Jangan Cintai Aku, Tuan Casanova

Jangan Cintai Aku, Tuan Casanova
Bab 105


__ADS_3

Eshaq menyambut Ayu dan Melvin dengan spesial, kedatangan Dua orang itu tak lepas dari campur tangan ayah kandung Pelangi itu .


Eshaq mengatakan kepada Melvin jika ia sudah bileh menemui Pelangi, bukan tanpa alasan setelah lama berfikir Eshaq merasa takut jika sebenarnya telah menjadi orang tua egois yang memisahkan dua orang yang masih saling merindu, meski Pelangi tak pernah mengatakannya secara gamblang tapi ia bisa melihat dari sorot mata putrinya yang menyimpan rasa itu.


"Aku bahagia Dokter......" Pelangi yang tengah memangku Rei mengusap perut Ayu dengan lembut,  mereka duduk disebuah bangku di branda belakang rumah, sementara Melvin dan Eshaq masih di ruang tengah membahas kegiatan Eshaq setelah menjual semua Restauran mewahnya di Singapura dan Malaysia, pria tua itu nyatanya memutuskan untuk resigne dari dunia kuliner dan memilih berinvestasi pada beberapa Bank Syariah di Turki, sehingga ia tetap bisa menikmati hidup sederhananya di Rumah bersma keluarga tanpa melakukan apapun lagi, toh hasil invesatasinya sudah lebih dari cukup mengidupi dirinya, serta Pelangi dan Rei selama ini.


" ini butuh perjuangan yang panjang," Ayu juga mengusap perutnya seraya tersenyum kepada Pelangi "Ia akhirnya menyerah pada perasaanya setelah berbulan bulan mengasingkan diri, Melvin sadar penderitaannya tidak sebanding dengan Daffin, Cintanya untukmu nyatanya tak bisa mengalahkan cinta Daffin kepada istrinya" Lanjut Ayu lagi.


Mendengar penuturan Ayu, Pelangi hanya tersenyum kecut, ia merasa tidak enak pernah menjadi penghalang cinta Ayu kepada Melvin yang kini sudah menjadi suaminya sejak 5 bulan yang lalu.


"Kau tak ingin kembali? Paman Satria sangat merindukanmu" ucap Melvin yang kini bergabung dan duduk disamping sang istri, ia tak berani menyebut nama Daffin saat ini karena menghargai keputusan Pelangi.


"Minggu depan adalah hari ulang tahunnya yang ke 45 tahun, ia berharap putri pertamanya bisa hadir" Lanjut Melvin.


"Aku.....tak bisa" Pelangi menunduk dan menatap wajah cantik dipangkuannya, perpaduan nyata antara Daffin dan dirinya.


"Aku paham apa yang kau rasakan Pelangi, seorang suami yang digilai para wanita, serta mertua yang tak bisa menerima kehadiranmu, tapi kau sudah terlalu lama menutup diri sehingga buta akan kenyataan yang sesungguhnya" timpal Ayu, ia sama sekali tak segan mengungkit nama Daffin.


"Kenapa?" Ayu menoleh dan bertanya dengan bingung setelah Melvin menoel pahanya.


Namun saat melihat raut wajah Pelangi yang tersenyum sendu, Ayu akhirnya paham.


"Bagaimana kabar Tuan Daffin??" Akhirnya setelah setahun lebih pertanyaan itu terlontar jua, sebuah tanya yang yang membuatnya penasaran namun tak  ada yang bisa memberinya jawaban, yah pelangi hanya selalu bertanya kepada Tuhannya, dan berharap baik baik saja menjadi jawaban atas tanya itu.


Melvin akhirnya menghela nafas, mendengar Pelangi menyebut nama Daffin membuat Melvin seakan bisa menceritakan semua tentang sepupunya itu.


"Dia sudah tahu semuanya, dia tahu kau adalah gadis pelayan 5 tahun lalu di vila"


Deg.


Hening.


Ayu mengerjapkan matanya kearah Melvin, ia juga baru tahu kalau Daffin sudah mengetahui jati diri Pelangi selama ini, pantas saja kabar Daffin sudah tak terjangkau lagi, pria itu bahkan tidak hadir di acara spesial sepupunya. Ayu fikir Daffin seperti itu hanya karena kehilangan Pelangi.

__ADS_1


Sejenak Pelangi memejamkan matanya dalam, lalu kembali mengusap pucuk kepala sang putri, beberapa tetes air matanya luruh namun ia segera mengusapnya dengan jemarinya seraya membuang pandangannya.


'Daffin tidak baik baik saja kalau begitu'  pikir Pelangi.


"Dia tidak baik baik saja" jawaban Melvin persis seperti batin Pelangi.


Kedua orang itu lantas saling menatap lamat.


