
Pelangi tak bisa berkedip menikmati setiap kesakitan dan kenikmatan yang seakan menghujam tubuhnya bersamaan
Daffin melakukannya dengan begitu lembut, seakan tak ingin wanita dibawah kungkungannya itu merasa kesakitan, meski yakin ia melakukan yang terbaik namun manik biru layaknya batu safir bernilai milyaran itu terus saja mengeluarkan cristal kepedihan.
"Rileks Pelangi...." Pinta Daffin lembut di samping telinga Pelangi, lalu bibirnya tanpa permisi mengecup semua pahatan indah itu.
Pelangi hanya pasrah, merutuki sudah tak ada gunanya lagi, ia sebentar lagi akan hilang dari muka bumi ini, bahkan jika ada manusia yang ingin membunuhnya sekarang juga maka Pelangi tak akan melawan.
"Jangan menangis kita tidak sedang melakukan dosa" Daffin kembali berbisik mengingatkan dengan suara seraknya yang pelan, ia benar benar menikmati penyatuannya kali ini.
__ADS_1
Mungkin ini kali pertama secara sadar Daffin merasa tidak melakukan perbuatan yang salah, saat menyentuh wanita lain dimasa lalu, selalu ada terbesit rasa bersalah dan membuat perasaannya semakin membenci dirinya sendiri dan orang orang disekitarnya.
Bolehkah ia egois ? ingin menahan Pelangi selamanya disisinya sebagai pemuas hasratnya, satu tahun yang sisa beberapa bulan ini ia yakin belun bisa menyembuhkannya untuk itu....
Daffin mengerang panjang dan untuk kali keduanya ia menyimpan benih didalam rahim seorang wanita. yah saat melakukannya di bawah pengaruh obat perangsang Daffin masih sadar dan menumpah cairan kehidupan itu diluar.
Bagi Daffin wanita malang 4 tahun lalu adalah wanita pertamanya sedangkan Pelangi adalah wanita kedua, meski sebenarnya mereka adalah 2 wanita yang sama.
Daffin bersyukur Pelangi sepertinya tipikal wanita yang patuh dalam menerima semua keputusannya, meski sebenarnya bagi Pelangi itu adalah bentuk kepasrahan hidupnya yang memang tak pernah memiliki masa depan yang jelas, ia hanya dihadapkan oleh dua pilihan mati atau menjalani hidup yang menyedihkan, tak ada lagi rasa optimis bagi Pelangi semenjak Bunda siti wanita tumpuannya meninggal dunia, ditambah lagi luka menganga yang ditorehkan Daffin 4 tahun lalu.
__ADS_1
Kini Pelangi bagi manusia tanpa jiwa, membiarkan arus kehidupannya ditentukan oleh takdir tanpa usaha untuk mengubahnya.
"Bersihkan tubuhmu" titah Daffin seraya menyerahkan sebuah paper bag yang baru diberikan pelayan dari balik pintu, mata pelayan itu sempat menangkap gambaran seorang wanita yang duduk menyandar dikepala Ranjang dengan selimut yang menutupi tubuh bagian atasnya hingga bawah.
'Pelangi' Seketika nama itu menjadi trending di Mansion, para pelayan sudah mengetahui sepak terjang Daffin namun mereka tidak menyangka jika anak majikannya itu ternyata juga bermain bersama Pelayan. Entah siapa yang salah, Daffin yang tergoda kah atau Pelangi gadis yang nampak lugu namun memang sangat cantik itu yang menggodanya.
Pelangi hanya mengangguk lemah seraya mengambil paper bag itu dan membawanya masuk kedalam kamar mandi masih dengan selimut tebal yang membungkus tubuh kecilnya.
Pelangi memgamati tubuhnya, kali ini tak ada memar kebiruan karena Daffin benar benar melakukannya dengan lembut, ia memejamkan mata dalam sambil menstimulasi fikirannya jika hal yang ia lakukan bukanlah sebuah dosa.
__ADS_1
Yah Daffin adalah suami sahnya!