Istri Tuan Casanova

Istri Tuan Casanova
Episode 21


__ADS_3

"Bu, nanti Davina pasti cerita in semuanya sama ibu, tapi sekarang Davina harus keluar dulu sebelum juragan Bandot itu bikin keributan di sini" kata Davina.


"Janji?" kata Inah yang membuat Davina diam sesaat di tempatnya.


"Davina keluar kamu.... kalo tidak saya hancurkan rumah ini....!!"


"Iya Davina janji" akhirnya Davina tidak punya jalan lain dan berjanji kepada sang ibu untuk menceritakan semuanya supaya ia bisa keluar dari kamar ibunya untuk menemui juragan Bandot itu.


Saat Inah melepaskan tangannya dari pergelangan tangan Davina, Davina dan Arum, segera melangkah keluar kamar, sedangkan Alif di minta Davina untuk menjaga Ibunya sampai Davina kembali ke kamar itu.


"Kalian semua sebaiknya minggir dari sini sebelum anak buah saya habisi kalian satu persatu" kata juragan Bandot saat melihat beberapa orang yang menghalangi jalannya.


"Kamu...! apa hubunganmu dengan gadis sialan itu...!" kata Juragan Bandot menunjuk wajah Max dengan jari telunjuknya.


"Bukan urusan anda, lebih baik anda dan anak buah anda ini yang pergi dari sini...!!" kata Max dengan aura dinginnya.


"Jangan harap saya akan pergi dari sini....serang mereka....!!" kata juragan Bandot kepada anak buahnya untuk menyerang anak buah William berserta Max.


Keributan itu membuat beberapa orang dan tetangga Davina berkumpul di sekitar rumah Davina, tidak ada satupun dari mereka yang berani untuk memisahkannya, mereka hanya menjadi penonton dan saling berbisik satu sama lain.


"Yak ampun Davina mereka berantem di sini dan lihat..." kata Arum dengan tangan menunjuk orang orang mengelilingi rumah Davina. "Hampir satu desa di sini untuk melihat pertarungan ini" kata Arum saat Davina dan Arum sudah sampai depan rumah.


Davina yang melihat semakin banyaknya orang dan beralih melihat Max yang juga ikut bertarung beserta anak buahnya yang tengah menghadapi anak buah juragan Bandot yang dua kali lipat jumlahnya dari anak buah William, tapi karena Max dan Anak buah William sudah di didik secara khusus mereka dengan mudahnya bisa menangkis dan menghindar dari anak buah juragan Bandot dan mereka menyerang tidak memperlukan banyak tenaga karena mereka bahkan sudah bisa menghadapi lawan yang tiga kali lipat lebih hebat yang tidak ada apa apanya dari anak juragan Bandot itu, justru anak buah juragan Bandot lah yang mendapatkan pukulan cukup kuat dari anak buah William.


"BERHENTI......!!!" Arum yang berada di samping davina di buat kaget saat Davina berteriak dengan sangat kencang, sebab Davina yang biasanya terkenal dengan gadis yang lemah lembut bahkan satu desa pun belum pernah mendengar gadis itu teriak, membuat pertarungan yang terjadi berhenti dan semua mata menatap ke arahnya.


"Cukup hentikan...! apa kalian tidak malu di lihat banyak orang seperti ini...!!" lanjut Davina, membuat Max langsung merapikan jasnya.


"Tuan Max....Juragan Bandot....kita bisa membicarakan hall ini di dalam...tidak perlu bertarung seperti ini" Kata Davina membuat juragan Bandot menatap max yang lebih dahulu berjalan masuk ke dalam rumah Aleta dengan gaya coolnya.


"Maaf kan saya Nona sudah bikin keributan di sini" kata Max saat sudah masuk ke dalam rumah Davina dan sedikit menundukan kepalanya.


"Nona...? aku gak salah denger? Dia manggil kamu Nona...? sebenarnya ini ada apa Vin...?" Tanya Arum kaget dan penasaran saat Max memanggil sahabatnya itu dengan sebutan Nona.


"Nanti aku jelas in, sekarang aku mau menyelesaikan masalah ku dengan juragan Bandot itu dulu, supaya keluarga ku bisa bebas dari dia" kata Davina dan di angguki oleh Arum.

__ADS_1


"Saya mau kamu melunasi hutang hutang ayah mu itu sekarang juga...!!" kata Juragan Bandot sambil menunjuk wajah Davina.


"Kalo Nona Davina tidak mau bagaimana...?" tanya Max sebelum Davina membuka mulutnya.


"Nona...? kamu memanggil gadis sialan ini dengan sebutan Nona...?". "Cih....apa kamu di kota sana menjual diri kepada laki laki hidung belang...?" kata Juragan Bandot sambil menatap Davina dengan tatapan merendahkan.


"Jaga ucapan anda juragan, saya yakin Davina tidak seperti apa yang anda bayangkan....!!" tegas Arum sedangkan Davina berusaha menahan amarahnya saat mendengar ucapan pria tua bangka itu.


"Kalo kamu menjual diri kepada peria hidung belang di luar sana, bukannya lebih baik kamu menikah sama saya dan menjadi istri saya yang ke 6? dengan begitu hutang hutang keluarga kamu bisa lunas" Lanjut juragan Bandot santai.


"Maaf juragan saya tidak berminat sama sekali" kata Davina yang akhirnya membuka mulutnya.


"Cih...sok suci....!wanita rendah seperti dirimu ini paling juga menjadi simpanan pria hidung belang di luar sana!"


"Sekarang bayar hutang hutang Ayah mu itu berserta bunganya!!"


