Istri Tuan Casanova

Istri Tuan Casanova
Episode 63


__ADS_3

William yang tiba-tiba ada pekerjaan tambahkan membuatnya baru bisa pulang sedikit malam, bersamaan dengan dirinya yang turun dari mobil sebuah mobil pick up berhenti tepat di belakangnya membuat semua pasangan mata menatap heran ke arah mobil pick up berwarna hitam tersebut terutama Tanti yang menatap Davina dengan tatapan tidak suka.


Turun dari dalam mobil Davina melihat William yang sudah pulang langsung menghampiri suaminya itu. "Anda sudah pulang tuan?" tanya Davina dengan senyuman yang sangat manis.


"Hmm, apa itu?" pura-pura tidak tau William bertanya pada Davina yang berdiri dihadapannya.


"Itu boks bayi tuan"


"Kamu yang beli?"


Mendengar itu Davina mengelengkan kepalanya. "Bukan tuan, tapi saya di kasih"


"Apa!" teriak William tiba-tiba membuat semua orang terperanjat kaget. "Siapa yang sudah memberikannya?!" tanya William penuh penekanan.


Melihat ekspresi wajah William yang tiba-tiba berubah jadi galak Davina meremas ujung bajunya. "Ta-tadi saya bertemu seseorang"


Mendengar itu William menarik tangan Davina masuk ke dalam rumah lebih tepatnya ia membawa gadis itu ke kamarnya di lantai dua.


Davina yang takut dengan sifat William seperti itu berjalan mundur saat William mengunci pintu kamarnya. "Tu-tuan kenapa di kunci?"


"Kenapa?, ini rumah ku jadi terserah aku mau melakukan apapun di sini!" ucapnya penuh penakanan.


Melepas asal kemeja miliknya ia berjalan mendekat ke arah Davina yang terlihat ke takutkan. "Tu-tuan sa-saya bisa jelaskan dari mana saya dapatkan boks bayi tersebut"


"Jelaskan!" Ucap William saat tubuh gadis itu sudah menempel tembok kamarnya.


"Ta-tadi sa-saya..."


"Yang jelas!" teriak William saat Davina berbicara dengan suara tidak jelas.

__ADS_1


Menganggukan kepalanya pelan Davina gadis itu menarik nafasnya sebelum ia berkata. "Tadi saat saya keluar dari toko perlengkapan bayi saya bertemu seorang pria paruh baya"


"Pria paruh baya?"


"Orang tersebut menghampiri saya saat saya tengah duduk sendirian di kursi, beliau berkata kalo anda keponakannya" jelas Davina.


"Siapa namanya?" tanya William.


Davina diam sejenak mengingat nama pria yang baru saja ia jumpai beberapa saat lalu. "Namanya kalo tidak salah om Danu"


William sudah menduga kalo om nya itu yang di maksud oleh Davina saat gadis itu mengatakan kalo ia adalah keponakannya, tapi kenapa dirinya bisa memanggil Danu dengan sebutan om yang sering ia gunakan. Menjauhkan dirinya dari Davina William memilih duduk di sofa kamarnya.


"Apa yang ia katakan kepada mu?"


"Beliau tidak mengatakan apapun tuan, hanya saja..."


"Hanya saja apa?, bisakah kau bicara yang jelas?" geram William saat gadis itu tidak bisa berbicara dengan jelas dan membuatnya semakin penasaran.


Mendengar itu William menatap Davina yang langsung menundukan wajahnya. "Apa hanya itu?"


"I-iyah tuan"


Mengusap wajahnya kasar William bangun dari duduknya berjalan ke arah jendela besar kamarnya. "Apa kau akan menuruti ucapannya?"


Diam seribu bahasa Davina tidak bisa menjawab pertanyaan itu ia juga masih bingung dengan kondisi ini di satu sisi ia memiliki niat untuk menjatuhkan talak kepada William setelah anaknya lahir agar dirinya bisa hidup dengan tenang di luar sana. Dan di satu sisi juga ia bingung karena banyak orang yang memintanya untuk bertahan dengan William, pria yang kaku dan tidak pernah akan membuka hatinya untuk memberikan celah untuk dirinya masuk ke dalam sana.


Tidak mendapatkan respon dari Davina, pria itu membalikan badannya menatap Davina yang tengah kebingungan. "Kenapa diam saja?"


"Apa kau ingin meninggalkan aku?" suara lirih dan tersirat kekhawatiran di dalamnya membuat Davina mengelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Apa saya boleh mengatakan yang saya inginkan tuan?" tanyanya hati-hati.


"Apa?" William mempersilahkan gadis itu untuk mengatakan hall apapun yang ingin ia ucapkan.


Berjalan mendekat ke arah William yang masih berdiri di tempatnya Davina mengatur keberanian di dalam dirinya. "Bisakah kita mulai kembali semuanya dengan hall yang baik mulai malam ini tuan?"


William mengerutkan keningnya tidak paham dengan ucapan gadis yang berdiri di hadapannya. Seperti paham akan kebingungan pria di hadapannya Davina melanjutkan ucapannya.


"Kita memulai semua cerita ini dengan hall yang buruk dan saya juga tidak ingin cerita ini akan berakhir dengan buruk juga. Jadi saya ingin memperbaiki semuanya dari awal"


"Dan apa anda mau memulai rumah tangga yang baru dengan saya?"


William membalas tatapan mata Davina mencari keseriusan dari dua bola mata indah itu. "Apa kau masih betah dengan manusia seperti ku?"


Mengukir senyumannya Davina mengelengkan kepalanya. "Anda sebenarnya baik tuan, hanya saja keadaan yang membuat anda seperti ini. Dan saya, saya akan membawa anda ke jalan yang lebih baik dari sekarang"


"Tidak ada manusia sempurna di dunia ini tuan, begitu pun dengan saya yang tidak luput dari dosa, tapi tuhan sudah mengikat kita dalam hubungan ini hubungan yang sakral"


"Aku tidak yakin bisa berubah sesuai dengan apa yang kamu mau" perkataan itu membuat hati Davina merasa senang karena secara tidak langsung pria itu sudah mau memulai semuanya dari awal.


"Saya akan membantu anda tuan yang terpenting anda mempunyai niat untuk menjadi pribadi lebih baik lagi"


"Apa kamu yakin?"


"Iyah tuan" jawab Davina tanpa ragu.


"A-apa saya boleh memeluk mu sebentar saja?"


Mengembangkan senyumannya Davina lebih dahulu memeluk tubuh kekar William menyandarkan kepalanya di dada bidang tersebut. William membalas pelukan Davina, rasanya sangat hangat saat gadis itu memeluknya dengan penuh kasih sayang. Ia juga sebenarnya sedikit malu dengan Davina yang lebih dewasa dari dirinya tapi bukankah manusia itu tempatnya salah? dan itu juga terjadi pada William yang sudah terlalu kama di jalan yang salah tapi kini gadis di dalam pelukannya perlahan akan membawanya ke jalan yang lebih baik lagi.

__ADS_1


***


Maaf kalo banyak typo nya mohon di maklumi. Jangan lupa Like, Komen, Vote dan Beri Hadiah ♥️🤗


__ADS_2