Jangan Cintai Aku, Tuan Casanova

Jangan Cintai Aku, Tuan Casanova
Bab 99


__ADS_3

"Kapan Daffin akan menikahiku tante?" Seorang wanita Cantik dengan masker hitam dan topi yang hampir menutupi selurub wajahnya nampak mendesak Paula, ia sengaja mengajak calon mertuanya itu untuk bertemu dengan dalih makan siang bersama disebuah restauran mewah.


Wanita itu adalah Cleopatra, sudah sebulan sejak kejadian beredarnya Video asusilanya dan pewaris tunggal Jaxton Hotel, namun belum ada tanda tanda Daffin akan meminang Cleo, sementara Utang utang keluarganua di bank harus segera ditutupi, walau tidak bisa langsung meminta uang Daffin setelah menikah setidaknya ia bisa memanfaatkan nama besar sebagai Menantu keluarga Jaxton untuk meminjam ditempat lain dan menutupi utang yang lama.


"Sabar sayang" ucap Paula lembut seraya menyeruput tehnya.


"Tante bagaimana aku mau sabar, diawal memang berita itu menyudutkan Pelangi, tapi semakin kesini semakin menyudutkanku, kemana sebenarnya Pelangi? Mengapa ia menghilang sehingga simpati publik malah tercurah kepadanya!"


'Tidak ada kata pelakor untuk orang pacaran'


'Meski sebagai orang ketiga tapi istri sah Daffin Jaxton tetaplah Pelangi'


'Itu namanya bukan jodoh'


'Daffin dan Cleo bangsat'


'Pasangan pezina'


Semakin hari komentar netizen justru semakin memihak Pelangi, karena wanita itu dianggap terlalu sabar akibat tak pernah muncul kepublik mencari pembenaran.


Untuk itu setiap keluar rumah Cleo selalu mengenakan penutup wajah. Pernah sekali ia keluar dan orang orang meneriakinya sebagai pezina dan perusak rumah tangga orang, Rencana yang disusunnya sesemikian matang malah menjadi boomerang bagi dirinya sendiri, kini Cleo benar benar jatuh, tak ada lagi tawaran iklan, endorse , maupun catwalk yang mampir di manajernya.

__ADS_1


"Tante hanya bisa menyuruhmu sabar Cleo, kau tahu sendiri sekarang Daffin begitu sulit ditemui, aku ibunya saja sudah hampir 3 minggu tidak melihatnya, anak itu benar benar....huh..." Paula menghela nafas, tatapannya begitu sendu mengaduk teh hijau dihadapannya, Memikirkan Daffin yang nampak berubah drastis.


Pria itu bahkan lebih dingin dari sebelumnya, yang ada dikepalanya hanya bekerja, Alkohol, dan sesekali menangis pilu, Paula tahu semua kegiatan Daffin karena mencari tahu melalui Jhon dan para sekertaris putranya.


Paula mulai menyesali tindakannya kepada sang putra, namun melihat wajah memelas Cleo juga membuatnya tidak tega.


Setelah pertemuannya dengan Cleo , Paula berjalan kepelataran Parkir menuju Mobil mewah dan sang supir, namun langkah kakinya terhenti saat merasakan nyeri di dada sebelah kirinya disertai peluh dingin yang tiba tiba menggerayangi tubuhnya.


"Ah...sepertinya aku harus memeriksakan kesehatanku" Gumam Paula sebelum akhirnya masuk kedalam mobil sedan mewahnya dan duduk di jok belakang.


.


.


.


Tak ada kemajuan! Padahal ia sendiri yang meminta Jhon untuk kembali melapor meski bawahannya sudah mengatakan jika ia belum bisa menemukan sebuah titik terang mengenai keberadaan Pelangi.


Daffin berdiri dari kursinya lalu meneguk sekaleng Beer yang sudah terbiasa menemani pekerjaannya selama sebulan ini, Pria itu kemudian melempar kaleng kosong tersebut kearah Jhon dan untungnya Jhon bisa menghindar.


"Satu bulan lagi anakku akan segera lahir Jhon, apa saja yang kau lakukan hah?" ucap Daffin dengan suara yang bergetar.

__ADS_1


"Maafkan saya Tuan" Jhon menunduk dalam, ia juga tak mengerti mengapa tak bisa menemukan Pelangi, padahal Alberto saja yang keberadaannya tidak terdeteksi pihak berwajib bisa ia temukan dengan mudah.


'Ah gadis itu memang lihai dalam bersembunyi' Desis Jhon dalam benaknya, 4 tahun yang lalu ia juga gagal menemukannya.


"Dia tidak mungkin ke Luar negeri, pasport dan KTP masih ada padaku" gumam Daffin yang bisa di dengar Jhon.


"Benar Tuan, tak ada catatan keberangkatan keluar negeri dengan nama Pelangi" Jhon menatap lantai dengan fikiran memerawang jauh. Ia teringat bulan lalu Melvin sempat memintanya untuk mengatur pertemuan mendadak dengan staf dari kedutaan Negara China Jhon sempat mendengar pembicaraan mereka yang membuatkan paspor bagi seorang warga negaranya, namun saat itu Melvin langsung menutup akses JHon.


Apa salah jika Jhon berfikir hal itu kemungkinan berhubungan dengan Pelangi?


Jhon menghentakkan kepalanya kuat, Melvin bahkan sudah bersumpah jika ia tidak mengetahui Keberadaan Pelangi.


Jadi tidak mungkin pria itu berbohong.


Jhon memang belum mengetahui sosok Pelangi sebenarnya yang merupakan Putri kandung Eshaq Hakan.


"Bagaimana dengan Melvin? Apa ada pergerakan?" tanya Daffin, sebenarnya sampai sekarang Daffin masih mengira Sepupunya itu menyembunyikan Pelangi, apalagi setelah pria itu memutuskan Mengundurkan diri dan memilih tinggal di Desa tempat Pelangi dibesarkan, Melvin membeli sebuah villa sederhana disana.


"Tidak ada Tuan" Jawab Jhon seraya mendesah, sebenarnya ia tidak enak mengirim mata mata untuk memantau Melvin yang tengah menikmati ketenangan hidupnya.


Semenjak Melvin mundur, Daffin memohon kepada Risman agar pria tua itu kembali dan membantunya di Hotel guna mengganti posisi Melvin.

__ADS_1


"Kemana sebenarnya istriku" Daffin menyugar rambutnya penuh rasa frustasi, bayangan mendampingi sang istri dalam persalinannya ia rasa semakin memudar.


__ADS_2