
Kini di sebuah ruangan miteeng sudah hadir lima CEO dan lima asisten pribadi mereka masing masing dari berbagai perusahaan untuk mendengarkan hasil keputusan dari Gardatama Company yang merupakan sebuah perusahaan yang di pimpin oleh Tuan Garda yang mengeluarkan sebuah proyek Mega tentang pembangunan di sebuah pulau yang nantinya akan di jadikan tempat pariwisata.
Semua CEO merasakan ketegangan yang ada di ruangan miteeng tersebut, tapi beda halnya dengan tuan Bram yang sudah dengan yakinnya kalo proyek ini akan jatuh dengan mudah ke tangannya, William yang melihat wajah sombong pria itu sangat geram sekali ingin rasanya William menghajarnya secara habis habisan saat ini juga.
Tuan Garda yang baru saja melakukan perundingan siapa yang akan menghendel proyek ini kembali ke meja miteeng di mana semua mata tertuju kepadanya.
"Setalah melakukan pembahasan yang sangat ketat saya memutuskan proyek ini akan di pimpin oleh..." tuan Garda mengantung ucapannya membuat rasa penasaran sangat terasa di ruangan miteeng tersebut bahkan para peserta miteeng dapat mendengar detak jantung mereka yang berpacu sangat cepat.
"Brawijaya Company" ucap tuan Garda membuat Bram sebagai sang CEO sangat puas akan hasil miteeng kali ini bahkan wajah sombongnya menjadi dua kali lipat.
William yang tidak terima saat ada kecurangan seperti ini mengebrak meja miteeng dengan sangat kencang membuat tuan Garda yang tadinya ingin mengucapkan selamat kepada Bram mengurungkan niatnya.
"Apa apa an ini tuan William?!" suara berat milik tuan Garda terdengar tidak suka dengan sikap William yang se enaknya seperti itu.
"Apa anda mempercayakan proyek Mega ini dengan pria seperti dirinya?" tunjuk William tepat di wajah tuan Bram.
Semua orang menatap wajah Bram yang sangat terlihat jelas menahan emosinya.
"Saya rasa anda dan semua CEO yang ada di sini belum tau apa kelicikan yang dia lakukan dalam tender ini!"
"Tutup mulut mu William!" Bram yang mulai tersurut emosi memanggil William tanpa ada kata tuan di depan namanya.
"Anda yang seharusnya tutup mulut tuan Bram!" tunjuk William sekali lagi pada wajah itu.
"Ada apa ini sebenarnya?!" tanya tuan Garda yang bingung dengan kondisi sekarang ini.
"Biar saya jelaskan kepada Anda tuan Garda bahwa pria ini telah melakukan kecurangan dalam proyek sebesar ini dengan menyuap para petinggi perusahaan Anda tiga kali lipat dari gaji yang mereka dapatkan saat bekerja di perusahaan anda ini"
Bram membulatkan matanya bagaimana bisa William tau akan hall ini? atau jangan jangan William telah memata matai gerak geriknya selama in, "Tidak! itu tidak benar tuan Garda mana mungkin saya melakukan hall sekeji itu" sangkal Brata.
"Atau jangan jangan di sini andalah yang sudah menyuap para petinggi perusahaan tuan William dan dengan mudahnya anda memutar balik fakta itu kepada saya?"
"Omong kosong apa yang sedang ia ucapkan itu? "
__ADS_1
Kasuk kasuk terdengar jelas di meja miteeng tersebut membicarakan William yang tengah memutar balikan keadaan kepada orang lain, William yang masih bisa mendengar ucapan mereka dengan jelas mengepalkan tangannya dengan sangat kuat di samping badannya.
"Kalo seperti itu ceritanya silahkan anda keluar dari sini taun William!" tuan Garda menunjuk pintu ruangan miteeng meminta agar William untuk keluar dari ruangan itu.
Rahang rahang William semakin mengeras, "Baik saya akan keluar dari sini!"
"Silahkan! pintu terbuka sangat lebar tuan William" ucap Bram dengan sinis.
"Tapi sebelum saya keluar dari sini saya akan pastikan anda yang lebih dahulu keluar dari sini dengan muka tidak tau malu anda itu!"
"Max!"
Max yang mendapatkan aba aba dari William langsung keluar dari ruangan miteeng membuat sesaat kesunyian menghampiri semuanya, sampai max kembali dengan membawa dua petinggi perusahaan Gardatama Company masuk ke dalam ruangan miteeng dengan wajah yang sudah babak belur membuat semua orang menatapnya dengan tatapan bingung.
"Anda tau tuan Garda? dua orang ini sudah berani berkhianat di belakang anda!"
"Berkhianat? apa maksud anda tuan William?" tanya Tuan Garda bingung.
"Maksud saya selain mereka menerima uang dari tuan Bram mereka juga telah melakukan korupsi di perusahaan anda ini, tapi sayangnya sepertinya anda tidak tau akan hall itu karena apa? karena mereka menjadikan staf yang tidak bersalah di perusahaan anda ini sebagai sasarannya! dan mereka bisa dengan nikmatnya bersantai santai di balik jabatan mereka!" kata William panjang lebar.
"Mungkin mereka tidak mau mengatakan hall yang sebenarnya tapi tidak masalah karena rekaman ini yang akan menjawab semuanya" ucap William dengan menunjukan flesdiks di tangannya.