"Sejak kepergianmu tak ada yang baik baik saja, ia menghukum dirinya dengan rasa bersalah yang teramat dalam dan penyeslan yang tak berguna karena ia berfikir tak akan pernah bisa meminta maaf kepadamu, ditambah lagi ia merasa gagal membuatmu menjalani transplantasi jantung"


"Cleo? Nyonya Paula?" Cicit Pelangi.


"Daffin sangat memprihatinkan" jawab Melvin, ia terlalu malas membahas dua orang itu, meski semuanya sudah mendapat ganjarannya. Paula juga merasa bersalah dan terus mencari keberadaan Pelangi, sedangkan Cleo ia sudah dua kali tersandung kasus prostitusi artis.


"Bagaimana kau ingin kembali ke Indonesia? Reinara butuh sang ayah, ia bukan anak yang terlahir diluar pernikahan, ia putri Sah Daffin Jaxton, suatu saat ketika dewasa ia akan membutuhkan perwalian ayah kandungnya" terang Melvin


"Aku......" gugup Pelangi setelah Eshaq tiba dan berdiri disampingnya, Pelangi menatap wajah sang ayah guna mencari jawaban yang tepat, namun pria itu hanya mengangguk kemudian menuduk dan mendaratkan sebuah kecupan di pucuk kepala putri dan cucunya.


"Aku akan memikirkannya" ucap Pelangi  yang disambut senyuman dari ketiga manusia disekitarnya termasuk Reinara sang putri cantik dengan warna mata yang sama persis seperti milik sang ibu.


"Sayangnya Daddy......." teriak seseorang dari dalam rumah.


"Daddy?" Ayu dan Melvin saling bertukar pandangan.


"Balian...." Pelangi tersenyum.


Sejak mengetahui Reinara sudah bisa mengucap kata Daddy Balian memposisikan dirinya sebagai ayah bagi bayi satu tahun itu, ia tidak akan membiarkan Rei hanya sekedar mengucap kata kosong tanpa sosok daddy yang nyata.


Cup.


Sebuah kecupan mendarat dipipi gembul Reinara yang tertawa riang menyambut sang paman.


"lihat apa yang Daddy bawa" Balian berlutut dihadapan Pelangi dan Reinara dengan sebuah boneka tedy bear berukuran sedang berwarna coklat muda.

__ADS_1


Rei meraih bonekanya dan langsung memeluknya.


"Emmuah..." bunyi bibir Rei ketika ia mendaratkan kecupan terima kasih dipipi paman kesayangannya.


"cenapa bawa mainan lagi cih" Pelangi berbicara seperti anak kecil mewakili Rei, seraya menggerakkan tangan rei mengelus pipi Balian.


"Tidak mengapa asal untuk kesayangan Daddy" ucap Balian menenggelamkan wajahnya di perut berlipat Rei yang masih berada dipangkuan Pelangi hingga Bayi itu tertawa geli.


Pemandangan itu persis seperti keluarga kecil yang bahagia.


"Ehem...." Melvin berdehem untuk menyadarkan ketiganya jika ia dan istrinya masih ada disana.


"Oh...sampai lupa, maaf kak..." Ujar Pelangi menarik tangan Balian agar berdiri dari posisinya.


"Balian, kenalkan ini Kak Melvin dan istrinya, mereka adalah kerabat dari Daddy Reinara" Terang Pelangi.


Balian mengulurkan tangannya kepada Melvin dan Ayu untuk berjabat bergantian.


"Kak, Dokter Ayu, ini adalah Balian Ahmet Hakan, ia adalah kakak sepupuku, putra dari adik Ayahku"


"Ah....jadi kalian dari indonesia, panggil saja aku Balian..." Ujar Balian setelah menjabat tangan Ayu dan Melvin.


Melvin tersenyum lega saat mengetahui identitas Balian sebenarnya, ia sempat ketar ketir tadi mendengar Balian menyebut dirinya Daddy Reinara, ia takut Pelangi memiliki hubungan khusus dengan pria muda dengan wajah tampan khas turki itu.


"Jadi kalian ingin menjemput Ayleen dan Reinara untuk bertemu dengan Daddynya?"


"Jika Ayleen bersedia" jawab Ayu dengan kerlingan mata kepada Pelangi.


"Aku masih butuh waktu" Sekali lagi Pelangi mencoba menegaskan keputusannya.


"Baiklah, aku harap kita bisa segera ke Indonesia dan memberi pelajaran untuk suamimu itu" Sedikit banyak Balian tahu kisah Daffin dan Pelangi melalui Eshaq sang paman.


"Kita?" heran Pelangi.

__ADS_1


"Iya kita, aku akan mendampingimu dan Reinara" jawab Balian mantap.


__ADS_2