Jangan Cintai Aku, Tuan Casanova

Jangan Cintai Aku, Tuan Casanova
Bab 103


__ADS_3

Perjalanan Jakarta- Amerika dan Amerika Jakarta dilalui Daffin tanpa lelah, setibanya di Indonesia Daffin langsung menggerakkan semua koneksinya guna mencari Pelangi, tak lupa ia juga melibatkan lebih banyak pihak kepolisian, bahkan berita simpang siur mengenai kepergian Pelangi sengaja dilepas Daffin dimedia sosial agar pelangi bisa lebih mudah ketemu, kini seantero negeri mengetahui jika Istri seorang Daffin Jaxton minggat karena tidak tahan dengan perselingkuhan suami dan mantan kekasihnya.


Daffin tak peduli jika citranya sebagai suami yang baik hancur.asal bisa menemukan sang istri segala macam cara akan ia lakukan.


Namun usaha Daffin nyatanya sia sia sehari dua hari berlalu hingga tersisa waktu sehari dari waktu yang ditentukan Nyonya Amerika itu nyatanya Pencarian Daffin sama sekali tidak membuahkan hasil.


.


"Tante hikz....hikz..." cleo menangis sesegukan disamping Paula, mereka kini duduk disebuah Sofa bed didalam kamar Paula.


Cleo mengadukan nasibnya yang kini dicibir seluruh netizen,ia lebih senang Pelangi kembali untuk ia bully dari pada harus menghilang seperti ini, atau paling tidak Daffin harus menikahinya meski hanya pernikahan dibawah tangan.


"Berhenti menangis Cleo!!" Sentak Paula, ia sudah melakukan penyelidikan terhadap wanita disampingnya yang masih berusaha menarik simpatinya.


Paula geram mengetahui fakta mengenai keluarga Cleo yang terancam bangkrut dan justru memanfaatkan nama besar Jaxton demi bisa mendapatkan pinjaman besar. Bukan hanya itu, gadis yang ia fikir lugu dan terlihat baik itu nyatanya tak lebih dari seorang jalan* yang rela menjual tubuhnya hanya demi sebuah kontrak kerja.


Terlambat mngetahui segalanya bukan berarti ia akan membiarkan Cleo masuk dengan mudah kedalam keluarganya.


"Tante membentakku? " Sedih Cleo dengan tatapan yang berkaca kaca.


"Eni...." Panggil Paula pada seorang Pelayan yang memang selalu berada didekatnya setelah Operasi.


"Iya Nyonya" Jawab Eni.


"Ambilkan macbook diatas nakas itu" titah Paula.


Tak lama berselang Eni datang dengan sebuah benda pipih didalam dekapan dan langsung diserahkan pada ibu kandung Daffin Jaxton itu.


Paula membuka file dan langsung menyodorkannya kepada Cleo.


Gadis 27 tahun itu terbelalak melihat berbagai macam pose hotnya diatas ranjang dengan seorang pria yang dikaburkan wajahnya.


Sial!!!Sial!!! Rutuk Cleo atas kecerobohannya sendiri, ini semua akibat ia mendengar saran Laila rekan sesama modelnya untuk merekam setiap tindak asusilanya sebagai bahan ancaman jika sang penguasa kelak memutuskan kontrak sepihak, sekaligus bisa digunakan untuk memeras pria hidung belang itu.


Wajah Cleo memerah, ia yakin seseorang sudah meretas ponsel pribadinya dan orang itu adalah suruhan wanita tua tak berdaya dihadapannya.

__ADS_1


"Kenapa Cleopatra?" Sinis Paula, saat melihat tatapan tak biasa Cleo padanya.


"Cih....bahkan sepak terjang putra tante lebih parah dari ini, kenapa ?tante ingin menendangku? karena tahu keluargaku sudah bangkrut? Tidak bisa!! masa depanku hancur akibat mengikuti alur skenario yang tante buat, sekarang tante ingin melepasku tanpa tanggung jawab?:


"Aku dan Daffin sama bejatnya, jadi kami memang pasangan yang serasi tante" Cleo tertawa Miris.


"Putraku tidak sebejat dirimu, ia mencintai istrinya" pekik Paula.


"Sekarang Tante sudah mengakui Pelangi? Haha" Tawa hambar Cleo membahana dikamar pribadi Paula, kini wanita tua itu merinding.


"Tante...."Cleo sedikit menyondongkan tubuhnya kearah Paula yang langsung dicegat Eni sang pelayan.