Max dengan sigap mengambil flesdiks tersebut menyambungkan laptop miliknya dengan lcd yang ada di ruangan itu membuat dalam hitungan detik video di layar tersebut berputar di mana dengan jelas kedua orang itu dengan terang terangan menerima uang dari Brata bukan sekali bahkan sampai tiga kali mereka mendapatkan uang dari Brata tidak hanya itu saja aksi korupsi mereka terekam jelas di video tersebut.
Tuan Garda marah besar di tamparannya dengan sangat keras wajah kedua pegawainya itu dengan emosi yang memuncak, "Saya memberikan jabatan itu kepada kalian untuk kalian jalankan dengan baik sebagai amanah bukan menyalah gunakan seperti ini! dan kalian bisa biasanya kalian memberikan getah kepada karyawan yang sama sekali tidak salah di sini!!"
"Dan apa uang dan fasilitas yang kalian dapatkan selama bekerja di sini kurang?! sampai kalian menerima uang dari perusahaan lain!! bahkan uang itu tidak setara dengan apa yang perusahaan ini berikan kepada kalian dan keluarga kalian!!"
"Maaf tuan Gada kami minta maaf"
"Saya terpaksa melakukan itu tuan karena anak saya sedang sakit"
"Saya tidak butuh alasan alasan itu semua itu sudah terlambat!!, dan sekarang kalian harus mempertanggung jawabkan perbuatan kalian di pihak yang berwajib!!" ucap tuan Garda yang langsung memanggil security.
__ADS_1
"Saya minta maaf tuan saya mohon jangan penjarakan saya"
"Kalo saya di penjara istri dan anak saya mau makan apa tuan Garda"
Kedua pria itu terus berteriak memohon ampun agar di bebaskan dari jeratan hukum tapi di dalam dunia bisnis siapapun orang yang telah melakukan kesalahan harus menebus kesalahan yang mereka perbuat tidak kenal baik itu orang terkuat sekali pun.
Kini tuan Garda beralih menatap Brata yang tengah menyorotkan tatapan mata dengan tajam ke arah William, "Tuan Bram! saya tidak menyangka kalo anda bisa melakukan hall sejauh ini hanya untuk sebuah proyek"
"Anda tau semua orang yang berada di ruangan ini mungkin saja bisa melakukan hall seperti yang ada lakukan, tapi apa? mereka semua tidak melakukan itu karena mereka bukan pecundang seperti anda yang memilih jalan pintas dan menghalalkan segala cara!"
Bram yang tadi menatap tajam ke arah William beralih menatap Tuan Garda otaknya tengah berfikir dengan sangat keras agar dirinya tetap bisa mempertahankan proyek ini, "Sa-saya bisa jelas kan..."
Tuan Garda mengangkat satu tangannya memerintahkan agar Bram tidak melanjutkan ucapannya, "Saya tidak butuh penjelasan anda tuan Bram!, yang perlu anda lakukan sekarang keluar dari sini karena saya membatalkan bahwa anda tidak jadi menghendel proyek ini, karena saya cuma membutuhkan orang orang yang jujur dalam pekerjaannya!"
"Tidak bisa seperti tuan Garda anda sudah menyerahkan proyek itu kepada saya dan otomatis saya yang harus menghendel proyek tersebut" ucap Bram yang tidak suka akan hall ini.
"Sejak kapan saya menyerahkan proyek ini kepada anda? di sini saya baru memberikan pengumuman siapa yang akan menghendel proyek saya! belum menyerahkan sepenuhnya apa anda sudah menandatangani surat persetujuannya tuan? belum bukan?"
"Jadi silahkan anda keluar dari sini!"
"Anda tidak bisa seperti ini tuan Garda ini namanya tidak adil!" raung Bram tidak terima akan hasil yang ia dapatkan tidak sesuai seperti yang ia inginkan.
"Silahkan keluar tuan di sana pintu keluarnya!" lanjut tuan Garda dengan dengan yang menunjuk pintu ruang miteeng meminta agar pria itu segera keluar.
Bram mengepalkan tangannya sangat kuat dengan rahang yang mulai mengeras karena amarahnya di tatapnya wajah William yang tengah tersenyum di atas kekalahannya,"Saya pastikan anda telah berurusan dengan orang yang salah tuan William!!"
William hanya tersenyum miring saat mendengar ancaman yang menurutnya hanya sampah, "Apa anda tengah mencoba mengancam saya tuan?"
"Apa anda pikir saya takut dengan semua ancaman yang keluar dari mulut busuk anda itu?" lanjut William dengan menatap sinis wajah Bram yang semakin marah.
Bram yang sudah sangat geram melangkah mendekat ke arah William bersiap untuk memberikan bogem mentah miliknya tapi dengan cepat semua orang yang ada di ruangan itu menahan tubuhnya agar tidak menimbulkan keributan di sini, berbeda dengan William yang semakin tersenyum sangat puas dengan pertunjukan yang baru saja ia lihat.
"Bawa dia keluar!!" perintah tuan Garda dan beberapa orang langsung menyeret paksa Brata keluar dari ruangan miteeng.
__ADS_1
***
Satu ban ini full tentang kerjaan William ya say...agar author gak ada tanggungan lagi untuk masalah proyek ini dan setelah ini author akan fokus pada kehidupan WillDav