
"Cas Ponselnya sudah full Tuan" Mbok Yum menyerahkan ponsel Daffin yang baru selesai ia isi daya di dalam kamarnya.
Sebelumnya Daffin menyerahkan ponsel itu kepada Mbok Yum dengan syarat saat diserahkan lagi harus sudah terisi Full. Daffin memang melakukan perjalanan tanpa membawa semua perlengkapannya. Al hasil Lisna putri Mbok Yum harus ke Kota terlebih dahulu untuk mencari charger yang pas dengan Ponsel berlogo apple sepotong itu.
"Hemm..." Daffin meraih Ponselnya dan berjalan menuju Dapur, ia menikmati makan siangnya atau lebih tepatnya makan sore, karena ia terlelap cukup lama sejak tiba.
Daffin menatap ponsel dengan layar mati di sampingnya, ia enggan mengaktifkannya.
Hanya hari ini saja! Batinya
Ia butuh waktu sendiri tanpa diketahui keberadaannya. Daffin ingin menikmati sejenak waktu luangnya di desa tempat dimana sang istri tercinta dibesarkan.
"Mbok, bagaimana dengan mobil yang ku pesan?" Tanya Daffin saat melihat Mbok Yum kembali sibuk didapur.
"Sudah Tuan, Toyota Rush keluaran 2020" Jawab Mbok Yum, Lisna sudah mengurusi segalanya termasuk mobil yang baru saja dibeli Daffin.
Sebenarnya ia ingin membeli yang baru namun tak ada showroom mobil baru di kelurahan ini. Hanya ada showroon mobil bekas dan hanya Rush itu pilihan terbaiknya.
"Oh iya ini Tuan" setelah melepas Apronnya, Mbok Yum mendekat dan menyodorkan kartu debit berwarna silver dan sebuah kunci mobil diatas meja makan disamping ponsel Daffin.
__ADS_1
Daffin hanya mengangguk.
"Oh iya Tuan kata Lisna terima kasih banyak" Ujar Mbok Yum dengan senyum merekah, bagaimana tidak Daffin mengijinkan Lisna mentransfer uang sebesar 20 juta kerekeningnya sebagai bonus atas pekerjaannya hari ini, mulai dari mengurusi charger hingga mobil bekas.
"Sama sama" jawab Daffin singkat.
Setelah menghabiskan makanannya Daffin langsung mengecek unit mobil yang baru saja di belinya, kondisinya masih sangat bagus dan layak untuk ia pakai kejakarta esok pagi.
Daffin mengendarai mobil berwarna putih dengan paduan garis oranye itu menuju desa dimana Pelangi dibesarkan.
.
.
.
Melvin baru keluar setelah memastikan Pelangi beristirahat nyaman dikamarnya, ia memang langsung dipulangkan tadi dan tidak menginap, karena Pelangi meras lebih nyaman jika beristirahat dirumah.
"Ia sedang tertidur"
__ADS_1
"Ah...syukurlah" lega Jhon.
"Kau sudah menyuruh pelayan menyingkirkan semua barang wanita itu?" Yang dimaksud Melvin sudah pasti Cleo.
"Sudah Tuan, saya mengirim semuanya ke Mansion Utama Nyonya Paula" jawab Jhon, yang membuat Melvin mengerutkan dahinya.
"Mansion Utama?"
"Iya Tuan, saya terlalu malas mencari tahu alamat rumah wanita itu" Jawab Jhon jujur.
"Heh...." Melvin terkekeh.
"Bagaimana dengan Daffin?" yang Melvin tahu Daffin menggunakan penerbangan paling pertama dari Thailand menuju Jakarta. Itu adalah informasi yang diberikan Hotel Jaxton unit Bangkok.
"Menurut GPS Ponsel Tuan Daffin ia berada di Kelurahan X, tapi setelah itu ponselnya kembali tidak aktif"
Melvin menghela nafas lalu menepuk pundak Jhon, " Kerja bagus" Puji Melvin, selanjutnya adalah tugasnya untuk memastikan keberadaan Daffin dengan menghubungi Mbok Yum.
"Apa kepergian Tuan Daffin kesana ada hubungannya dengan Nyonya Pelangi yang merupakan....." Jhon tak menggantung kalimatnya, rasanya ia ingin memukul mulutnya yang terlalu ikut campur dengan urusan yang sangat dijaga kerahasiaannya oleh Melvin.
__ADS_1
"Dia tidak akan menemukan apa apa" Jawab Melvin Datar , karena ia sudah menatar Mbok Yum agar tidak menceritakan mengenai temuannya tentang Pelangi kepada siapapun.