Istri Tuan Casanova

Istri Tuan Casanova
Episode 28


__ADS_3

Pagi harinya Davina bangun kesiangan karena terus menangis dari tadi malam dan ia baru bisa tidur sekitar jaman dua dini hari. "Ya tuhan...aku kesiangan" kata Davina saat melihat jam dinding di kamarnya menunjukkan pukul 6 pagi lebih, buru buru Davina turun dari atas kasur dan langsung masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.


Lima belas menit berlalu kini Davina sudah rapi dengan baju santainya, Davina mengikat rambutnya tinggi sambil berjalan ke arah dapur di mana pak Mun sudah menyelesaikan semua masakan untuk sarapan William.


"Pak Mun...maaf Vina bangun ke siangan" kata Davina yang langsung membantu pak Mun membawa makanan ke meja makan.


"Tidak apa apa Nona" kata Pak Mun yang tau apa sebenarnya terjadi karena tadi malam ia tidak sengaja lewat depan ruangan William dan mendengar semuanya, pak Mun juga melihat Davina yang tegah menangis di dapur sambil berkumur kumur tadi malam tapi ia tidak berani menghampiri Davina saat itu. "Apa Nona tidak berangkat kerja?" tanya Pak Mun saat melihat tampilan Davina yang memakai baju santai.


"Ah... tidak pak Mun, Vina ambil cuti satu hari, karena Davina merasa sangat lelah hari ini"bohong Davina yang sudah selesai menata makanan di meja makan, bersamaan dengan William yang datang.


Seperti biasa Pak Mun, Davina, dan semua para pelayanan berdiri di belakang William, bersamaan dengan itu suara wanita terdengar yang berjalan menghampiri William dengan pakaian yang begitu seksi.


Davina yang sudah tau itu adalah wanita yang William pesan untuk memenuhi hasratnya perlahan matanya sudah mulai terbiasa saat wanita itu menggoda suaminya di depan kedua matanya sendiri, tapi tidak dengan hatinya yang terasa sangat sakit saat otaknya mengingat harus membagi tubuh suaminya dengan wanita lain, tapi Davina juga tidak bisa melakukan apa apa. Marah? Davina ingin sekali marah tapi itu akan sia sia akhirnya kalo William akan membalas kemarahannya.


"Sayang....apa kau mau aku suapi?" kata wanita itu yang berdiri di samping William sambil mengusap pundak William dengan bebas.


"Tidak perlu karena tugasmu bukan untuk merawatku, melainkan melayaniku, jadi sadar diri dan duduk dengan tenang" kata William yang membuat wanita itu mendengus kesal saat William berbicara seperti itu dengan ya.


Wanita itu duduk di kursi meja makan sampai William sambil menunggu William sarapan. "Hei.... kenapa kalian diam saja? cepat bikinkan aku satu jus jeruk" kata wanita tersebut saat melihat para pelayan yang berdiri di belakang William hanya diam saja saat melihat ke datangannya.


"B—baik nona" kata sala satu pelayan tersebut tapi saat pelayanan tersebut ingin melangkah ke dapur tangannya di tahan oleh Davina.


"Biar saya saja, kamu bisa di sini saja kalo tua William membutuhkan sesuatu" kata Davina yang di angguki oleh pelayan wanita tersebut.

__ADS_1


Davina berjalan ke dapur membuat satu gelas jus jeruk pesanan wanita itu, Davina berjalan ke arah meja makan dengan membawa satu gelas jus jeruk di tangannya. "Silahkan Nona..." kata Davina menaruh satu gelas jus pesanan wanita itu di hadapannya.


Byurrrrr......


Wanita itu menyemburkan jus jeruk yang ada di dalam mulutnya tepat mengenai wajah Davina yang masih berdiri di sampingnya. "Apa kau tidak bisa bikin jus yang enak untuk ku...? kenapa rasanya aneh seperti ini hah...!" kata wanita tersebut dengan nada sedikit tinggi sambil menatap Davina yang membersihkan wajahnya dengan tangan.


