Jangan Cintai Aku, Tuan Casanova

Jangan Cintai Aku, Tuan Casanova
Bab 68


__ADS_3

Tuan, Nyonya Sesak sekarang lagi diperjalanan ke rumah sakit.


Melvin langsung Pulang dari Bali dengan Jet Pribadi bertuliskan Jaxton begitu menerima menerima pesan dari salah seorang Pelayan rumah Daffin.


Daffin memang menyerahkan segala urusan Pelangi kepada Melvin sejak ia memutuskan untuk sedikit menjaga jarak, Meski Daffin tahu Melvin masih menyukai istrinya namun tak ada orang lain yang bisa ia percaya selain sepupunya itu.


Dan hal paling pertama dilakukan Melvin adalah Menata semua Pelayan agar tidak berbicara mengenai kesehatan Pelangi kepada Daffin.


"Jhon.....Kau sudah dirumah sakit?"


"Sudah Tuan, Nyonya Pelangi sudah baikan, disini juga ada Tuan Satria dan Dokter Ayu" Jawab Jhon. Pria muda itu memang diperintahkan pulang ke Jakarta Lebih dahulu guna menemui Paula.


"Jaga Pelangi untukku!"


Tut...


Panggilan Berakhir.

__ADS_1


Jhon hanya menghela nafas berat, ia baru menemukan pria tampan, mapan tapi malah tergila gila dengan seorang wanita bersuami yang tengah berbadan dua, ditambah lagi wanita itu merupakan.....ah sudahlah Jhon hanya bisa menghentakkan kepalanya kuat untuk menghilangkan fikiran yang baru saja merasuk didalam kepalanya.


Jhon membuka pintu, ia ikut terhenyak melihat Satria yang menangis seraya menangkup kedua tangan Pelangi yang kini sudah duduk dan bersandar di kepala ranjang, alat bantu pernafasan yang sempat ia gunakan sudah dilepas satu jam yang lalu.


Pelangi masih bisa tersenyum tatkala mengatakan hal yang sebenarnya kepada Satria dan Ayu yang juga masih menangis tergugu.


Pelangi sadar ia tak bisa menyimpan rahasia ini lebih lama lagi, Perutnya sudah mulai membesar dan sebagai seorang anak pelangi harus memeritahukan Satria.


"Pelangi paman memang menunggu kau jujur, tapi bagaimana mungkin selama ini kau menyimpan luka ini sendirian??" Satria mengeraskan rahangnya, ia terlihat sangat marah namun bukan kepada Pelangi. Tapi kepada pria yang sudah menodai putri angkatnya itu yang kini justru menikahinya namun sama sekali tidak menyadari sosok Pelangi.


Ayu semakin frustasi mengingat saran Dokter kepala spesialis bedah Jantung yang menangani Pelangi, berharap Pelangi mau merelakan kandungannya sebelum usianya semakin bertambah.


Pelangi hanya mendesah lalu tersenyum, belakangan ini ia mencoba berdamai dengan masa lalunya, senyumannya kali ini terlihat begitu tulus nyaris tanpa beban dan hal itu pula yang membuat Satria seakan ingin merutuki dirinya sendiri.


"Ini semua karena paman, andai paman tidak meninggalkanmu di desa, andai paman tidak...."


"Paman...ini bukan salah paman, itu keputusan Pelangi sendiri, semua ada hikmahnya karena kejadian itu Pelangi jadi bisa merasakan kasih sayang seorang Ibu dari Dokter Isyana, meski Pelangi sudah mendapatkan cinta seorang Ayah dari Paman dan kasih sayang segala galanya dari Bunda Siti."

__ADS_1


Satria menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan sosok mungil namun berhati baja dihadapannya kini.


"Bantu Pelangi untuk menjadi Pelangi yang seperti dulu, Pelangi lelah membenci diri sendiri selama beberapa tahun ini" Pinta pelangi sembari menatap Satria dan Ayu bergantian.


Kedua orang di tatap bagai dihujam sembilu, apalagi Satria rasanya ia sudah tidak peduli dengan strata yang memisahkan ia dan Daffin begitu bertemu Satria berjanji akan memberikan pelajaran untuk pria brengsek itu.


Satria berpura pura tegar, ia mengusap penuh kasih pucuk kepala Pelangi. Sementara Ayu hanya menghela nafas lalu mencuri pandang kearah Jhon yang baru saja mendekat.


"Apa atasanmu sudah mengetahui semuanya Sejak awal ?" Ayu sedikit mencebik saat bertanya kepada Jhon. Ia kesal karena Melvin menyembunyikan rahasia ini darinya.


"Sudah Dok" Jawab Jhon singkat, ia juga baru tahu ketika di Bali. saat akhirnya orang yang ia cari selama 4 tahun lamanya ditemukan dan Melvin sendiri yang menemukannya. Selam 4 tahun iapun dilanda kebingungan karena harus mencari seorang gadis muda yang merupakan korban pelecehan seksual.


"Kak Melvin benar benar menyebalkan!!" Tukas Ayu.


"Jangan seperti itu Dokter Ayu, semua karena Pelangi, pelangi yang tidak ingin siapapun tahu terutama Tuan Daffin, pelangi yang meminta Kak Melvin agar tidak berbicara dengan siapapun sampai pelangi sendiri yang ingin mengungkapkannya " bela Pelangi seraya mengusap perutnya yang sudah sedikit Menonjol.


Smentara Satria masih menyusut air mata dan ingusnya, ia menatap sendu kearah Pelangi yang menceritakan Lukanya seakan tanpa Beban. Ia tak tahu apa yang sudah dilalu gadis kecilnya hingga bisa terlihat lapang dengan semua ini.

__ADS_1


__ADS_2