan tiga tahun lebih muda dari sang majikan. "Ada hall apa yang harus saya kerjakan tuan" kata pria tersebut yang sangat hafall dengan ke inginan sang majikan.


"Penghulu? anda ingin menikah tuan?"


"Jangan banyak bicara! lakukan saja apa yang aku mau!!" kata pria tersebut dengan nada sedikit membentak.

__ADS_1


"B-baik tuan" kata Max yang langsung melakukan apa yang di inginkan bosnya itu.


Sesaat kemudian orang orang yang di minta sang tuan pun sudah datang dengan sedikit berlari dari arah pintu masuk menuju sofa.


"Rias dia sekarang, dan kau antar dia ke kamar tamu!" titahnya pada tukang rias dan pelayan perempuannya.


"M-maaf tuan sebelumnya, tapi bisakah ini di undur dulu, karna saya tidak mau menikah tanpa ada keluarga saya tuan" kata Davina saat ingin di bawa ke kamar tamu untuk di rias.


"Aku tidak peduli!! dan kalian kenapa kalian malah diam dan berdiri di sana apa kalian tidak punya telingga!!!"


"I-iya tuan" kata sang tukang rias dan pelayanan tersebut terbata bata. "Mari nona lewat sini" kata pelayan tersebut.


"T-tapi tuan...."


"Nona mari ikut kami" kata tukang rias yang sedikit memaksa Davina.

__ADS_1


***


Like & Vote


__ADS_2