"Mundur, Nona atau saya akan berbuat kasar!" Eni memperingati seraya menarik lengan Cloe.


Jelas Cleo mundur, ia yakin tak bisa menang melawan pelayan bertubuh tambun itu.


Meski sempat menjauh namun setelah sepersekian detik Cleo kembali bersiap hendak menyerang Paula dengan sebuah Gamparan namun Naas Eni lebih cepat menangkap pergelangan tangannya dan membuat model yang tidak terlalu terkenal itu tersungkur jatuh dari Sofa.


"Arghhhh" Teriak Cleo frustasi.


"Dasar wanita sinting!!" Hardik Paula seraya memegang Dadanya yang berdetak lebih cepat dari biasanya.


Sementara Eni masih berusaha melindungi Paula dengan memutus pandangan Cleo dan menutupi tubuh Paula dengan badannya.


"Keluar Nona! Atau petugas keamanan Mansion ini akan menyeret anda dengan paksa!!" tukas Eni dengan sedikit keras.


"Tidak perlu menyeretnya! " Daffin yang sudah setengah mabuk tiba tiba datang dan langsung menarik lengan Cleo agar berdiri.


" Aku akan menikahinya seperti keinginan ibu!!" Ucap Daffin datar dengan sorot mata yang tak karuan.


"Benarkah Mas" Jelas pernyataan Daffin barusan membuat Cleo serasa diatas angin, meski ia tahu kondisi Daffin terlihat tidak stabil.


"DAFFIN APA YANG KAU KATAKAN!!!" Bentak Paula.


"Kenapa ? Bukankah ini yang ibu inginkan? Menikahi Cleo dan mengusir Pelangi! Kini aku sudah tidak bisa menemukan istriku, bukankah itu artinya ibu bèrhasil? Aku " Daffin menepuk dadanya kuat dengan tatapan sayunya.

__ADS_1


"Akan menikahi wanita jalan* ini!! Dan membuatnya merasakan neraka didunia!!" lanjut Daffin seraya menoleh kearah Cleo yang menatapnya penuh ketakutan.


"Ma-s Ka-mu mabuk sebaiknya kita bicara lagi nanti"


"Kenapa? "Daffin dengan langkah sempoyongannya menghampiri Cleo dan mencekal kedua pergelangan tangannya hingga tubuhnya merapat kedinding.


"Bukankah ini yang kau inginkan? Aku akan membuat kau membayar setiap air mata yang pernah keluar dari netra Pelangi dengan tetes demi tetes darahmu " Bisik Daffin ditelinga Cleo.


"KAMU GILA DAFFIN!!!!KAMU DAN IBUMU SAMA SAMA BRENGSEK!!!" teriak Cleo yang akhirnya bisa lepas dari cekalan Daffin.


"Aku sumpahi kau tidak akan pernah bertemu dengan Pelangi lagi!!! Tidak sekarang dan tidak pula dikehidupan selanjutnya, mati kau brengsek" Hardik Cleo sebelum berlalu meninggalkan kamar Paula yang super mewah itu.


Sementara tanpa disumpahipun Daffin sudah tahu jika ia memang tidak akan pernah pantas mencicipi sejumput saja kebahagiaan bersama Pelangi, Daffin meluruhkan tubuhnya kelantai dengan botol vodka portable yang baru saja ia keluarkan dari saku jas hitamnya yang sudah lagi tak nampak elegan.


Ia meneguknya hingga habis tak bersisa.


Paula menghampiri Putranya dan langsung memeluk kepala Daffin, "Tuhan apa yang sudah kulakukan kepada Putraku!!" Lirih Paula dalam tangisannya.


Sementara Daffin kembali sesegukan sambil meracau nama sang istri dan berbagai janjinya yang akan membuat wanita dan putrinya itu bahagia.


.


.


.


Sementara itu....Melvin yang merasa dirinya terlalu bodoh baru saja menyadari jika Pelangi kemungkinan terbang tidak menggunakan nama Pelangi melainkan nama aslinya, namun Sialnya ia butuh waktu cukup lama mengorek informasi dari ketatnya administrasi kedutaan negara C.


Padahal ia sendiri yang mengantarkan Eshaq dan Pelangi bertemu duta besar pernah diselamatkan oleh Pelangi itu saat mengalami serangan Jantung.


"Yah Ayleen Hakan....Periksa semuanya!!" Titah Melvin pada Jhon.


"Baik tuan!!" Angguk Jhon dan segera melaksanakan perintah Melvin.


"Kau benar benar licik Eshaq!!"

__ADS_1


__ADS_2