Istri Tuan Casanova

Istri Tuan Casanova
Episode 17


__ADS_3

"Hiks....hiks....hiks.... Aku baru saja menjadi istrinya tadi siang dan sekarang di malam pernikahan kami dia malah bermesraan dengan wanita lain di depan mataku?" tangis Davina yang duduk di lantai sambil memukul mukul kasurnya berfikiran mungkin dengan cara seperti ini rasa sakit di hatinya bisa hilang. "Bahkan aku di anggap sebagai pembantu di rumah suamiku sendiri hiks...hiks...hiks..."


Davina terus menangis sampai stok air matanya habis Sesaat kemudian Davina menarik nafas panjang dan menutup matanya sambil mengusap air matanya yang tersisa membasahi wajahnya dan mengeluarkan kata kata yang bisa menyemangati dirinya "Kamu harus kuat Vina...Jangan pikirkan dia yang tidak memikirkan mu, kamu gk boleh lemah seperti ini kamu harus kuat!, perjalanan hidup mu masih panjang" kata Davina yang mengukuir senyuman di bibirnya dan berdiri dari duduknya melangkah masuk ke kamar mandi untuk mencuci mukanya dan berniat untuk tidur karna matanya sembab.


***


Pagi harinya seperti biasa Davina bangun pagi pagi, dan berniat kembali ke kos kosannya untuk mengambil barang barang miliknya dan buku buku yang di butuhkan untuk ia ke kampus.


Dengan keberanian yang sudah ia siapkan, ia akan berbicara kepada majikan sekaligus menjadi suaminya itu untuk meminta izin untuk mengambil barang barangnya dan berpamitan kepada Mia, pasti Mia yang sudah di anggap sebagai kakaknya itu sangat khawatir saat ia tidak pulang kemarin.


"Maaf tuan sebelumnya, apa saya boleh pulang ke kos kosan saya untuk mengambil barang barang saya yang tertinggal?" kata Davina saat menaruh piring di depan William. "Itu juga kalo Anda mengizinkan saya" kata Davina.


"Apa kau mencoba kabur dari ku! dengan beralasan ingin mengambil barang barang milik mu?" kata William menatap tajam Davina.


"Bukan,Bukan tuan, saya tidak ada niat an kabur dari anda, saya hanya ingin mengambil pakaian saya dan buku buku kuliah saya itu saja" kata Davina sambil menundukan kepalanya karna takut akan tatapan tajam William


"Max!" panggil William.

__ADS_1


Entah sejak kapan Max ada di rumah itu, pria itu langsung datang saat namanya di panggil sang majikan dengan langkah terbirit birit.


"Iyah tuan?" kata Max yang sudah berdiri di samping William.


"Suruh sopir mengantar gadis ini, dan juga bawa beberapa pengawal, pastikan dia tidak kabur dari pengawasan para pengawal!" kata William.


"Baik tuan" kata Max yang menundukan sedikit badannya dan melangkah ke luar mansion untuk memberitahu supir.


"Aku ingin kau pulang sebelum aku sampai rumah jika tidak!, siap siap kau akan mendapatkan ganjarannya!"


"Baik tuan terimakasih.... terimakasih" kata Davina yang langsung berjalan berdiri beriringan dengan para pelayan lainnya.


*


Mobil sedan mewah milik William berhenti di depan gang bersamaan dengan empat orang pengawal yang di utus oleh William turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Davina, Davina melangkah masuk ke dalam gang yang juga di ikuti oleh ke empat orang tersebut.


"Vina.....!" Teriak Mia dari ke jauhan saat melihat Davina pulang dengan ke adaan selamat dan buru buru menghampirinya dan langsung memeluknya. "Kamu kemana aja kemarin?, kamu baik baik saja kan?, ada yang luka gak?" kata Mia yang langsung menghujami Davina dengan banyak pertanyaan membolak-balik tubuh Davina.

__ADS_1


"Mbak Mia, Vina baik baik aja kok mbak" kata Davina memberhentikan aksi heboh Mia.


"Syukurlah" kata Mia bernafas lega. "Mereka siapa?" tanya Mia saat melihat empat orang dengan tubuh kekar berdiri di belakang Davina.


"Kita masuk dulu yuk mbak sekalian vina mau ambil barang barang vina, nanti Vina cerita in" kata Davina yang langsung membuka pintu kos kosannya dan di ikuti Mia masuk,sedangkan ke empat orang tadi berdiri di depan kos kosan Davina.


"Vin kamu mau kemana kok bawa barang barang kamu?, kamu kamu pulang ke kampung lagi?" tanya Mia saat Davina memasukan baju bajunya ke tas besar.


"Enggak mbak" jawab Davina yang fokus memasukan bajunya ke dalam tas.


"Vin kamu sebenarnya kemarin hilang kemana? Bos kita marah marah saat kamu pergi tanpa alasan yang jelas" Kata Mia.


Davina mengembuskan nafas kasar dan menatap Mia yang duduk di pinggir kasur. "Vina udah nikah Mbak" kata Davina lirih sambil menundukan kepalanya.


"Apa?, sama siapa?" tanya Mia yang langsung mendekat ke arah Davina.


Davina menceritakan semua kejadian yang menimpanya ke kemarin sampai ia menikah sama Seorang pria yang tidak ia kenal sebelumnya.

__ADS_1


***


Lika & Vote


__ADS_2