
"Jika ia ingin sesuatu yang buruk mengenai pelangi maka berikan"
Jhon masih memegang teguh perkataan Melvin, maka disinilah ia sekarang, diruang kerja Mendiang Alexander jaxton guna menghadap Istrinya yang masih terlihat modis meski sudah cukup berumur.
Jhon memberikan beberapa Informasi mengenai Satria dan Pelangi disertai foto foto kebersamaan mereka, bahkan beberapa kali Satria dan Pelangi terlihat masuk kedalam Hotel, padahal mereka hanya makan di Restoran mewah hotel tersebut. Namun Jhon membuatnya seolah olah mereka sudah melakukan hal yang salah.
Satria yang masih mengira Pelangi bekerja sebagai Pelayan memang selalu berusaha memberikan makanan terbaik setiap kali bertemu dengan gadis kecilnya, hanya itu yang bisa ia lakukan karena Pelangi selalu menolak bantuan lainnya,Pelangi berhasil mengelabui Satria jika ia selama ini baik baik saja.
"Dasar Jala*g" Hardik Paula, "Apa Daffin tidak mengetahui hal ini?" lanjut Paula Lagi.
Jhon menggeleng dengan wajah penuh penyesalan, tentu itu adalah sebuah kepura puraan.
"Tuan Daffin memintaku menghancurkan semua informasi itu bahkan sebelum melihatnya" Jawab Jhon yang sontak membuat Paula Murka dan membantik I Pad Jhon hingga hancur berkeping keping, tapi tak masalah toh barang tersebut adalah inventaris Jaxton Hotel, Jhon bisa membelinya lagi dengan Uang Hotel tentunya.
"Dasar anak Bodoh!!!" Hardik Paula, ia sepertinya harus memutar otak dan melakukan sesuatu agar anaknya bisa membenci Pelangi dan meragukan anak yang berada didalam kandungannya.
Jhon yang melihat hal itu hanya terkekeh pelan, sepertinya rencana Melvin berhasil, Paula dengan mudahnya terprovokasi, rencana Melvin berhasil, Jhon memang digaji oleh Jaxton Hotel tapi ia lebih banyak bekerja dibawah Melvin maka dari itu ia lebih menuruti permintaan Melvin dari pada Daffin.
.
__ADS_1
.
.
"Rasanya hinaan untukmu sudah habis Pelangi! Dasar gadis centil penyakitan" Soraya meremas amplop coklat dimana terdapat foto foto suaminya dan Pelangi.
Berkat bantuan Jhon Paula berhasil menemukan informasi mengenai istri sah Satria, ia sengaja mengirim foto tersebut kepada Soraya agar mau diajak bekerja sama untuk mengusir Pelangi dari kehidupan Daffin dan Juga Satria.
Paula mengajak Soraya bertemu disalah satu restoran di Hotel Jaxton, mereka memesan ruang privat.
Soraya mematut dengan teliti wanita elegan dihadapannya, hanya dengan melihatnya saja Soraya Tahu semua yang melekat ditubuh wanita itu adalah barang barang bermerk, yang tenrltu tidak sebanding dengan apa yang ia kenakan meski suaminya adalah salah satu pengusaha textil terkemuka.
"Perkenalkan saya Paula Jaxton " Ucap Paula tanpa mengulurkan jemarinya.
Tapi mengapa wanita sepenting ini memintanya untuk bertemu?
"Benar, saya Paula Jaxton yang ada didalam fikiran anda" Ucap Paula seraya tersenyum tipis.
Soraya menelan saliva, yang ia tahu orang yang mengajaknya bertemu adalah orang yg mengirimkan foto suaminya dengan gadis kecil yang katanya sudah dianggap suaminya sebgai anak sendiri itu. Tapi soraya tak pernah mempercayainya, meski suaminya kerap kali bersumpah.
__ADS_1
"Tapi mengapa anda? Bagaimana bisa anda mengenal suami saya dan Pelangi?"
"Ceritanya sangat panjang"
Paula mulai menceritakan secara garis besar bagaimana Pelangi akhirnya bisa berakhir menjadi menantunya, paula menuding Pelangi memanfaatkan wajah cantiknya untuk benar benar memikat anaknya padahal diawal mereka hanya melakukan nikah kontrak hanya demi saham Jaxton hotel yang terlanjur dialihkan oleh Alexander.
Tak lupa Ia membumbui cerita dengan menambahkan jika Dokter Isyana adalah pihak yang paling disalahkan karena berhasil membujuk suaminya agar menjadikan Putrinya sebagai menantu keluarga Jaxton, membalaskan apa yang dulu tidak bisa diraihnya.
Soraya hanya manut manut, namun satu hal yang bisa ia tangkap dari Cerita Paula, ia sama sekali tidak tahu jika Pelangi adalah anak angkat Dokter Isyana.
"Apa anda tidak tahu Nyonya, Pelangi hanyalah anak angkat Dokter Isyana?"
Paula menautkan kedua alisnya bingung, sebenarnya fikirannya sama seperti Daffin diawal, ia kira ayah Pelangi adalah WNA.
"Anak angkat?"
"Iya Pelangi adalah anak panti asuhan yang dikelola mendiang mertuaku, dan karena hal itu pula mertuaku pernah meminta agar suamiku menikahi anak asuhnya itu ketika dewasa" sebnarnya Soraya bahagia ketika mendengar cerita bahwa Pelangi sudah menikah dan mengandung,namun tak cukup menghilangkan kecemburuannya mengingat foto foto kemesraan Pelangi dan Satria. Soraya yakin Satria sudah tergoda dengan kecantikan anak asuhnya sendiri. Kini Soraya tidak habis fikir bagaimana seorang gadis kecil bisa berubah menjadi begitu licik, padahal ia sudah mendapatkan Daffin Jaxton tapi masih bermain dengan suaminya.
Sementara Paula terlihat berfikir dengan fakta yang baru ia ketahui, namun ia tidak bisa menemukan korelasi agar niatnya tidak terlaksana.
__ADS_1
Anak kandung maupun angkat Intinya Pelangi harus tetap pergi dari kehidupan Daffin.
Setelah berbincang sedikit akhirnya Paula dan Soraya setuju untuk menjatuhkan Pelangi.