Jangan Cintai Aku, Tuan Casanova

Jangan Cintai Aku, Tuan Casanova
Bab 65


__ADS_3

"Apa aku harus memberitahukan pak Satria mengenai Pelangi, aku yakin Pelangi tidak pernah menceritakan kondisi dirinya kepada Pak Satria, hufht....."Ayu menghela nafas panjang " Gadis kecil itu terlalu tertutup sejak........." Ayu tak jadi melanjutkan perkataannya ia tak ingin Melvin yang kini duduk dihadapannya mengetahui aib masalalu Pelangi, meski pada Kenyataannya Melvin sudah mengetahui semuanya bahkan hubungan antara Pelangi dan Satria.


"Apa dulu ia begitu ceria?"


"Iya kak, dia masih berseragam SMA saat aku pertama kali magang di Desa X, Pelangi gadis kecil periang meski dengan kondisi jantungnya yang seperti itu, Aku tak habis fikir mengapa Pelangi ngotot menyembunyikan penyakitnya dari kak Daffin, padahal dari yang ku lihat Kak Daffin sangat menyayangi Pelangi, aku Yakin Daffin akan menerima keadaan Pelangi, bahkan ia mungkin setuju menggugurkan Anak itu demi keselamatan Pelangi." terang Ayu.


Melvin tersenyum kecut, bahkan Ayu menyadari betapa Daffin menyayangi Pelangi.


"Apa kemungkinan Pelangi bisa hidup setelah melahirkan benar benar tidak ada?"


"Ada, jika itu adalah keajaiban dan jika itu terjadi Pelangi harus segera menjalani operasi transplantasi setelahnya, tapi itu sangat jarang terjadi, Para peneliti menemukan bahwa 1,4% wanita hamil dengan katup jantung mekanis meninggal selama kehamilan. Hampir 16% wanita mengalami keguguran sebelum 24 minggu kehamilan sementara 2,8% wanita kehilangan janin setelah 24 minggu. Kejadian hemoragik terjadi pada 23% wanita dan kejadian trombotik pada 6,1%, dan Pelangi berada di angka 1,4 persen yang kemungkina akan meninggal selama masa kehamilan, bagaimanapun ia sudah dua kali menjalani operasi pergantian katup"


"Lantas apa yang bisa kau lakukan sebagai seorang Dokter? "

__ADS_1


"Kemungkinan Dokter Kepala akan mengganti obat pengencer darah yang biasa dikonsumsi Pelangi, ke obat yang lebih aman bagi Ibu Hamil, Pelangi juga harus lebih sering memeriksakan dirinya agar tim dokter tidak kecolongan, aku berharap Pelangi Baik baik saja" Ucap Ayu penuh harap yang diangguki Melvin


.


.


Setelah dari ruangan Ayu, Melvin menuju ruang rawat inap Pelangi, namun ia enggan masuk saat mendapati Daffin yang sudah duduk di tepi ranjang Wanita itu.


Seketika rahang Melvin mengeras, rasanya ia ingin menghajar pria itu, pria brengsek yang sudah mengantarkan Pelangi kedepan gerbang kematian dengan menghamilinya. Bukan hanya sekali tapi untuk yang kedua kalinya.


"Bagaimana kondisimu?" Nada Bicara Daffin kali ini terdengar dingin, namun ia masih berusaha untuk terlihat peduli dengan Pelangi, bagaimanapun wanita itu mengandung darah dagingnya, yah Daffin memutuskan untuk tidak terprovokasi dengan ucapan sang ibu sampai benar benar menemukan fakta yang sebenarnya.


Pelangi berusaha bangun dan bersandar pada kepala ranjang "Aku baik baik saja Tuan" ucapnya Lemah, sempat tangan Daffin terulur hendak membantu Pelangi namun ditariknya kembali, hatinya masih terasa sangat nyeri membayangkan jika Pelangi mungkin menghianatinya.

__ADS_1


Dan sialnya ia benci perasaan itu, padahal ia sudah memastikan tak akan ada cinta diantara mereka, itu artinya ia tak berhak merasakan sakit hati.


"Apa dia pria yang menghamilimu saat masih SMA?" terka Daffin dengan nada datarnya, usia 16 tahun bukankah memang masih SMA.


Pelangi tersenyum perih, Daffin sekali lagi manancapkan belati tepat dijantungnya.


"Bukan" Pelangi menggeleng pelan Lalu menatap nyalang kearah netra hitam Daffin, "Pria itu...tidak tahu jika ia hampir memiliki anak" jelas Pelangi, seraya mengepalkan tangan Kuat.


"Jadi Pria itu brengsek!" Daffin manut manut, ia tidak sadar sudah mengumpat dirinya sendiri, Daffin masih berfikir jika saat Sma Pelangi terjebak dengan pergaulan bebas.


"Apa yang akan kau katakan jika bertemu dengan pria itu"


"Berbahagialah, lupakan masa lalumu yang kelam" Pelangi menatap Daffin penuh arti, ia pernah berharap pria itu mendapatkan ganjaran atas perbuatannya dulu, namun tidak sekarang, Dari lubuk hati yang terdalam Pelangi berharap Daffin berbahagia karena akan ada malaikat kecil yang hendak ia titipkan.

__ADS_1


"Jangan tangisi pria seperti itu" Tangan Daffin terulur dan mengusap buliran bening yang meleleh dipipi Pelangi.


__ADS_2