"Ini tuan uang untuk melunasi hutang dan bunganya totalnya dua puluh juta" kata Davina menyodorkan amplop berwarna coklat.


Juragan Bandot kaget saat Davina menyodorkan uang dua puluh juta di hadapannya yang mungkin sudah bisa melunasi semua hutang hutangnya, juragan Bandot tidak mau kalah begitu saja, tua bangka itu kembali menatap Davina dengan muka kelegaannya. "Apa kamu pikir uang segini cukup...??"


Davina yang baru saja merasakan kelegaan di hatinya kembali di buat bingung dengan juragan tua itu. "Bukankah hutang keluarga daya cuma lima belas juta dan bunganya lima juta?"


"Anda tidak bisa seperti ini juragan, ini namanya pemerasan hutang keluarga saya cuma dua puluh juta kenapa tiba tiba jadi dua kali lipat?" kata Davina yang masih tidak ingin membayar nya lagi bukannya tidak punya uang, bahkan sebelum ia berangkat ke sini William sudah memberikannya uang enam puluh juta sesuai perkataannya tadi malam.


"Karena ayah mu itu meminjam uang lagi dengan ku, jadi sekarang lunasi hutang itu juga!!" kata juragan Bandot bohong,padahal Ayah Davina tidak meminjam uang itu tapi ini caranya agar bisa menikahi davina secara paksa dan menjadikannya istri ke enamnya.


"Mana buktinya kalo ayah saya meminjam uang lagi kepada anda?" tanya Davina.


Brak.....


Juragan Bandot memukul kuat meja yang ada di depannya yang menimbulkan suara yang begitu keras, juragan Bandot berdiri dari duduknya dan menatap Davina. "Bayar sekarang juga hutang hutang ayah mu itu kalo tidak kamu harus menikah dengan ku hari ini juga" kata Juragan Bandot yang langsung menarik tangan Davina secara paksa yang membuat Davina bangun dari duduknya dan meringis kesakitan.


"Lepas juragan...." kata Davina berusaha melepaskan tangannya.


"lepaskan tangan anda itu dari Nona Davina" kata Max yang juga ikut berdiri.

__ADS_1


"Hei kamu!!" kata juragan Bandot menunjuk wajah Max "lebih baik kamu diam karena ini tidak ada urusannya dengan mu sama sekali " kata juragan Bandot yang langsung menarik tangan Davina keluar dari rumah.


"Lepas juragan....anda mau membawa saya kemana?"


"Kamu harus melunasi hutang hutang ayah mu itu dengan menikah dengan ku"


"Tidak...!! karena sampai kapanpun saya tidak mau menikah dengan anda!!"


PLAK....


"Dasar wanita tidak tau malu, aku sudah meminjamkan uang ku pada ayah mu dan kau tidak mau melunasinya dengan menikah dengan ku...? dasar kurang ajar!!" kata juragan Bandot yang sudah mau melayangkan tangannya di pipi mulus Davina untuk kedua kalinya, Davina yang merasa pipinya tidak mendapatkan pukulan itu membuka matanya dan menatap Max yang tengah memegang tangan juragan Bandot.


"Sekali lagi anda memukulnya saya akan menghabisi anda sekarang juga!!"


"Kurang ajar...." kata Juragan Bandot yang langsung menyerang Max dan melepaskan tangannya dari pergelangan tangan Davina.


"Kamu gak papa?" tanya Arum.


"Aku gak papa" kata Davina tersenyum meyakinkan sahabatnya itu kalo dia tidak kenapa kenapa.


"Kamu wanita yang kuat Vina...bahkan dalam keadaan seperti ini kamu masih bisa tersenyum dan meyakinkan orang orang kalo kamu baik baik saja" batin Arum yang juga membalas senyuman Davina.


Dan tidak butuh waktu lama tubuh juragan Bandot terkapar di atas tanah dan Max mencengkram kerah juragan Bandot dengan kuat. "Ini akibatnya kamu berani memukul Nona Davina, saya bisa saja menghabisi mu di sini juga dan membawamu ke rumah tinggal nama saja!!" kata Max yang kembali ingin memukul juragan Bandot tapi suaranya Davina menghentikannya.


"Stop tuan Max...sudah biar kan saja dia" kata Davina.


"Davina...kamu ini apa apaan, biarkan saja tua Bangka itu mendapatkan ganjarannya atas kesombongan dan keserakahannya itu" kata Arum.


"Rum... aku tidak mungkin melakukan hall itu, lagi pula hutang hutang keluarga ku juga sudah lunas apa yang perlu di khawatirkan?"


"Kamu selalu saja seperti ini!" kata Arum kesal yang melihat sifat temannya tidak pernah berubah selalu saja baik kepada semua orang yang sudah berbuat semena mena kepada-nya.


Max melepaskan tangannya dari kerah kemeja Juragan Bandot dengan kasar, Max langsung merogoh saku jas nya dan mengeluarkan selembar cek dan menuliskan nominal di kertas di dan melemparkannya tepat di wajah juragan Bandot. "Saya rasa uang segitu cukup untuk melunasi hutang hutang Ayah Nona Davina, kalo saya mendengar anda dan anak buah anda ini menganggu keluarga Nona Davina lagi, saya akan benar benar menghabisi anda saat itu juga dengan tangan saya!!"


Juragan Bandot mengambil cek tersebut dan melihat nominal dua ratus juta di kertas tersebut. "Ayo pergi" titah juragan Bandot kepada anak buahnya.

__ADS_1


***


Jangan lupa Like & Vote yang banyak 🤗♥️


__ADS_2