Jangan Cintai Aku, Tuan Casanova

Jangan Cintai Aku, Tuan Casanova
Bab 41


__ADS_3

Dua orang itu terlibat saling tatap cukup lama, Daffin mengamati wajah wanita cantik dihadapannya sementara Pelangi sibuk dengan pemikirannya sendiri meski manik matanya tak lepas dari Daffin.


"Ada kemungkinan kebocoran katup kembali terjadi, sekali lagi saya tidak bisa memastikan operasi ketiga ini akan berhasil, kita harus segera menemukan donor yang cocok"


Kata kata Dokter ahli bedah jantung yang menangani Pelangi beberapa hari yang lalu masih terngiang ngiang. Pelangi memang memutuskan untuk memeriksakan dirinya di rumah sakit tempat Ayu bekerja, karena jarak rumah sakit yang dulu terlampau jauh dari pusat kota Jakarta. Dokter yang menangani Pelangi Kali ini adalah spesialis bedah Jantung yang juga merupakan atasan Ayu.


Pelangi sudah mulai menggunakan uang pemberian Alexander untuk pengobatannya, karena tunjangan dari pemerintah sebagai anak pegawai negeri sipil sudah dihentikan, pelangi sudah dianggap cukup dewasa, ditambah lagi rumah sakit pilihannya kali ini adalah rumah sakit swasta dengan fasilitas terlengkap.


Ingin sekali Pelangi mengatakan jika ia sebenarnya membutuhkan uang sekitar 7 milyar, yah angka itu memang jauh dibawah angka yang barusan ditawarkan Daffin, Angka itu adalah hasil kalkulasi rumah sakit dari mulai mencari donor hingga selesainya operasi transplantasi jantung.


Namun Pelangi sudah menyerah dengan kehidupannya.

__ADS_1


"Bagaimana sudah menentukan harga yang kau inginkan?" Tanya Daffin


Sejenak Pelangi hanya tersenyum tipis.


"Aku hanya tidak ingin ada bakteri yang masuk kedalam tubuhku, jadi selama berhubungan denganku jangan berhubungan dengan wanita manapun" Ujar Pelangi serius, Tubuhnya memang rentan terjangkit infeksi, dan itu bisa berakibat fatal bagi kesehatan Jantungnya.


Bodoh?


"Kau yakin tidak menginginkan uang?"


Pelangi mengangguk lemah.

__ADS_1


Daffin percaya jika dengan tubuhnya saja mungkin gadis itu sudah puas.


" Aku ingin berteman denganmu " Ujar Pelangi penuh kelembutan, "Berteman layaknya lautan dan manusia, aku akan menjadi lautan tempatmu kembali dan mencurahkan segala kegundahanmu, aku akan menjadi lautan sebagai tempatmu mencari obat dari rasa lelahmu dalam menghadapi dunia ini, aku akan menjadi...." Pelangi sudah tak bisa lagi melanjutkan perkataannnya karena Daffin sudah merengkuh tubuhnya kedalam dekapan hangatnya.


Memeluk erat hingga Daffin bisa merasakan tubuh Pelangi yang bergetar hebat disertai bulir bening yang mengalir diatas dada bidangnya.


"Jangan takut padaku, aku berjanji tak akan menyakitimu selama kau mau menjadi Lautan yang katanya bisa memberiku obat seperti yang kau katakan tadi" Daffin memejamkan matanya dalam menikmati setiap inci kulitnya yang bersentuhan dengan pelangi, ini kali pertama ia merasakan pelukan senyaman dan sehangat ini dari seorang wanita.


Pelangi tersenyum simpul dengan debaran tak beraturan di dada sebelah kirinya. Ia merasa logam mekanik yang kini jadi penyangga hidupnya tengah berontak, tak terima dengan keputusannya untuk membantu Daffin sembuh dari traumanya.


'Iya aku akan menjadi lautan bagimu, hamparan air yang begitu indah dan selalu menjadi tujuan terindah bagi manusia termasuk dirimu, namun tahukah kau Tuan, Lautan selalu meminta kepada Tuhannya untuk menenggelamkan manusia karna lelah melihat tingkah manusia itu sendiri. Yah aku akan menjadi Lautan yang berharap suatu saat kau akan merasakan bagaimana pedihnya tenggelam dalam jurang penyesalan yang tak berujung' Batin pelangi.

__ADS_1


__ADS_2