
Davina mengamati kamar kos kosannya dan mulai mencari sapu dan kain yang bisa ia gunakan untuk ngepell, setalah mendapatkan apa yang ia cari davina langsung membersihkan kamar itu yang seharusnya ia tinggal menempati tapi dari pada tidak dapat tempat tidur pikirnya.
"Banyak banget debunya"guman Davina setelah beberapa kali bersin bersin.
Setalah satu jam kini kamar itu sudah bisa di tempati Davina duduk di atas kasur dan menatap uang yang di kasih sang ibuk untuk bertahan hidup di kota xxx.
"Tinggal lima ratus ribu lagi uangnya, uang segini gak cukup untuk tinggal di kota sebesar ini apa lagi biaya hidupnya pasti juga mahal" kata Davina dengan menatap uang yang ada di tangannya "Bukannya masuk kuliahnya masih satu minggu lagi? jadi aku masih punya kesempatan untuk cari kerja dan kalo sudah masuk kuliah aku bakal kerja paruh waktu, ya....ide yang bagus Davina dengan begitu kamu bisa sedikit demi sedikit menabung" kata Davina yang mulai merebahkan tubuhnya di atas kasur dan memejamkan matanya perjalanan yang jauh membuat ia sangat lelah dan dengan mudah masuk ke alam mimpi
***
Pagi harinya Davina bangun dan berniat untuk membeli sayuran, tapi saat ia baru saja mengunci pintu tetangga sebelah kamarnya menyapa Davina.
"Pagi, mbak penghuni baru ya?" tanya seorang gadis yang bisa di perkirakan dua tahun lebih tua dari Davina.
"I-iya mbak, saya penghuni baru, baru tadi malam saya di sini" jawab Davina.
__ADS_1
"Wah kebetulan dong jadi saya ada temannya, kenal in nama saya Mia" kata Mia mengulurkan tangannya dan di sambut uluran tangan Davina.
"Saya Davina mbak, mbak bisa panggil saya Vina" kata Davina tersenyum ke arah Mia.
"Oh ya kamu mau kemana?" tanya Mia yang melihatnya Davina ingin keluar.
"Saya mau cari tukang sayur mbk" kata Davina.
"kamu mau masak?" tanya Mia yang di angguki oleh Davina. "Dapur umum biasanya ramai banget kalo jam jam segini lebih baik kamu ikut aku makan di luar" kata Mia menawarkan Davina, tapi Davina berfikir sejenak kalo ka makan di luar uang tabungannya pasti cepat habis begitu pikir davina, "Udah tenang aja aku tau tempat warung makan murah dan pas di kantong anak kos" kata Mia, Davina menatap Mia seakan akan Mia tau isi otaknya. "Kelamaan yuk" kata Mia menarik tangan Aleta keluar dari gang.
"Beres neng Mia,silahkan duduk" kata sang pemilik warung.
"Oh ya ngomong ngomong kamu ke kota mau cari kerja?" tanya Mia ke Davina.
"Itu juga termasuk mbak heheh....Sebarnya saya ke kota untuk kuliah mbak Karena saya dapat beasiswa" kata Davina.
__ADS_1
"Wahhh..... pinter dong kamu berarti,sampai bisa dapat beasiswa" kagum Mia.
"Alhamdulillah mbk hehehe" kata Davina menunjukan dua baris gigi rapinya.
"Ngomong ngomong kamu mau kerja apa?"
"Apa saja mbak asalkan halal"
"Gimana kamu kerja barang aku di restoran, kebetulan bos ku lagi cari orang baru tapi kerjanya sebagai pelayan"
"Gak papa mbak saya mau asalkan halal saya mau mbak" Kata Davina antusias.
"Ya udah nanti saya bilang sama bos saya kalo kamu mau kerja di sana, sekarang kita makan dulu nanti keburu telat akunya berangkat kerja" kata Mia saat melihat pesanan mereka sudah datang.
***
__ADS_1
Like & Vote