"T—tapi nona, saya sudah benar membuatnya, dan jeruk yang saya pakai juga masih baru" kata Davina, mengingat kalo ia membikin jus itu sama persis saat ia membuatkan jus untuk pelanggan di restoran tempatnya bekerja.


Brak....


"Melawan kamu ya..." wanita itu mengebrak meja sebelum ia bangun dari duduknya dan langsung menyiram tubuh Davina dengan jus jeruk yang ada di tangannya tepat mengenai seluruh tubuh Davina yang membuat tubuh Davina lengket dengan jus jeruk itu, setalah itu ia melempar gelas itu tepat di samping kaki Davina yang membuat beberapa pecahan kaca tersebut mengenai kaki mulus Davina


Prang....


"Nona...anda tega sekali" Kata Davina dengan mulut bergetar, sedangkan orang orang yang melihat kejadian itu tidak ada satupun yang menolong Davina, William? dia hanya diam sambil menikmati sarapan paginya tanpa menghiraukan keributan itu.


"Itu akibatnya kalo kamu tidak becus kerja....kamu tau,,, kamu itu wanita murahan yang sangat beruntung bisa bekerja di rumah William ini" kata wanita tersebut tanpa melihat dirinya sendiri seperti apa.


"Ya...saya memang sangat murahan tapi itu hanya untuk suami saya, bukan seperti anda yang menggunakan tubuh anda itu untuk melayani ratusan pria hidung belang di luar sana" batin Davina sambil menahan rasa perih di kakinya.


"William dimana kamu cari wanita seperti ini..? kamu tau dia itu sungguh tidak pantas untuk bekerja di rumah mu ini...apa jangan jangan kamu menemukannya di pinggir jalan setelah ia di buang oleh pria hidung belang di luar sana?" kata wanita itu sambil menatap remeh Davina.


"Nona...jaga bicara anda....saya tidak se kotor itu sampai anda berhak menghina saya" kata Davina yang tiba tiba saja mulai terpancing emosi.

__ADS_1


"Kamu berani menjawab ucapan saya....?" kata Wanita itu yang melangkah mendekat ke tubuh Davina, dan tanpa aba aba wanita itu menarik rambut Davina kebelakang.


"Auuu....Nona sakit..." rintih Davina saat rambutnya di tarik dengan begitu kuat.


"Jangan sok menjadi Nona di rumah ini, karena derajatmu itu sama saja seperti pembantu yang bekerja di rumah ini kamu dengar itu....!!" kata wanita itu keras tepat di telingga Davina, Davina yang sudah tidak bisa menahan rasa sakit di kepalanya hanya mengangguk lemah, wanita itu menghempaskan tubuh Davina tepat di atas pecahan beling gelasnya yang mengakibatkan beberapa pecahan kaca itu mengenai tangannya.


"Au...hiks...hiks...." Davina menatap tangannya yang mulai di banjiri oleh darah segar yang mengalir di tangannya membuatnya duduk di lantai sambil membersihkan serpihan kaca di tangannya.


"Au....." ringis Davina saat melepas kaca yang cukup besar menempel di tangannya.


Sedangkan William yang melihat Davina duduk di bawah hanya menatap sekilas yang membersihkan seperpihan kaca di tangannya yang mulai berlinang darah, sebelum ia pergi dari meja makan sambil menyeret wanita bayarannya itu keluar dari dalam rumah dengan langkah lebar.


"Sayang...pelan pelan..." kata wanita itu saat tangannya di seret dengan kasar oleh William.


William membuka pintu mobil dan mendorong wanita itu masuk secara kasar, Max yang menunggu di luar rumah William di buat bingung dengan sikap atasannya. "Apa yang kau lihat Max...cepat masuk!!" kata William saat melihat Max mematung melihtnya.


"B—baik tuan" kata Max yang langsung masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang kemudi.


***


Jangan lupa Like, Vote, Komen, dan Beri hadiah.


Jangan lupa buat kalian follow ig Author ya makasih ♥️🤗.

__ADS_1


__ADS_2